Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Riyadh – Media Saudi mengatakan, Ahad malam waktu setempat (25/03), bahwa Pasukan Pertahanan Udara Saudi mencegat tujuh rudal yang diluncurkan oleh milisi Syiah Hutsi menargetkan sejumlah wilayah Kerajaan. Di waktu yang sama, Syiah Hutsi mengumumkan telah meluncurkan rudal balistik menargetkan sejumlah bandara udara di Saudi.

Kantor berita Al-Jazeera melansir dari pengumuman Syiah Hutsi, di antara bandara yang ditarget, Bandara Internasional Raja Khalid di Riyad, pangkalan udara Jazan di Saudi selatan dan Bandara Abha di provinsi Asir. Selain bandara, kata Hutsi, serangan itu juga menargetkan lokasi lainnya di jantung Saudi.

Anggota Biro Politik Hutsi, Muhammad al-Bekhiti, mengaku bahwa peluncuran rudal-rudal ini g dalam konteks pembelaan diri, terutama setelah lebih dari tiga tahun pada apa yang ia sebut agresi di Yaman.

Mengenai apakah serangan rudal balistik ini sebagai reaksi atas pernyataan Saudi Putra Mahkota Mohammed bin Salman lalu bahwa negaranya akan tetap di Yaman antara buruk dan lebih buruk, Bukhaiti mengatakan, “biarkan dia mengatakan Ibnu Salman mengatakan apa yang ia inginkan, kami tidak peduli. Kami hanya membalas pemboman kota di Yaman, pembunuhan warga Yaman, Dan pengepungan orang-orang Yaman.”

Juru bicara resmi Koalisi Arab anti Hutsi, Kolonel Turki al-Maliki, mengonfirmasi serangan itu. Ia mengatakan, pasukan udara Saudi mendeteksi tujuh rudal balistik yang ditembakkan dari dalam wilayah Yaman menuju wilayah Saudi.

Kolonel al-Maliki menjelaskan, tiga di antaranya menuju kota Riyadh, dua menuju Jazan, satu menuju Khamis dan satu menuju Najran. Dia mengatakan, rudal-rudal itu ditembakkan secara acak untuk menargetkan daerah-daerah sipil dan padat penduduk.

Dia menegaskan bahwa seluruh rudal balistik itu berhasil dicegat dan dihancurkan sebelum sampai target. Hal itu mengakibatkan pecahan rudal jatuh di permukiman sipil dan merusak sejumlah rumah. Bahkan, sebuah informasi mengatakan seorang warga Mesir tewas akibat terkena serpihan bom yang jatuh.

Maliki mengatakan bahwa serangan kelompok Hutsi ini didukung oleh Iran dan membuktikan keterlibatan Teheran dalam pemberontakan di Yaman. Serangan rudal balistik ini telah melanggara resolusi PBB dan tidak dibenarkan undang-undang karena targetnya warga sipil. Kiblat.net

0 komentar: