Breaking News
Loading...

Pertama Kali, Kejahatan Rezim Assad Diadili di Jerman
Syiahindonesia.com, Koblenz – Pengadilan pertama yang pernah dilakukan di seluruh dunia tentang kejahatan rezim terhadap kemanusiaan dimulai di Koblenz, Jerman pada hari Kamis (23/04/2020).

Dua mantan perwira intelijen rezim Suriah, yang ditangkap di Jerman tahun lalu, didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum Federal terkait penyiksaan ratusan orang di fasilitas penahanan Al-Khatib di Damaskus.

“Persidangan Al-Khatib mulai hari ini di Jerman sangat penting di seluruh dunia,” kata Wolfgang Kaleck, sekretaris jenderal Pusat Eropa untuk Konstitusi dan Hak Asasi Manusia (ECCHR).

“Penyelidikan sistematis kejahatan pemerintah Assad adalah awal. Ini awal,” tegasnya.

Patrick Kroker, seorang pengacara yang mewakili orang yang selamat dari penyiksaan, mengatakan pengadilan hari ini untuk memaparkan bukti, mendengarkan kesaksian dari hampir 20 warga Suriah yang ditahan di penjara rezim.

“Ini langkah kecil, dan hanya langkah pertama. Tetapi ini adalah langkah bersejarah bagi keadilan bagi Suriah,” tegasnya. Wassim Mukdad, salah satu korban yang bersaksi di depan pengadilan, mengatakan kepada wartawan bahwa persidangan diikuti oleh jutaan warga Suriah.

“Pengadilan ini tidak hanya penting untuk saya sendiri. Ini penting bagi ribuan korban – mereka yang masih dalam tahanan dan mereka yang tidak selamat. Kami menginginkan keadilan untuk semua. Ini keadilan bagi kemanusiaan,” katanya.

Setelah sidang pertama pada hari Kamis, persidangan akan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang dengan pengajuan tertulis dari kedua terdakwa.

Anwar R. (57) adalah pejabat senior Direktorat Intelijen Umum Suriah hingga September 2012. Ia disebut melakukan pembunuhan dalam 58 kasus, dan menyiksa setidaknya 4.000 orang di fasilitas penahanan Al-Khatib.

Rekannya, Eyad A. (43) bekerja di subdivisi intelijen Suriah antara Juli 2011 dan Januari 2012. Dia dituduh membantu dan bersekongkol dengan kejahatan terhadap kemanusiaan. kiblat.net

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: