Breaking News
Loading...

Jusuf Kalla (JK) bertemu Presiden Iran Hassan Rouhani Muhammad (foto: detikcom)
Syiahindonesia.com - Jusuf Kalla baru saja mengadakan pertemuan khusus dengan presiden negara syiah Iran, Hassan Rouhani. Hasan Rouhani merupakan presiden yang berpehaman syiah. Jusuf Kalla atas nama Indonesia mengadakan kerja sama dalam beberap sektor. Salah satu pembahasan yang diagendakan adalah perihal hubungan antar negara-negara Islam. Jusuf Kalla mengajak syiah Iran untuk mengatasi masalah di negara-negara Islam.

"Ya kita membahas hubungan kedua negara dan juga bagaimana kita bersama-sama mengatasi banyak masalah-masalah di negara-negara Islam, khususnya Palestina karena Iran punya pengaruh yang besar," ujar Wapres JK di Istanbul, Turki, Jumat (15/4/2016).

JK juga menyampaikan bahwa Indonesia sangat mendukung Iran untuk memperbaiki lagi hubungannya Arab Saudi. Keduanya juga menyoroti soal penanganan radikalisme dan terorisme secara bersama-sama, dikutip dari Detik.com

"Itu kan boleh berbeda-beda, hormati saja, jangan dijadikan konflik perbedaan itu," kata JK.

"Di samping itu juga bagaimana hubungan dagang antara Iran, khususnya di industri, karena Iran setelah sanksi dilepas mereka punya kemampuan," terangnya.

Khusus soal hubungan Indonesia-Iran, keduanya sepakat untuk melanjutkan investasi dan perdagangan antarkedua negara.

Penghinaan Iran Terhadap Kaum Sunni

Dalam kekuasaan Iran, tak pernah ada ceritanya, orang Sunni duduk dalam kursi pemerintahan. Baik itu untuk menterinya atau pun sekadar calon presiden belaka. Ini terjadi sejak Revolusi Iran yang mengintegrasikan golongan Sunni ke dalam kaum minoritas.

Dalam konstitusi Iran, sudah disepakai, presiden Iran haruslah seorang penganut Syiah. Syiah, tak pelak, telah membuat kaum Sunni menjadi sangat inferior. Penghinaan kaum Syiah terhadap jamaah Sunni bisa dilihat jelas pada ritual Syiah setiap pekannya, misalnya saja dalam acara doa bersama yang memang kerap dilaksanakan berbarengan.

Di Iran, kaum Sunni mencapai 20% dari populasi penduduk Iran yang berjumlah 70 juta orang. Sunni Iran mengalami penekanan yang sistematik selama bertahun-tahun. Pemimpin mereka, seperti Ahmed Mufti Zadeh dan Syeikh Ali Dahwary, dipenjarakan kemudian dibunuh.

Pemerintah Iran juga menghancurkan masjid-masjid kaum Sunni, dan melarang adanya pendirian masjid Sunni lainnya sekarang ini. Bandingkan dengan Sinagog Yahudi yang banyak bertebaran di seantero Iran. Bahkan, azdan oleh kaum Sunni pun dilarang oleh pemerintah Iran. (Eramuslim.com/ambiguistis)

0 comments: