Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pertukaran tahanan besar telah terjadi antara koalisi Saudi dan kelompok bersenjata Syiah Houthi di Yaman, Aljazeera melaporkan hari ini.

Koalisi Saudi membebaskan 70 tahanan Houthi ditukar dengan 40 tahanan yang ditahan oleh Houthi. Kesepatakan itu menegaskan bahwa kedua pihak yang berperang sedang bernegosiasi, ideal dengan proses politik yang didukung PBB.

Berita itu datang ketika Tentara Nasional Yaman mengumumkan penangkapan tujuh ahli militer Hizbullah Libanon di markas Houthi di Saada, Yaman utara kemarin. Meskipun ini pertama kalinya Hizbullah Libanon disebut dalam perang sipil Yaman, Kolonel Turki Al-Maliki, juru bicara koalisi Saudi, mengklaim bahwa ini “bukan pertama kalinya” pasukan semacam itu terbunuh di Yaman, menurut Arab News dikutip Middle East Monitor.

Pada awal konflik Yaman, muncul dugaan bahwa Garda Revolusi Iran telah melatih Houthi di Yaman utara.

April lalu Houthi membebaskan sekitar 18 anggota Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) dalam kesepakatan antara kedua kelompok. Kesepatakan itu dicapai untuk membantu AQAP dalam pertempuran kecil yang meningkat di Al-Baydah, Yaman selatan, dengan koalisi Saudi.

Koalisi Saudi diundang oleh presiden Yaman yang diakui secara internasional, Abd Rabbuh Mansur Hadi, untuk menetralisir ancaman Houthi pada Maret 2015.

Hari Rabu, mereka terus berperang untuk merebut pelabuhan Hudaidah dalam operasi bersandi “Kemenangan Emas”. PBB telah memperingatkan bahwa nyawa 250.000 penduduk sipil Yaman akan hancur sebagai akibat dari operasi militer untuk merebut kembali jalur air penting tersebut.

Uni Emirat Arab (UAE), bagian dari koalisi Saudi, menyangkal tuduhan pada minggu lalu bahwa negaranya mengoperasikan penjara rahasia di sepanjang Yaman yang menyiksa para tahanannya.

Associated Press  mengungkap bahwa personel UAE secara langsung terlibat dalam penyiksaan seksual para tahanan di 18 penjara berbeda.

Pada tahun lalu, Human Rights Watch telah menuduh UAE menjalankan ruang penyiksaan pribadi di seluruh Yaman, dan mencatat 49 kasus termasuk melibatkan anak-anak yang ditahan sewenang-wenang atau yang hilang di Aden atau Hadramaut. Hidayatullah.com

0 komentar: