Breaking News
Loading...

Syiah dan Upaya Mereka Menghilangkan Jejak Sejarah Islam yang Benar

Syiahindonesia.com - Salah satu strategi paling sistematis yang dilakukan oleh Syiah dalam rangka menyebarkan paham mereka adalah dengan melakukan rekonstruksi sejarah Islam secara sepihak, manipulatif, dan sarat kepentingan ideologis, sehingga jejak sejarah Islam yang benar sebagaimana dipahami oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah perlahan-lahan dihapus, diganti, atau dikaburkan melalui narasi alternatif yang menyesatkan. Upaya ini tidak dilakukan secara terang-terangan semata, melainkan melalui penulisan ulang sejarah, seleksi riwayat yang tidak jujur, pengagungan tokoh tertentu secara berlebihan, serta pengaburan peran sahabat Nabi ﷺ yang justru menjadi fondasi utama transmisi Al-Qur’an dan Sunnah. Jika metode ini tidak diantisipasi dengan ilmu dan kewaspadaan, maka umat Islam—termasuk di Indonesia—akan kehilangan pijakan sejarah yang autentik dan akhirnya mudah diarahkan pada kesimpulan akidah yang menyimpang.

Sejarah Islam sebagai Pilar Akidah dan Keilmuan

Dalam Islam, sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi bagian integral dari akidah dan keilmuan umat. Al-Qur’an, Sunnah, serta praktik keagamaan yang sahih sampai kepada generasi setelahnya melalui para sahabat Nabi ﷺ dan generasi tabi’in yang mengambil ilmu dari mereka. Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ
“Sungguh Allah telah ridha kepada orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon.” (QS. Al-Fath: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah meridhai para sahabat yang hadir dalam peristiwa besar sejarah Islam, dan keridhaan Allah merupakan legitimasi ilahi atas integritas iman dan kejujuran mereka. Oleh karena itu, setiap upaya untuk merusak reputasi sahabat sejatinya adalah upaya merusak fondasi sejarah Islam itu sendiri.

Metode Syiah dalam Mengaburkan Sejarah Islam

Syiah memiliki pola khas dalam mengaburkan sejarah Islam, yaitu dengan cara memilih peristiwa-peristiwa konflik, memperbesar sisi emosionalnya, lalu menafsirkannya dengan kacamata doktrin imamah. Peristiwa-peristiwa seperti Saqifah Bani Sa’idah, terbunuhnya Utsman bin Affan رضي الله عنه, Perang Jamal, dan Perang Shiffin terus-menerus diulang dengan narasi yang menyudutkan mayoritas sahabat dan menempatkan tokoh-tokoh tertentu sebagai satu-satunya representasi kebenaran mutlak.

Dalam narasi ini, fakta-fakta sejarah yang menunjukkan persatuan, kerja sama, dan saling menghormati di antara para sahabat sengaja dihilangkan. Riwayat-riwayat shahih yang menunjukkan keharmonisan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dengan Abu Bakar, Umar, dan Utsman diabaikan, sementara riwayat-riwayat lemah atau palsu yang sarat provokasi justru diangkat dan disebarluaskan.

Penghapusan Peran Sahabat dalam Transmisi Islam

Salah satu dampak paling berbahaya dari upaya Syiah ini adalah penghapusan peran sahabat dalam transmisi Islam. Padahal, Al-Qur’an dan Sunnah sampai kepada umat Islam melalui mereka. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ
“Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya salah seorang di antara kalian berinfak emas sebesar Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud atau setengahnya dari infak mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan sahabat di sisi Rasulullah ﷺ. Namun Syiah justru berusaha menghilangkan legitimasi ilmiah dan spiritual para sahabat dengan menuduh mereka sebagai pengkhianat, pendusta, atau perampas hak, sehingga umat diarahkan untuk hanya menerima versi sejarah yang sesuai dengan doktrin mereka.

Rekonstruksi Sejarah demi Pembenaran Doktrin Imamah

Tujuan akhir dari pengaburan sejarah Islam oleh Syiah adalah pembenaran konsep imamah, sebuah doktrin sentral yang tidak memiliki landasan eksplisit dalam Al-Qur’an. Untuk menopang doktrin ini, sejarah Islam harus “disesuaikan” agar tampak sejalan dengan klaim mereka. Oleh sebab itu, sejarah khulafaur rasyidin selain Ali رضي الله عنه digambarkan sebagai periode penyimpangan, sementara sejarah setelahnya dikonstruksi sebagai rangkaian kezaliman terhadap Ahlul Bait.

Padahal, para ulama Ahlus Sunnah menegaskan bahwa kepemimpinan Abu Bakar, Umar, dan Utsman رضي الله عنهم adalah sah, adil, dan membawa kemaslahatan besar bagi umat Islam. Kejayaan Islam, perluasan wilayah, serta kokohnya fondasi keilmuan Islam justru terjadi pada masa mereka, sebuah fakta sejarah yang sulit dibantah oleh data ilmiah yang jujur.

Dampak Pengaburan Sejarah bagi Umat Islam Indonesia

Di Indonesia, pengaburan sejarah Islam ala Syiah sering dikemas dalam bentuk buku sejarah alternatif, konten digital, diskusi akademik semu, hingga narasi budaya dan sastra yang tampak netral. Namun di balik itu, terdapat agenda ideologis yang berpotensi merusak pemahaman generasi muda Muslim terhadap sejarah Islam yang autentik. Ketika sejarah telah dibengkokkan, maka akidah pun akan ikut tergelincir, karena umat kehilangan figur teladan yang benar dalam memahami agama.

Oleh karena itu, penguatan literasi sejarah Islam berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah menjadi sangat penting. Sejarah harus dipelajari dengan metode ilmiah yang jujur, mengacu pada sumber-sumber yang kredibel, serta dipandu oleh adab ilmiah dalam menyikapi perbedaan dan konflik masa lalu.

Penutup

Upaya Syiah menghilangkan jejak sejarah Islam yang benar bukanlah persoalan sepele, melainkan proyek ideologis yang berdampak langsung pada akidah, keilmuan, dan persatuan umat Islam. Dengan mengaburkan peran sahabat dan merekonstruksi sejarah demi kepentingan doktrin imamah, Syiah berusaha mencabut umat dari akar sejarahnya yang sahih. Jalan keselamatan bagi umat Islam Indonesia adalah kembali kepada Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, serta bersikap kritis dan waspada terhadap setiap narasi sejarah yang bertentangan dengan sumber-sumber Islam yang otentik.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 komentar: