Breaking News
Loading...



Bagiamana Para Rahib Syiah Menafsirkan Quran Ingin Tahu, Ingin Tahu ?

Oleh Zulkarnain El-Madury

Tidak wajar kalau sekedar mengenal Syiah karena Iba pada pembunuhan Husein, dan pelecehan keluarga Rasulullah oleh para sahabat Nabi, sebagaimana tuduhan para ahbar Persia Dan Syiahnya yang mengumpat para sahabat Nabi sebagai pecundang dan murtad dari dari agama Muhammad. Sebuah tuduhan yang miris dan mendebarkan, karena rata rata hanya umbar syahwat Persia yang memang mendendam cukup lama dengan melapangkan kebencian pada Abu Bakar dan Umar. Tafsir tafsirnya ikut terbawa emosi kebencian hingga mencapai tingkat musyrikin sebelum Islam datang. Karena mereka mensejajarkan Ali dan Allah dalam tafsir tafsirnya.

Bebarapa tafsir yang ditulis oleh beberapa Rahib Syiah, akut kesyirikannya mencapai stadium 5, hingga titik kulminasi yang menghapus syahadatnya sebagai orang Islam. Berikut ini tafsir mereka Syaikh kaum Syiah Mirza Muhammad Taqi dalam kitabnya “Sahifatul Abrar” (1/244)::

 Ayat Az-Zumar 39 

وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا
"Bumi terang benderang dengan cahaya tuhannya" , coba perhatikan gambar tafsir Rahim syiah diatas : Rabbi al Ardha" artinya adalah Imam Di Bumi

An-Nahal 51 :
لَا تَتَّخِذُوا إِلَهَيْنِ اثْنَيْنِ إِنَّمَا هُوَ إِلَهٌ وَاحِدٌ
"Jangan engkau bertuhankan dua tuhan, karena sesungguhnya Allah itu adalah Tuhan Yang Esa"

Kata Rahib Penafsir : "Jangan engkau jadikan dua Imam, sesungguhnya Imammu itu yang Esa" [ Maksudnya adalah Ali [ Ini ajaran Musyrik Syiah, menempatkan Ali bin Abi Thalib sebagai Imamun dalam makna Allah, bukankah kesyirikan yang besar ?]


Coba lihat lagi : Sesungguhnya berita tentang tafsir ayat ini mendekati Mutawatir, bahwasanya perbuatan Syirik, menyekutukan Wilayah Amirul Mukminin, adalah syirik kepada Allah, dan kafir, maknanya kafir kepada Allah. bahwasanya yang menjadikan selainnya [Ali ] Imam, maka telah syirik dan kafir kepada Allah, yang bermakna telah menciptakan Tuhan lain selain Allah.
Itu musyrikin Syiah menyamakan Ali dengan Allah, naudzubillah min dzalik, paham seperti ini masih saja digemari oleh mannusia yang berperadaban moderen, masih percaya kitab klenek, kitab yang memauat berhala atau serikat serikat dan sekutu sebagaimana jaman musyrik dulu, yang pernah ada di jaman nabi, kalau dijaman nabi , Patung disamakan dengan Allah, dijaman Syiah moderen Ali disamakan dengan Allah. 



0 comments: