Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Damaskus – Pejuang Suriah kembali mengaktifkan front pertempuran dengan militer Suriah. Pada Ahad (19/03), faksi-faksi oposisi Suriah bekerja sama meluncurkan serangan kejutan ke pos-pos militer rezim di front depan di Ghautah Timur.

Kantor berita Al-Jazeera menyebutkan, operasi itu diikuit oleh faksi Faylaq Al-Syam, Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) dan sejumlah faksi lainnya di bawah naungan Free Syrian Army (FSA). Namun HTS menjadi faksi inisiator pertempuran dengan sandi “Ya Ibadullah, Utsbutuu” ini.

Serangan diawali dengan dua bom Isytisyhadiyah menargetkan persimpangan Abbaisyah dan laboratorium Karrasy. Pukulan ini disusul dengan pergerakan pejuang. Hasilnya, sejumlah titik militer dan gedung serta sebagian kompleks perusahaan listrik berhasil dikuasai.

Sejumlah sumber menambahkan, sejumlah kendaraan militer berhasil dihancurkan dan sejumlah tentara musuh ditawan. Sementara itu, jet rezim berupaya menghadang serangan melalui udara.

Menurut perkiraan analis militer, pasukan oposisi berupaya mencapai kawasan Jaubar dan Al-Qabun yang terkepung di sekitar ibukota. Artinya, mereka ingin menggagalkan rencana rezim menduduki dua kawawasan penduduk itu. Selanjutnya, pejuang ingin mengancam jantung rezim di Damaskus dengan menduduki titik dan jalur strategis yang biasa digunakan militer Suriah menuju sekitar wilayah Ghautah.

Sementara itu, kantor berita AFP melaporkan bahwa unit militer Suriah memutus seluruh jalan menuju kawasan Abbasiyah. Warga juga menutup rumah mereka takut terkena peluru nyasar dan roket.

Jaubar terletak antara Damaskus dan Ghutah Timur, basis utama oposisi di wilayah tersebut. Militer rezim meluncurkan serangkaian serangan udara beberapa hari terakhir menargetkan Ghuatah Timur.

Dalam sebulan terakhir, militer Suriah berupaya merebut sejumlah daerah di Ghautah Timur. Operasi itu bertujuan untuk menekan pasukan oposisi menandatangani kesepakatan yang merugikan. (kiblat)

0 comments: