Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Hudaydah – Milisi pemberontak Syiah Hutsi dikabarkan mengeksekusi 31 anggotanya yang menyerah setelah terkepung di kota Drehami, provinsi Hudaydah. Mereka dituduh berkhianat dan berhak dieksekusi.

Juru bicara operasi pembebasan Hudaydah, Waddah Aldabish, pada Ahad (31/03/2019), mengatakan bahwa para pemberontak yang terperangkap di dalam kota Drehami beberapa hari yang lalu menyampaikan kepada para komandan pasukan pro pemerintah ingin menyerahkan diri.

Akan tetapi, sebuah perintah dari para komandan pemberontak terungkap telah dilaksanakan eksekusi terhadap orang-orang yang ingin menyerahkan diri. Mereka dituduh berkhianat.

Dia menunjukkan bahwa eksekusi itu dilakukan di lokasi proyek sumur di kota Drehami secara brutal. Mayat-mayat mereka dikubur di belakang sebuah sekolah.

Menurut koordinasi yang berlangsung beberapa hari antara para pemimpin infantri Brigade Ketiga dan pasukan Syiah Hutsi yang terkepung, mereka seharusnya keluar dari kota itu pada tanggal 26 Maret, namun sampai hari ini tak ada satupun yang keluar.

“Para pemberontak memenjarakan para militan selama dua hari setelah salah satu dari mereka mengungkapkan kepada para pemimpin pemberontak di Hudaydah rencana menyerahkan diri, diikuti dengan perintah untuk eksekusi mereka semua,” ungkap Aldabish.

Patut dicatat bahwa pasukan gabungan melakukan pengepungan terhadap para pemberontak yang berlokasi di dalam lingkungan perumahan di kota Durahmi pusat Direktorat Durahmi, selatan kota Hodeidah. Kiblat.net

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: