Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Amerika Serikat sedang bersiap untuk menunjuk Korps Garda Revolusi (IRGC) atau Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris asing.

Jika langkah itu benar-benar ditempuh, maka itu akan menandai pertama kalinya AS menyebut militer negara lain sebagai kelompok teroris.

Menurut CNBC, keputusan itu diperkirakan akan diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS paling cepat hari Senin.

Informasi itu datang dari tiga sumber di pemerintahan AS yang tidak disebutkan namanya.

Namun untuk saat ini, Pentagon, Departemen Luar Negeri AS dan Gedung Putih menolak berkomentar mengenai isu tersebut.

Pengumuman itu akan datang menjelang satu tahun penarikan AS dari perjanjian nuklir 2015 dengan Iran, dan memberlakukan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran.

Saat ini, Amerika Serikat telah memasukkan puluhan entitas dan orang yang berafiliasi dengan IRGC ke dalam daftar hitam. Tapi tidak mencakup organisasi secara keseluruhan.

Sementara itu, Iran telah mengeluarkan peringatan jika Amerika Serikat menyebut IRGC sebagai organisasi teror.

Ancaman seperti itu sangat tidak menyenangkan bagi pasukan AS di tempat-tempat seperti Irak, di mana milisi Syiah yang berpusat di Iran berada berdekatan dengan pasukan AS.

Kekuatan IRGC

Garda Revolusi Iran didirikan setelah Revolusi 1979 untuk melindungi sistem pemerintahan Syiah.

IRGC adalah organisasi keamanan paling kuat Iran, memiliki kendali atas sektor-sektor ekonomi Iran dan memiliki pengaruh besar dalam sistem politiknya.

IRGC diperkirakan memiliki militer berkekuatan 125.000 unit tentara, angkatan laut, dan udara.

IRGC telah membentuk unit yang disebut Pasukan Quds IRGC, yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Qassem Soleimani, dan beroperasi di luar Iran.

Unit ini telah menarik banyak perhatian Washington atas perannya di tempat-tempat seperti Suriah, Yaman dan Irak. News.rakyatku.com

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: