Breaking News
Loading...


Oleh Zulkarnain elmadury

Lantunan Sumbang vokalis vokalis Syiah terhadap sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lebih merupakan bukti kesesatan mereka sebagai Penganut Agama Persia baru. Kalau ada orang yang paling berani di dalam mengumbar ujaran kebencian terhadap orang-orang yang dihormati oleh umat Islam itu adalah Syiah rafidhoh.


Sebagaimana terpampang tulisannya dalam beranda Facebook mereka, selain media busuk dan kotor lainnya yang dijadikan sebagai media ujaran kebencian nya. Mereka memang manusia yang diciptakan sebagai penghujat sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Misalnya perkataan cyber Army Syiah yang menyebut Abu Bakar dan putrinya sebagai perawi Hadits Laknatullah, ada lagi perkataan: setan takut kepada Umar karena Umar adalah menantunya iblis.

Ucapan ucapan kotor dan najis tersebut menjadi ujaran dan ajaran dalam agama sesat Syiah dengan kerancuan tingkat tinggi pemikirannya terhadap sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Ini fakta bahwa mereka itu tak akan pernah bisa bersatu dengan umat Islam karena mereka memiliki keyakinan yang jelas-jelas ingin membuat umat Islam di Indonesia hidup tidak tenang. Dan melahirkan dendam sepanjang zaman sebagai bentuk intimidasi aqidah umat Islam.

Sudah saatnya umat Islam lebih berperan aktif dalam dakwah, dengan mengulang kembali Gerakan dakwah tauhid sebagaimana yang dikembangkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Karena hanya dengan seperti itulah bisa melepaskan diri dari jeratan jeratan keyakinan Syiah yang mengintip kita di mana-mana


************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

*********************************************************************
Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program Syiahindonesia.com.

Ke No. Rek. an. MASHUDI

Bank Mandiri:

9000009170961

Cantumkan kode unik pada nominal transfer dengan angka 234. Contoh donasi Rp. 1.000.000,-, maka jumlah yang ditransfer adalah Rp.1.000.234,-. Barokallahu fikum wa jazakumullah khairal jaza'

0 komentar: