Breaking News
Loading...

Emilia Renita berfoto bersama para pengikut Syiah di Tugu Proklamasi, 17 Agustus 2015
Syiahindonesia.com - Pasca mencuatnya kasus penyerbuan Syiah ke kampung Majelis Az-Zikra, pimpinan Ustadz Arifin Ilham, di Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu  (11/02/2015), seorang Citizen Reporter semakin tertarik dengan informasi eksistensi kelompok Syiah di Indonesia. Momentum datang ketika saya bisa bertemu dengan seorang Ulama dalam sebuah pengajian belum lama ini (tidak akan saya sebutkan namanya, demi keamanan beliau).

Menurut Ulama yang cukup punya nama dikalangan aktivis Islam ini, Indonesia mayoritas Islam Sunni, tapi posisinya di ujung tanduk.

Menurut beliau, dari data Badan Intelijen Negara (BIN) yang diterimanya, Indonesia akan menjadi Suriah kedua pada tahun 2018-2020. Kelompok Syiah di Indnesia saat ini sedang menyusun kekuatan untuk melakukan sebuah "Revolusi" di Indonesia pada 2018.

"Saat ini di Indonesia, kaum Syiah sudah memiliki 10 ribu pemuda yang terlatih secara militer. Mereka dilatih oleh para Imigran gelap dari Timur Tengah yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Jumlah Imigran gelap Syiah sejumlah 6500 orang (yang tercatat), mereka berbadan tegap dengan style militer. Ada info mereka sengaja didatangkan ke Indonesia atas bantuan Intelijen AS dan dedengkot Syiah Indonesia". Ungkap beliau.

Katanya, untuk mempersiapkan revolusi mereka, tahun ini ada ulama Syiah asal Indonesia akan pulang dari Iran (se-level Ayatullah), dibarengi 4000 pelajar Indonesia bergelar Master yang mendapat beasiswa dari Iran.

"Ini data intelijen yang valid". Tegasnya.

Beliau menambahkan, para Ulama, merasa kecewa dengan Menteri Agama Indonesia sekarang, karena tidak memberi kata sambutan dalam buku tentang kesesatan ajaran Syiah yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun beliau (Menteri Agama-Red) malah memberikan kata sambutan dalam buku tandingan yang dikeluarkan oleh Kelompok penganut Syiah Indonesia.

"Akhirnya, Menteri Agama mengakui kekeliruannya, dan meminta maaf secara terbuka kepada Ummat Islam karena khilap telah memberikan kata sambutan dalam buku yang diterbitkan kelompok Syiah Indonesia" Ungkap Ulama yang lama bermukim di Mesir dan jebolan Universitas Al-Azhar ini.

Beliau menghimbau kaum Muslimin, agar  menjaga keluarga dari bahaya ajaran sesat Syiah.

"Kita jaga anak-anak kita, khususnya para Muslimah Sunni, agar tidak terpengaruh ajaran Syiah. Jangan remehkan kekuatan Syiah, mereka sudah merebut Suriah, Irak, Lebanon dan Yaman. Mereka saat ini sedang mencoba kudeta di Bahrain, Kuwait dan AlJazair" Pungkasnya.

Benarkah Kelompok Syiah akan melakukan makar di Indonesia? Diluar benar tidaknya, kita harus tetap waspada. Belajar dari pengalaman di Suriah, Irak dan Yaman, negara-negara tersebut mayoritas beragama Islam Sunni, namun sekarang pemerintahannya dikuasai oleh Kelompok Syiah. Mungkin saja terjadi di Indonesia...Ingat rakyat Iran dulu mayoritas beragama Islam Sunni selama berabad-abad. (kompasiana.com/nisyi/syiahindonesia.com)

Muhammad Ridwan-Citizen Reporter di www.mediawarga.info

0 comments: