Breaking News
Loading...

Bagaimana Syiah Menggunakan Propaganda Media untuk Menyesatkan Umat?

Syiahindonesia.com - Di era modern, perang pemikiran tidak lagi dilakukan dengan senjata, melainkan melalui opini, narasi, dan citra yang dibangun secara sistematis lewat media. Syiah memahami betul kekuatan propaganda media sebagai alat untuk memengaruhi persepsi umat Islam, khususnya di negara-negara mayoritas Sunni seperti Indonesia. Melalui media cetak, elektronik, dan digital, ajaran Syiah dikemas dengan bahasa halus, simbol emosional, dan klaim ilmiah yang tampak meyakinkan, namun pada hakikatnya menanamkan doktrin yang menyimpang dari Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat Nabi ﷺ.


Media sebagai Senjata Ideologis Syiah

Media bagi Syiah bukan sekadar sarana informasi, melainkan instrumen ideologis yang dirancang untuk membentuk opini publik. Dengan menguasai narasi, mereka berupaya mengubah cara umat Islam memandang sejarah, sahabat Nabi ﷺ, dan konsep-konsep dasar akidah. Propaganda media ini dijalankan secara terencana, berlapis, dan berjangka panjang, sehingga dampaknya sering kali tidak disadari oleh masyarakat awam.

Islam telah memperingatkan umat agar berhati-hati terhadap informasi yang disebarkan tanpa kejelasan sumber dan kebenaran. Allah Ta’ala berfirman:

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Ayat ini menjadi prinsip utama dalam menyikapi propaganda media yang sarat kepentingan ideologis.


Pengemasan Narasi Sejarah yang Dipelintir

Salah satu strategi propaganda media Syiah adalah memelintir sejarah Islam. Peristiwa-peristiwa tertentu, seperti Karbala, diangkat secara berlebihan dan emosional, sementara konteks sejarah yang utuh dihilangkan. Media Syiah sering menggambarkan sejarah Islam seolah-olah dipenuhi pengkhianatan para sahabat terhadap Ahlul Bait, sehingga membentuk citra negatif terhadap mayoritas umat Islam.

Narasi ini diulang-ulang melalui artikel, film dokumenter, serial drama, dan konten visual lainnya, hingga kebohongan terasa seperti kebenaran. Padahal Rasulullah ﷺ telah mengingatkan bahaya berdusta atas nama agama:

« مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ »
“Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Pencitraan Moderat untuk Menipu Umat

Propaganda media Syiah sering menampilkan citra moderat dan toleran di permukaan. Mereka menggunakan istilah persatuan, cinta Ahlul Bait, dan dialog antarmazhab untuk menarik simpati umat Islam. Namun, di balik citra tersebut, doktrin inti Syiah seperti penghinaan terhadap sahabat, imamah, dan tahrif makna ayat Al-Qur’an tetap disebarkan secara perlahan.

Strategi ini bertujuan menurunkan kewaspadaan umat Islam, sehingga ajaran menyimpang dapat masuk tanpa perlawanan intelektual yang memadai.


Pemanfaatan Film, Serial, dan Konten Visual

Syiah sangat aktif memanfaatkan film, serial televisi, dan konten visual sebagai alat propaganda. Media visual dipilih karena memiliki daya pengaruh emosional yang kuat. Tokoh-tokoh sahabat tertentu digambarkan negatif, sementara imam-imam Syiah ditampilkan sebagai figur suci, tertindas, dan heroik.

Metode ini sangat berbahaya karena emosi sering kali mengalahkan logika dan kajian ilmiah. Umat yang terpapar konten semacam ini tanpa dasar ilmu yang kuat akan mudah terseret pada simpati ideologis yang keliru.


Media Digital dan Algoritma Propaganda

Di era media sosial, Syiah memanfaatkan algoritma platform digital untuk memperluas jangkauan propaganda. Konten yang bersifat provokatif, emosional, dan kontroversial sengaja dibuat agar mudah viral. Akun-akun anonim dan jaringan buzzer digunakan untuk memperkuat narasi tertentu, sehingga tampak seolah-olah didukung oleh banyak pihak.

Padahal Allah Ta’ala melarang mengikuti mayoritas jika mereka tidak berada di atas kebenaran:

﴿ وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ﴾
“Jika kamu menuruti kebanyakan orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Al-An’am: 116)


Dampak Propaganda Media Syiah bagi Umat Islam

Propaganda media Syiah menimbulkan kebingungan akidah, melemahkan kepercayaan terhadap ulama Ahlus Sunnah, dan merusak persatuan umat. Banyak umat Islam, khususnya generasi muda, mulai mempertanyakan hal-hal yang sudah menjadi ijma’ umat selama berabad-abad, hanya karena terpengaruh narasi media yang menyesatkan.

Jika tidak diantisipasi, propaganda ini dapat menciptakan perpecahan ideologis yang berkepanjangan di tengah umat Islam Indonesia.


Sikap Umat Islam Menghadapi Propaganda Media

Menghadapi propaganda media Syiah, umat Islam dituntut untuk meningkatkan literasi keislaman, memperkuat rujukan kepada ulama yang lurus akidahnya, dan tidak mudah terpancing oleh konten emosional. Prinsip tabayyun, kehati-hatian, dan kembali kepada Al-Qur’an serta Sunnah sesuai pemahaman para sahabat adalah benteng utama dari kesesatan media.


Penutup

Propaganda media adalah senjata utama Syiah dalam menyebarkan ajaran mereka di era modern. Dengan memelintir sejarah, memanipulasi emosi, dan membangun citra palsu, umat Islam diarahkan menjauh dari akidah yang murni. Menyadari strategi ini merupakan langkah penting untuk menjaga kemurnian Islam dan melindungi umat dari ajaran yang menyimpang. Islam yang lurus tidak membutuhkan propaganda, karena kebenaran akan selalu tampak bagi mereka yang mau mencari ilmu dengan jujur.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 komentar: