Slide

Syiah Indonesia

Syubhat Dan Bantahan

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Tanya Jawab

Perlu Baca! Database Peta Dakwah Syiah Di Indonesia

Jaringan Syiah internasional sekarang ini terbagi dalam dua wilayah.

Pertama, wilayah utama yaitu daerah bekas wilayah imperium Persia. Dalam wilayah utama, pengembangan Syiah dilakukan dengan pendekatan politik dan kultural.

Wilayah kedua adalah wilayah pinggiran dimana areanya meliputi negara-negara di luar wilayah imperium Persia. Dalam wilayah ini, pendekatan kultural lebih diutamakan.

Dalam wilayah bekas Persia, terdapat lima maraji penting yaitu:

Marja Irani. Tokoh utama Marja Irani adalah Ali Hosseini Khamenei

Marja Iraq. Tokoh utamanya adalah Ali Hosseini Sistani

Marja Bahrain. Tokoh utama : Issa Ahmed Qassim.

Marja Lebanon. Tokoh utama : Mohammad Hussein Fadlallah.

Marja Afganistan, tokoh utama : Qorban Ali Kaboli”.

Lima Maraji inilah yang sekarang menjadi kiblat pengembangan Syiah Internasional.

Lima Maraji inilah yang sekarang menjadi kiblat pengembangan Syiah Internasional.

Secara kultural, Syi’ah telah masuk ke Indonesia bersamaan dengan kedatangan Islam ke Nusantara melalui jalur perdagangan dan dakwah dalam bentuknya yang taqiyah.

Setelah terjadi Revolusi Islam Iran (1979), pada awal gerakannya bersifat intelektual, namun sejak kehadiran alumnus Qum gerakan Syi’ah mulai mengembangkan Fiqh Syi’ah, sehingga muncullah lembaga-lembaga Syi’ah.

Syi’ah di Indonesia ada dua corak:


Syi’ah Politik, untuk membentuk Negara Islam (para pengikut ide-ide politik dan intelektual Syi’ah)

Syi’ah non politik, untuk membentuk masyarakat Syi’ah (para pengikut fiqhiyah syi’ah)

Syiah mengalami perselisihan, namun tidak mengarah kepada perpecahan, karena saling melengkapi:

Kubu pertama adalah LKAB (Lembaga komunikasi Ahlul Bait) yang merupakan wadah para alumni al Qum. Kubu ini dimotori oleh ICC Jakarta yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah Republik Islam Iran (RII). LKAB membawai Yayasan Al Munthazar, Fathimah Aqilah, Ar Radiyah, Mulla Sadra, An Naqi, Al Kubra, Al Washilah, MT Ar Riyahi dan gerakan dakwah Al Husainy. LKAB berkantor di Jl Bintaro KODAM Grand Bintaro Jaksel.

Kubu kedua dipegang oleh IJABI. Dalam kubu ini metode taqiyah kurang disenangi. Sebaliknya, IJABI tampak lebih pluralis. Hal ini terlihat dari beberapa tokoh Sunni yang menjadi pengikut IJABI. Kiblat IJABI, bukanlah ke Iran, melainkan Marja Lebanon di bawah pimpinan Ayatollah Sayyed Mohammad Hussein Fadlallah. Tokoh utama di Indonesia adalah Dr Jalaluddin Rahmat.

Para pengikut Syi’ah keturunan Arab melakukan gerakan dengan bertaqiyah (sikap menyembunyikan diri), tidak mau berterus terang mengakui sebagai pengikut syi’ah, secara dhahir mereka tampil sebagai orang syafi’i, seperti Habib Ali Baagil (otak pengeboman Gedung BEJ), Habib Husein Al Habsyi (Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia), Abdullah As Segaf (Ikatan persatuan Ahlul Bait Indonesia), Habib Saleh Al Idrus (majelis Dzikir Nurkhaerat Posotokoh perlawanan Poso) dll.

Jaringan Syiah di Jawa Timur berpusat di Ponpes YAPI Bangil pimpinan Ustad Husen Al Habsyi, sedangkan jaringan Syi’ah di Jawa tengah berpusat di Ponpes Al Hadi Pekalongan pimpinan Ahmad Baraqbah dan Toha Musawa. Di Yogyakarta bepusat di Yayasan Roushan Fikr yang dipimpin oleh Sofwan (kader Syiah radikal).

Langkah utama Syi’ah Indonesia saat ini:

Mengkonsolidasikan semua yayasan Syi’ah dan meminimalisir perbedaan

Berupaya keberadaanya diterima oleh kalangan muslim Indonesia dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial.

Berupaya mendirikan Marja al Taqlid sebuah institusi agama yang sangat terpusat, diisi oleh ulama-ulama syi’ah terkemuka dan memiliki otoritas penuh untuk pembentukan pemerintah dan konstitusi Islam

Waspadalah!!!, YAYASAN-YAYASAN SYI’AH DI SEKITAR ANDA…

YAYASAN-YAYASAN MILIK SYI’AH
1. Yayasan Fatimah, Condet, Jakarta.
2. Yayasan Al-Muntazhar, Jakarta.
3. Yayasan Al-Aqilah.
4. Yayasan Ar-Radhiyah.
5. Yayasan Mulla Shadra, Bogor.
6. Yayasan An-Naqi.
7. Yayasan Al-Kurba.
8. YAPI, Bangil.
9. Yayasan Al-Itrah, Jember.
10. Yayasan Rausyan Fikr, Jogya.
11. Yayasan BabIIm, Jember.
12. Yayasan Muthahhari, Bandung.
13. YPI Al-Jawad, Bandung.
14. Yayasan Muhibbin, Probolinggo.
15. Yayasan Al-Mahdi, Jakarta Utara.
16. Yayasan Madina Ilmu, Bogor.
17. Yayasan Insan Cita Prakarsa, Jakarta.
18. Yayasan Asshodiq, Jakarta Timur.
19. Yayasan Babul Ilmi, Pondok Gede.
20. Yayasan Azzahra Cawang.
21. Yayasan Al-Kadzim.
22. Yayasan Al-Baro’ah, Tasikmalaya.
23. Yayasan 10 Muharrom, Bandung.
24. Yayasan As Shodiq, Bandung.
25. Yayasan As Salam, Majalengka.
26. Yayasan Al Mukarromah, Bandung.
27. Yayayasan Al-Mujataba, Purwakarta.
28. Yayasan Saifik, Bandung.
29. Yayasan Al Ishlah, Cirebon.
30. Yayasan Al-Aqilah, Tangerang.
31. Yayasan Dar Taqrib, Jepara.
32. Yayasan Al-Amin, Semarang.
33. Yayasan Al-Khoirat, Jepara.
34. Yayasan Al-Wahdah, Solo.
35. Yayasan Al-Mawaddah, Kendal.
36. Yayasan Al-Mujtaba, Wonosobo.
37. Yayasan Safinatunnajah, Wonosobo.
38. Yayasan Al-Mahdi, Jember.
39. Yayasan Al-Muhibbiin, Probolinggo.
40. Yayasan Attaqi, Pasuruan.
41. Yayasan Azzhra, Malang.
42. Yayasan Ja’far As-Shadiq, Bondowoso.
43. Yayasan Al-Yasin, Surabaya.
44. Yapisma, Malang.
45. Yayasan Al-Hujjah, Jember.
46. Yayasan Al-Kautsar, Malang.
47. Yayasan Al-Hasyim, Surabaya.
48. Yayasan Al-Qoim, Probolinggo.
49. Yayasan Al-Kisa’, Denpasar.
50. Yayasan Al-Islah, Makasar.
51. Yayasan Paradigma, Makasar.
52. Yayasan Fikratul Hikmah, Jl Makasar.
53. Yayasan Sadra, Makasar.
54. Yayasan Pinisi, Makassar.
55. Yayasan LSII, Makasar.
56. Yayasan Lentera, Makassar.
57. Yayasan Nurtsaqolain, Sulawesi Selatan.
58. Yas Shibtain, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
59. Yayasan Al-Hakim, Lampung.
60. Yayasan Pintu Ilmu, Palembang.
61. Yayasan Al-Bayan, Palembang.
62. Yayasan Ulul Albab, Aceh.
63. Yayasan Amali, Medan.
64. Yayasan Al-Muntadzar, Samarinda.
65. Yayasan Arridho, Banjarmasin.
66. Yayasan Al-Itrah, Bangil.
a. Berdiri : 1996.
b. Latar belakang: Keikhlasan tekad untuk mengenalkan Ahlulbait Nabi saw kepada para pecintanya, serta fenomena fakumnya kajian nonformal yang membahas ilmu-ilmu Ahlulbait di kota Bangil.
c. Pengurus
Ketua: Ali Ridho Assegaf.
Wakil Ketua: M. Baqir.
Sekertaris I: Zaid Alaydrus.
Sekertaris II: Husein Al-Haddad.

MAJLIS TAKLIM
1. MT. Ar-Riyahi.
2. Pengajian Ummu Abiha, Pondok Indah.
3. Pengajian Al-Bathul, Cililitan.
4. Pengajian Haurah, Sawangan.
5. Majlis Taklim Al-Idrus, Purwakarta.
6. Majlis Ta’lim An-Nur, Tangerang.
7. MT Al Jawad, Tasikmalaya.
8. Majlis Ta’lim Al-Alawi, Probolinggo.

IKATAN
1. Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI).
2. Ikatan Pemuda Ahlulbait Indonesia (IPABI), Bogor.
3. HPI – Himpunan Pelajar Indonesia-Iran.
4. Shaf Muslimin Indonesia, Cawang .
5. MMPII, Condet.
6. FAHMI (Forum Alumni HMI), Depok.
7. Himpunan Pelajar Indonesia di Republik Iran (ISLAT).
8. Badan Kerja Sama Persatuan Pelajar Indonesia Se-Timur Tengah dan Sekitarnya (BKPPI).
9. Komunitas Ahlul Bait Indonesia (TAUBAT).

LEMBAGA-LEMBAGA
1. Islamic Cultural Center (ICC), Pejaten.
2. Tazkia Sejati, Kuningan.
3. Al Hadi, Pekalongan.
4. Al-Iffah, Jember.
5. Lembaga Komunikasi Ahlul Bait (LKAB), wadah alumni Qom, di motori oleh ICC Jakarta yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah Republik Islam Iran (RII). LKAB membawai Yayasan AI-Munthazar, Fathimah Aqilah, Ar-Radiyah, Mulla Sadra, An-Naqi, Al-Kubra, AI-Washilah, MT Ar-Riyahi dan gerakan dakwah Al-Husainy.

SEKOLAH/PESANTREN
1. SMA PLUS MUTHAHARI di Bandung dan Jakarta.
2. Pendidikan Islam Al-Jawad.
3. Icas (Islamic College for Advanced Studies) – Jakarta Cabang London.
4. Sekolah Lazuardi dari Pra TK sampai SMP, Jakarta.
5. Sekolah Tinggi Madina Ilmu, Depok.
6. Madrasah Nurul Iman, Sorong.
7. Pesantren Al-Hadi Pekalongan.
8. Pesantren YAPI, Bangil.
9. Madrasah Nurul Imam Selat Sagawin Irian Jaya

PENERBIT-PENERBIT BUKU
Lentera.
Pustaka Hidayah.
MIZAN.
YAPI JAKARTA.
YAPI Bangil.
Rosdakarya.
Al-Hadi.
CV Firdaus .
Pustaka Firdaus.
Risalah Masa.
Al-Jawad.
Islamic Center Al-Huda.
Muthahhari Press/Muthahhari Papaerbacks.
Mahdi.
Ihsan.
Al-Baqir.
Al-Bayan.
As-Sajjad.
Basrie Press.
Pintu Ilmu.
Ulsa Press.
Shalahuddin Press.
Al-Muntazhar.
Mulla Shadra.

PENULIS
Alwi Husein, Lc.
Muhammad Taqi Misbah.
O.Hashem.
Jalaluddin Rakhmat.
Husein al-Habsyi.
Muhsin Labib.
Riza Sihbudi.
Husein Al-Kaff.
Sulaiman Marzuqi Ridwan.
Dimitri Mahayana

VCD CERAMAH
Lihat di http://www.duapusaka.com/

MAHASISWA QOM ( IRAN )
Muhammad Taqi Misbah Yazdi.
Euis Daryati, Mahasiswi S2 Jurusan Tafsir Al-Quran, Sekolah Tinggi Bintul Huda Qom. Ketua Fathimiah HPI 2006-2007.
Nasir Dimyati, S2 Jurusan Ulumul Quran Universitas Imam Khomeini Qom. Saat ini aktif di BKPPI.
Usman Al-Hadi, Mahasiswa S1 Jurusan Ulumul Quran Univ. Imam Khomeini Qom.
Abdurrahman Arfan, S1 Jurusan Ushul Fiqh di Jamiatul Ulum Qom, Republik Islam Iran.
M. Turkan, S1 Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran.
Siti Rabiah Aidiah, Mahasiswi di Jamiah Bintul Huda, Qom, Jurusan Ulumul Qur’an.
Muchtar Luthfi, Ketua Umum Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) di Republik Islam Iran periode 2006-2007, Sekjen Badan Kerjasama Perhimpunan Pelajar Indonesia (BKPPI) se-Timur Tengah dan Sekitarnya.
Herry Supryono, Mahasiswa S1 Fiqh dan Maarif Islamiyah di Madrasah Hujjatiyah Qom, Republik Islam Iran.
Saleh Lapadi, asal Sorong, alumni YAPI Bangil, Sekarang menempuh S2 di Qom Iran, pimred islat (islam alternatif).
Afifah Ahmad, Mahasiswi S1, Jurusan Maarif Islam di Jamiatul Bintul Huda, Qom Republik Islam Iran.
Emi Nur Hayati Ma’sum Said, Mahasiswi S2 Jurusan Tarbiyah Islamiyah & Akhlak di Universitas Jamiah Azzahra, Qom-Iran.
A. Luqman Vichaksana S1 Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran.
Ammar Fauzi Heryadi, mahasiswa Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran.
ALUMNI QOM
DR. Abdurrahman Bima, Alumni dari Hawzah Ilmiah Qom, judul desertasi “Pengaruh Filsafat dalam Konsep Politik Khomeni”.
DR. Khalid Al-Walid, Alumnus dari Hawzah Ilmiah Qom, judul desertasi “Pandangan Eskatologi Mulla Shadra”.
Muhsin Labib, Alumnus Hauzah Ilmiah Qom, Republik Islam Iran. Kandidat Doktor Filsafat Islam di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ali Ridho Al-Habsy cucu dari Habib Ali Kwitang, tahun 1974.
Umar Shahab, tahun 1976.
Syamsuri Ali.
Jalaludin Rahmat.
Ahmad Barakbah.

TENTANG QOM
Tahun 1990 ada 50 orang belajar di Qom.
Tahun 1999 jumlah alumni sudah lebih dari 100 orang.
Tahun 2001, 50 mahasiswa indonesia melanjutkan studi di Qom.
Tahun 2004, 90 mahasiswa Indonesia melanjutkan studi di Qom.

MAJALAH/JURNAL
1. Majalah Syi’ar.
2. Jurnal Al-Huda.
3. Jurnal Al-Hikmah.
4. Majalah Al-Musthafa.
5. Majalah Al-Hikmah.
6. Majalah Al-Mawaddah.
7. Majalah Yaum Al-Quds.
8. Buletin Al-Tanwir.
9. Buletin Al-Jawwad.
10. Buletin Al-Ghadir.
11. Buletin BabIIm.

RADIO/TV
1. IRIB (Radio Iran siaran bahasa Indonesia).
2. Hadi TV, tv satelite (haditv.com).
3. TV Al-Manar, Libanon, dpt diakses sejak April 2008, bekerja sama dengan INDOSAT.
4. Myshiatv.com.
5. Shiatv.net.

WEBSITE
1. http://abatasya.net/
2. www.jalal-center.com
3. www.fatimah.org
4. www.icc-jakarta.org
5. www. babilm.4t.com
6. http://www.ahl-ul-bait.org/
7. http://ahmadsamantho.wordpress.com/
8. www.islamalternatif.net
9. ICAS (icas-indonesia.org)
10. Islamfeminis.wordpress.com
11. http://www.wisdoms4all.com/ind/
12. Yapibangil.org
13. Alitrah.com


BLOGROLL
Ahmad Samontho http://ahmadsamantho.wordpress.com/
Anak bangsa http://umfat.wordpress.com/
blog Ahlul Bait http://www.aimislam.com/links.html
Cahaya ISLAM http://abuaqilah.wordpress.com/
cinta Rasul http://cintarasulullah.wordpress.com/
Eraalquran http://eraalquran.wordpress.com/
GENCAR AHLULBAYT NUSANTARA http://musadiqmarhaban.wordpress.com/
Haidarrein http://haidarrein.wordpress.com/
Hikmah Islam http://farterh04.wordpress.com/
ICC http://www.icc-jakarta.com/
Info syiah http://infosyiah.wordpress.com/
ISLAM FEMINIS http://islamfeminis.wordpress.com/
Islam syiah http://islamsyiah.wordpress.com/
Lateralbandung http://lateralbandung.wordpress.com/
Luthfis http://luthfis.wordpress.com/
Luthfullah http://luthv.wordpress.com/
Ma’ashshadiqin http://comein.blogs.friendster.com/
Madinah Al-hikmah http://madinah-al-hikmah.net/
Nargis http://mashumah.wordpress.com/
Pak Jalal http://www.jalal-center.com/
Ressay http://ressay.wordpress.com/
Pelita zaman http://www.pelitazaman.blogspot.com/
Sahib Al-Zaman http://haidaryusuf.wordpress.com/
Suara keadilam http://iwans.wordpress.com/
TASNIM http://eurekamal.wordpress.com/
Telaga Hikmah http://www.telagahikmah.org/id/index.php
Wahabisme http://wahabisme.wordpress.com/
Musa http://musakazhim.wordpress.com/
Ahlulbayt http://keluargaabi.wordpress.com/
http://jakfari.wordpress.com/
(yang bahaya:syiahali.wordpress pake .com ya)
http://syiahblog.wordpress.com/
http://www.abna.ir/list.asp?lang=12&gId=2535
http://islamitucinta.blogspot.com/


RITUAL
Peringatan Maulid Nabi.
Peringatan Idul Ghadir .
Pelaksanaan ritual Shalat Iedain.
Pelaksanaan ritual Lailatul Qadr.
Peringatan Asyura.
Taqiyah.
Majlis Do’a Kumail, malam Jumat.
Ghadir Khum.

UNIVERSITAS-UNIVERITAS YANG DILINK OLEH AL-SHIA.ORG
Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Politeknik Negeri Jakarta.
Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia .
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas.
STMIK AKAKOM Yogyakarta .
Universitas Gajah Mada.
Universitas Pembangunan Nasbional “Veteran” Jakarta.
Universitas Airlangga.
Brawijaya University.
Universitas Darma Persada Jakarta.
Universitas Gunadarma.
Universitas Islam Indonesia.
Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Universitas Negri Malang.
Universitas Negeri Manado.
Universitas Negeri Semarang.
Universitas Pendidikan Indonesia.
Universitas Pertanian Bogor.
Institut Teknologi Nasional Malang.
Politeknik Negeri Ujung Pandang.
Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
STIE Nusantara.
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Universitas Klabat.
Universitas Malikussaleh.
Universitas Negeri Makasar.
Universitas Sriwijaya.
UPN Veteran Jawa Timur.

BERITA
1.Mukhtamar III IJABI 28 Februari – 1 Maret 2008. Tempat: Celebes Convention Center (CCC), Makassar. Peserta: 1.000 orang ahlul bait Indonesia, dan tokoh Syi’ah Timur Tengah dan Eropa. Pembicara: Syaikh Muhammad Salak, wakil Majma’ Ahlul Bait Teheran, Ayatullah DR. Sayyed Muhammad Musawi, pimpinan ahlul bait London. Dr. Jalaluddin Rachmat Ketua Dewan Syurah Ijabi Indonesia.

2. Server Terbesar Syiah Di-Hack.

Kelompok hacker yang beridentitas Group_Xp, tadi malam [Kamis, 18, Sep 2008] mengaku telah meng-hacker server Syiah terbesar di dunia melalui server Al-Baith [ns1.al-shia.com dan ns3.al-shia.com).

Dikatakan, kelompok hacker tersebut meninggalkan pesan berbahasa arab dan mengaku dari kelompok wahabi Emirat Arab. Selain itu mereka juga mengaku telah merusak semua situs-situs Syiah yang dinamai oleh mereka sebagai Rafidhah.

ULAMA RUJUKAN QOM
Di Qom terdapat 23 ulama yang bisa menjadi rujukan untuk diikuti. Di bawah ini beberapa marja’ yang cukup terkenal di Qom.

Ayatullah Sayyid Ali al-Khamenei, 68 tahun. Pemimpin besar (Rahbar) ini adalah pengganti Imam Khomeini.
Ayatullah Muhammad Imami Kasyani.
Ayatullah al-Uzhma Syeikh Muhammad Taqi Bahjat Fumani.
KERJA SAMA
Universitas Islam Alaudin Makasar dengan Yayasan Ahlul Bait, Iran tahun 2004 dengan program sisipan (sandwich program) kuliah tamu, bantuan buku-buku literatur Islam untuk mendukung pengkajian studi Islam

PENYIMPANGAN SYI’AH
1. Aqidah Syirik, menisbatkan sifat Ilahiyah kepada imam mereka seperti pemilik dunia akherat, rob bumi.
2. Aqidah Bada‘, yaitu keyakinan bahwa Allah mengetahui sesuatu setelah sebelumnya tidak mengetahuinya.
3. Aqidah Raj’ah, yaitu kembali hidup sesudah mati sebelum hari kiamat
4. Aqidah Taqiyyah, suatu perkataan dan perbuatan yang dilakukan tidak sesuai dengan keyakinan, untuk menghindari bahaya yang mengancam jiwa, harta, atau kehormatan.
5. Aqidah Kema’suman Para Imam.
a. Para imam mereka ma’sum (terjaga dari kesalahan dan dosa) serta mengetahui ilmu ghaib.
b. Para imam lebih utama dari para nabi dan rasul, dan mereka memiliki kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat dan para rasul.
6. Aqidah Syi’ah Tentang al-Qur’an. Dalam Al-Kafi I/239, disebutkan, bahwa: “Mushaf Fatimah itu ada dan tebalnya tiga kali lipat al-Qur’an kita, dan di dalamnya tidak ada satu huruf pun yang sama dengan al-Qur’an kita.”
7. Aqidah Kota Najaf dan Tanah Karbala.
a. Orang Syi’ah meyakini bahwa Najaf, Karbala, dan Qom sebagai tanah haram, karena terdapat kuburan para imam mereka.
b. Tanah Karbala, menurut orang Syi’ah, lebih utama daripada Ka’bah.
8. Nikah mut’ah dan keutamaannya.
a. Nikah mut’ah menjadi dasar ajaran Syi’ah, siapa mengingkarinya kafir.
b. Menikah mut’ah sekali akan menjadi ahli surga.
c. Orang yang meninggal dan belum pernah menikah mut’ah, akan datang pada hari kiamat dalam kondisi buntung.
d. Derajat orang yang menikah mut’ah sekali seperti Husain, dua kali seperti Hasan, tiga kali seperti Ali, dan tiga kali seperti Rasulullah SAW.
9. Penilaian Syi’ah terhadap selainnya (khususnya Ahlus Sunnah).
Orang bukan Syi’ah adalah buta mata dan hati, terlaknat, sesat dan menyesatkan, murtad, kafir
10. Pandangan Syi’ah Terhadap Ahlus Sunnah.
Syi’ah memandang halal harta dan darah Ahlus Sunnah, lebih kafir daripada Yahudi dan Nasrani.
Wanita Syi’ah tidak boleh dinikahkan dengan laki-laki Ahlus Sunnah, karena ia kafir.
11. Sumber Ajaran Syi’ah
Ajaran Syi’ah dibangun di atas Al-Qur’an dan as-sunnah sesuai dengan VERSI MEREKA, dan dibangun di atas MENYELISIHI AHLU SUNNAH.
12. Dalam Ibadah
a. Mereka memiliki adzan yang berbeda. Yaitu dengan tambahan syahadat menjadi empat, kalimat hayya ‘ala khairil ‘amal sesudah hai’alatain, dan lainnya.
b. Bersedekap membatalkan shalat, kecuali karena lupa atau taqiyyah (berpura-pura).
c. Mengucapkan amiin sesudah membaca al Fatihah membatalkan shalat, kecuali karena lupa atau taqiyyah.
d. Tidak shalat Maghrib kecuali sesudah bertebarannya bintang-bintang.

TENTANG IJABI (IKATAN JAMA’AH AHLUL BAIT INDONESIA)

Berdiri : 1 Juli 2000 di Bandung

Pendiri :

DR. Jalaluddin Rachmat.

DR. Dimitri Mahayana dari ITB.

DR. Hadi Suwastio

Ketua Dewan Syura : DR. Jalaluddin Rachmat.

Ketua Dewan Tanfidziyah: DR. Dimitri Mahayana.

Sekretaris umum: Emilia Az.

Mayoritas pengikutnya berpendidikan tinggi serta berasal dari kalangan pribumi.

Melarang pengikutnya nikah mut’ah. (http://mengintip-dunia.blogspot.com/2007/11/nikah-mutah-antara-kenikmatan-dan.html)
Tahun 2008:
a. Satu-satunya organisasi legal ahlulbait.
b. Tersebar di 33 propinsi, 84 cabang, 145 sub-cabang, 125 kantor lokal.
c. Jumlah anggota sekitar 2,5 juta anggota.
d. Memiliki 10 sekolah gratis dan 1 klinik gratis.

ISLAMIC CULTURAL CENTER INDONESIA
ِAlamat:
Buncit Raya Kav. 35 Pejaten Barat Jakarta 12510
PO.BOX 7335 jkspm 12073 Telp.: 021-7996767 Faks.: 7996777.
Visi:
Terwujudnya masyarakat islami yang tercerahkan spiritual dan intelektual dengan integritas tinggi dalam membuka cakrawala baru.
Dewan Pendiri
e. DR. Haidar Bagir.
f. Prof. DR. Jalaluddin Rakhmat.
g. Umar Shahab, MA
Direktur
Syaikh Mohsen Hakimollahi

MITRA
Departemen Agama.
Majelis Ulama Indonesia
Ormas keagamaan
Lembaga Swadaya Masyarakat
Lembaga Ahlul Bait dalam dan luar negeri
Media massa cetak dan elektronik
Perguruan tinggi.

Sumber dari: Gerakan Islam Transnasional dan Pengaruhnya di Indonesia (di-release dan diedarkan oleh BIN/Badan Intelejen Nasional)

Disebarluaskan Oleh:
Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd
(Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat)

Selama Ramadhan, Ulama Syiah Iran Lakukan Safari keliling Indonesia

Syiahindonesia.com - Sejumlah ulama Syiah Iran datang ke Indonesia untuk melakukan safari dakwah pada bulan Ramadhan.
Safari ke Indonesia ini merupakan bagian dari rangkaian perjalan dakwah ke Asia Timur.

Situs berbahasa Arab, Arabi21.com, pada Selasa (23/07/2014) laporan bahwa kantor berita Syiah Abna Iran mengungkapkan adanya kunjungan sejumlah dai Syiah ke Indonesia untuk menyebarkan faham Syiah pada bulan Ramadhan ini.

Menurut laporan tersebut, kunjungan ini untuk meningkatkan kerjasama kebudayaan dan keperluan menyebarkan Syiah.

Indonesia, menurutnya, menjadi target dakwah Syiah melalu pemberian beasiswa kepada pelajar Indonesia untuk studi di pusat-pusat studi Iran.

Dilaporkan juga dalam situs tersebut, bahwa Iran memberi beasiswa kepada pelajar putri.

Bahkan, di Indonesia telah didirikan perguruan tinggi khusus putri bernama Universitas al-Zahra. Perguruan ini merupakan cabang dari Universitas al-Zahra putrid di Teheran Iran.

Dalam laporan tersebut tidak disebutkan alamat dan kegiatan universitas al-Zahra di Indonesia.

Sementara dari Makasar sumber hidayatullah.com  melaporkan, ulama Syiah, Abul Hasan Ahmadi Shahrokhti, pada hari Selasa  berceramah ke Masjid Raya Makasar.

Dalam ceramahnya, Shahrokhti melemparkan kritik kepada pemimpin-pemimpin Arab. Di sisi lain, Shahrokhti dalam ceramah setelah tarawih tersebut memuji kelompok milisi dukungan Syiah, Hizbullah Libanon.

Sumber: Hidayatullah.com

Syiah Nushairiyah Bantai 6 Anak Dari 1 Keluarga yang Sama

SURIAH (syiahindonesia.com) - Enam anak, yang berasal dari satu keluarga yang sama, gugur dalam serangan udara oleh pasukan rezim haus
darah Bashar Assad di sebuah desa di provinsi utara Aleppo, sebuah kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (23/7).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengutip penduduk setempat, yang mengatakan bahwa tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan dari sebuah keluarga Muslim gugur dalam serangan pada Selasa di Wahsyiyah.

Desa ini terletak di daerah yang dikuasai Mujahidin di provinsi Aleppo, yang telah dilanda pemboman dari udara secara konstan sejak akhir tahun lalu. (Nisyi/SyiahIndonesia.com/Antiliberalnews.com)

Pernyataan Resmi Ahlus Sunnah Terhadap Keberadaan Syiah Di Indonesia

Muslimin Indonesia menolak keberadaan Syiah di Indonesia

Tabligh Akbar “Ahlussunnah Bersatu Menolak Syiah” di Masjid Al-Furqan, Jalan Kramat Raya 45 Jakarta Pusat, Jum’at (10/6/2011). Acara diskusi ini mengupas tentang sesatnya aliran Syi’ah. Banyak kalangan muda yang hadir pada diskusi ini, sehingga memenuhi ruang masjid Al-Furqon.

Para pembicara dalam acara tersebut adalah KH. A. Cholil Ridwan ( MUI  Pusat ), Habib Ahmad Zain Al Kaff (Yayasan Albayyinat dan PWNU Jatim), Ustadz Agus Tri Sundawi (Majelis Tabligh PP Muhammadiyuah), Idrus Ramli (PBNU dan  alumni Ponpes Sidogiri Jatim).

“Syi’ah adalah aliran politik dan politik ujung-ujungnya kekuasaan. Syi’ah menggunakan politik sebagai kendaraan untuk menggapai kekuasaan,” ungkap A. Cholil Ridwan, Ketua MUI Bidang Kebudayaan, dalam sambutannya membuka acara diskusi tersebut.“Di Malaysia Syi’ah dilarang, 129 aktivisnya dipenjara. Padahal Islam hanya 60 persen di Malaysia, tetapi Pemerintahnya tegas dalam menangani aliran sesat. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk melindungi aqidah umat Islam”, imbuh Kyai yang kental dengan aksen betawinya ini.


Senada dengan itu Habib Achmad Zein Alkaf, Ketua Bidang Organisasi Albayyinat menambahkan bahwa
pemasalahan aliran sesat syi’ah harus ada campur tangan pemerintah, karena mereka didukung oleh dana yang kuat  dan mempunyai jaringan internasional yang terorganisir.
 
 Untuk itu Habib Achmad, pengurus NU Jatim, menghimbau kepada pemerintah agar secepatnya mengambil sikap yang lebih tegas terhadap syi’ah.
“Kalau orang orang Syiah itu sungguh sungguh ingin Ber-Ukhuwwah Islamiyah dengan Ahlussunnah, mengapa mereka tidak Ber-ukhuwwah Islamiyah dengan Ahlussunnah yang ada di Iran ?”.“Berapa banyak ulama Sunni yang sampai sekarang mendekam dipenjara penjara di Iran, dan berapa banyak yang sudah dibantai oleh Rezim Khumaini”.“Mengapa yang dikirim ke Indonesia kok bukan ulama ulama yang Sunni dari Iran? Padahal Indonesia adalah Bumi Ahlussunnah, apa takut mereka membuka keadaan Ahlussunnah di Iran yang sangat tertekan ?”.
Begitu juga dengan Agus Tri Sundani dari Muhammadiyah yang menyampaikan bahwa  Muhammadiyah menolak Syi’ah dan akan berjuang terus untuk membasmi syi’ah
Sedangkan Idrus Ramli, pengurus NU Jatim yang tinggal di Jember, telah menyiapkan kader-kadernya untuk bisa berdebat dengan syi’ah. Karena pengalaman ustadz muda ini yang pernah didatangi seorang syi’ah yang tidak puas dengan ceramah yang disampaikan Idrus Ramli dalam sebuah acara pernikahan terkait dengan ahlul bait.
Akhirnya, acara ini ditutup dengan pernyataan sikap bersama ormas-ormas Islam Indonesia yang menyatakan Syi’ah berbahaya bagi agama, bangsa dan Negara. Juga mendesak pihak-pihak berwenang dengan tegas menyatakan syi’ah sebagai aliran sesat yang harus dilarang di Indonesia. (mzs)

بسم الله الرحمن الرحيم
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA AHLUSSUNNAH INDONESIA

Kami Ahlussunnah Indonesia menyatakan sikap bersama tentang keberadaan Syi’ah Imamiyyah Itsna ’Asyariyyah di Indonesia sebagai berikut:

MENIMBANG

1. Ajaran Ahlussunnah adalah Ajaran dan jalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan Sahabatnya hingga hari kiamat. (Qs An-Nisa’ 115 dan Al-Hasyr 7)

2. Siapapun yang tidak sesuai dan bahkan menyelisihi Ahlussunnah wal Jama’ah, berarti menyelisihi kebenaran, maka dia tersesat. (Qs. Yunus: 32 dan Al-An’am 55)

3. Ahlussunnah meyakini bahwa Al-Qur’anul Karim adalah Kitab yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetap terjaga dari penambahan dan pengurangan hingga hari kiamat (Qs Al-Hijr 9). Sedangkan Syi’ah meyakini bahwa Al- Qur’an yang ada terdapat pengurangan dan tidak otentik.

Ulama besar Syi’ah Husein bin Muhammad Taqi An Nuri At Tabarsi dalam kitabnya “Fashlul Khithob fi Itsbat Tahrif Kitab Rabbil arbab” berkata: “Ahlun Naqli Wal Atsar dari kalangan khusus (Syi’ah) dan umum (Ahlussunnah) sepakat bahwa Al-Qur’an yang di tangan umat Islam saat ini bukanlah Al-Qur’an seutuhnya”.

Dan Al-Qur’an versi Syi’ah disebut dengan mushhaf Fathimah berjumlah 17.000 ayat dan akan dibawa oleh Imam Mahdi (Al-Kafi juz, 2 hal. 597, cet Beirut dan Faslul Khithab hal 235).

4. Syi’ah menyelisihi Ahlussunnah dalam rukun iman. Ahlussunnah meyakini Rukun Iman ada Enam yaitu Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman Kitabkitab Allah, Iman kepada para Rasul Allah, Iman kepada Hari Kebangkitan, dan Iman kepada Qadar-Nya, baik ataupun buruk. Sedangkan Syi’ah meyakini bawa Rukun Iman ada 5 yaitu At Tauhid, An-Nubuwwah, Al-Imamah, Al-Adl, Al-Ma’ad.

5. Syi’ah menyelisihi Ahlussunnah dalam rukun Islam. Ahlussunnah meyakini Rukun Islam ada 5 yaitu dua kalimat Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji. Sedangkan Syi’ah meyakini bawa Rukun Islam ada 5 yaitu Shalat, Puasa, Zakat, Haji, dan wilayah, bahkan Al-wilayah lebih utama di banding rukun Islam lainnya dalam kitab Ushul Kafi.

6. Ahlussunnah telah sepakat bahwa Manusia yang terbaik dari umat ini setelah Rasulullah adalah Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq dan Sayyidina Umar radhiyallahu ‘anhuma. Sedangkan menurut Syi’ah mereka berdua adalah kafir dan dilaknat oleh Allah, para malaikat dan manusia. (Al-Kafi juz 8 hal. 246, Haqqul Yaqin hal. 367 dan 519)

7. Ahlussunnah sepakat bahwa Mut’ah hukumnya Haram. Sedang Syi’ah menghalalkan Mut’ah.

8. Ahlussunnah meyakini bahwa ‘Ishmah (kema’shuman) hanya dimiliki oleh para Nabi dan Rasul. Sedangkan Syi’ah meyakini bahwa ‘Ishmah juga dimiliki oleh para Imam mereka yang dua belas.

9. Syi’ah Imamiyyah Itsna ‘Asyariyah telah berdusta atas nama ahlul bait dalam hal menetapkan pokok-pokok ajaran.

10. Ahlussunnah (Umat Islam Indonesia) di mata orang Syi’ah adalah kafir (Murtad), anak zina, halal darah dan hartanya.

11. Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi’ah sebagai berikut: Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia. Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah” (pemerintahan)”, Majelis Ulama Indonesia mengimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah.

12. Surat Edaran Departemen Agama Nomor D/BA.01/4865/1983, tanggal 5 Desember 1983 perihal “Hal Ikhwal Mengenai Golongan Syi’ah.”

13. Pada poin ke-5 tentang Syi’ah Imamiyah (yang di Iran dan juga merembes ke Indonesia, red) disebutkan sejumlah perbedaannya dengan Islam. Lalu dalam Surat Edaran Departemen Agama itu dinyatakan sbb: “Semua itu tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. Dalam ajaran Syi’ah Imamiyah pikiran tak dapat berkembang, ijtihad tidak boleh. Semuanya harus menunggu dan tergantung pada imam. Antara manusia biasa dan Imam ada gap atau jarak yang menganga lebar, yang merupakan tempat subur untuk segala macam khurafat dan takhayul yang menyimpang dari ajaran Islam.” (Surat Edaran Departemen Agama No: D/BA.01/4865/1983, Tanggal: 5 Desember 1983, Tentang: Hal Ikhwal Mengenai Golongan Syi’ah, butir ke 5).

MENYATAKAN

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas dan pandangan dari para narasumber, yang mewakili ormas-ormas Islam, mengambil kesimpulan dan menyatakan bahwa:

1. Ahlussunnah tidak dapat dipersatukan dengan Syi’ah, karena berbeda dalam Ushuluddin (Aqidah/Tauhid).

2. Syi’ah berbahaya bagi agama, bangsa dan negara.

3. Mendesak MUI untuk mengeluarkan fatwa lagi tentang sesatnya Syi’ah secara tegas.

4. Mendesak Pemerintah agar melarang Syi’ah dan aktivitasnya di seluruh wilayah Indonesia, agar tidak timbul konflik seperti di Irak, Yaman, Pakistan dan Negara lain.

5. Kami Ahlussunnah (Muslimin Indonesia) sangat menolak keras MUHSIN (Forum Ukhuwah Sunni-Syi’ah Indonesia) yang digagas beberapa waktu yang lalu oleh aktivis-aktivis Syi’ah dan oknum yang mengatasnamakan Muslimin Indonesia di Jakarta.

Jakarta, Jum’at 8 Rajab 1432 H / 10 Juni 2011
AHLUSSUNNAH INDONESIA


Yang Membuat Pernyataan, 
PP  Muhammadiyah   (Agus Tri Sundani)
Nahdlatul ‘Ulama  (M. Idrus Ramli)
Al-Bayyinat  (Achmad Zein Alkaf)
Dewan  Dakwah  Islamiyah  Indonesia  (DDII) (Amlir Syaifa Yasin)
Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI)(KH.Cholil Ridwan,Lc)
Persis  (Persatuan Islam) (Tiar Anwar Bakhtiar)
Perhimpunan Al-Irsyad  (Aminullah)
Lembaga Tarbiyah Islamiyyah  (Arif Munandar R.)
Gema Salam (Abdurrahman Humaidan)
Pemuda Al-Irsyad Al-Islamiyah  (Fahmi.B.)
Hidayatullah  (P Gadiman Djojonegoro)
Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (HASMI)  (Aby Fadel)
KOEPAS  (M Rizal.S)
PP. Jum’iyyah An-Najat  (Muhammad Faisal, S Pd. M.MPd)
PP. Jam’iyah Ukhuwah Islamiyah (Abdul Malik Akbar)

Sumber: Albayyinat.net


Hadirin sedang mendengarkan “Bahayanya Syiah”
dari Nara Sumber.
Ini Pernyataan Sikap Ahlussunnah Indonesia terhadap Syiah. Kata Habib Achmad Zein Alkaf

IJABI Datangkan Ulama Syiah Iran Di Masjid Raya Makassar

Untuk menarik simpati Muslimin Makassar, IJABI kembali mendatangkan seorang ulama aliran sesat Syiah dari Iran ke kota ini, kemarin, selasa, 22/7.

Jika ramadhan tahun lalu ulama mereka menggelar seminar al-Qur’an di Gedung Graha Pena, kantor Harian Fajar di Jl. Urip Sumoharjo, maka tahun ini ulamanya dibawa bertandang ke redaksi Tribun Timur dan juga Masjid Raya Makassar.

Di Masjid Raya, Hujjatulislam Dr. Abul Hasan Ahmadi Shahrokhti disambut oleh ketua MUI Makassar, Dr. Mustamin Arsyad, Lc., MA.
Dalam sambutannya di hadapan jamaah masjid Raya, Ketua MUI ini mengatakan, “Beliau ini adalah tamu saya. Tamu Majelis Ulama Indonesia Makassar. Beliau ini orang yang memiliki kapabilitas. Diakui oleh para ulama di Iran.”

Tema yang dibawakan dalam ceramah tarwihnya berkaitan dengan al-Qur’an dan Palestina. Bisa jadi ini salah satu trik Syiah untuk mengambil hati kaum muslimin dengan mengangkat tema solidaritas untuk Palestina. Hal ini karena fakta yang ada dilapangan, justru ormas Syiah yang ada di wilayah itu pro Yahudi Israel untuk kemudian membantu dalam menyingkirkan kaum muslimin di Palestina, Hizbullah misalnya.

Terlebih lagi tema tentang al-Quran. Betapa Syiah mengklaim al-Quran yang ada sekarang telah mengalami distorsi, sehingga keontetikannya perlu dipertanyakan lantaran yang membukukan al-Quran adalah para sahabat yang mereka klaim sebagai orang-orang yang "murtad".

Apakah ini taqiyah? Bisa jadi! Karena bagi syiah, menyembunyikan agama dan doktrin bagi mereka adalah masuk dari bagian aqidah.

Berikut beberapa ceramah yang sejatinya bertentangan dengan keyakinan mereka sendiri:
“Seandainya negara-negara arab mengembargo minyaknya kepada Israel, namun disayangkan tidak hanya (tidak mau) mengembargo, bahkan memusuhi gerakan-gerakan perlawanan kepada Israel. Siapa yang mempersenjatai Hizbullah Lebanon.  Siapa yang melemahkan Negara Suriah yang merupakan Negara yang terdepan melawan Israel. Siapa yang melemahkan mereka. Sebagian Negara-negara arab mempersenjatai kelompok-kelompok extrem, memberikan dana besar-besaran kepada mereka untuk melemahkan bangsa yang terdepan melawan Israel.” Ujarnya dengan semangat.

“Islam yang mengajarkan untuk membunuh saudara muslimnya, itu bukan Islam. Ini sebenarnya konspirasi barat untuk memusuhi Islam yang ingin menghadap-hadapkan, mengkonfrontasikan sesama muslim. Memperbesar perbedaan antara sunni dan syiah, untuk mereka ambil manfaat dari pertempuran dan pertikaian tersebut.” Lanjut ulama muda negara Syiah iran ini.

“Hari jumat yang akan kita hadapi ini, sebagai hari jumat terakhir bulan ramadhan. Imam Khomeini mendeklarasikannya sebagai hari Quds sedunia. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada setiap jamaah yang memberikan kehormatan ini, terkhusus kepada Dr. Mustamin Arsyad, Lc,. MA., untuk dapat menyampaikan pesan-pesan al-Qur’an kepada saudara-saudara saya di Makassar di Masjid Raya kota ini. HIduplah Islam. Hiduplah islam. Hiduplah Negara-negara Islam. Hiduplah bangsa yang tertindas Palestina. Hiduplah Negara Islam Iran.” Ahmad Shahrokhti menutup ceramahnya.
(Nisyi/lppimakassar.com/SyiahIndonesia.com)