Breaking News
Loading...

Masjid Takwa di Naikoten Kota Kupang
Syiahindonesia.com - Baru baru ini kaum muslimin di daerah Kupang resah akibat rencana kegiatan safari ramadhan atau semarak ramadhan yang akan diadakan oleh Syiah.

Agenda yang akan di handle oleh Majelis Taklim Nurul Islam Timor ini berencana mengadakan serangkaian acara ceramah agama pada 20-24 Juni 2015 di Kupang, Prov. NTT dengan penceramah Ulama Syiah Iran / Dosen Univ Khawarazmi Teheran Iran (Dr. Abul Hasan Ahmadi Shahrokht).

Berikut jadwal pelaksanaan Kajian Ilmiah Al Quran, Al Hadits dan Tausiah pada 20-24 Juni 2015 di Kupang, Prov. NTT :

1. Pada sabtu 20 Juni pukul 15.30 Wita akan dilaksanakan di Masjid Raya Nurussaadah, Kel. Fontain, Kec. Kota Raja, Kota Kupang.

2. Pada minggu 21 Juni 2015 :
a. Pukul 05.30 Wita akan dilaksanakan di Masjid Raya Nurussaadah, Kel. Fontain, Kec. Kota Raja, Kota Kupang.
b. Pukul 15.30 Wita akan dilaksanakan di Masjid Nurul Iman Jl. Hati Mulia, Kec. Oebobo, Kota Kupang.

3. Pada senin 22 Juni 2015 :
a. Pukul 05.30 Wita akan dilaksanakan di Masjid Nurul Iman Jl. Hati Mulia, Kec. Oebobo, Kota Kupang.
b. Pukul 15.30 Wita akan dilaksanakan di Masjid Al Muttaqien Jl. RA. Kartini 1, No. 10 Walikota, Kota Kupang.

4. Pada selasa 23 Juni 2015 :
a. Pukul 05.30 Wita akan dilaksanakan di Masjid Al Muttaqien, Jl. RA. Kartini 1, No. 10 Walikota, Kota Kupang.
b. Pukul 15.30 Wita akan dilaksanakan di Masjid Nurul Hidayah Jl. Timor Raya, Kec. Kelapa Lima, Kota Kupang.

5. Pada rabu 24 Juni 2015 pukul 05.30 Wita akan dilaksanakan di Masjid At Taqwa Jl. Adi Sucipto, Kota Kupang.

Umat Islam melaporkan ke MUI dan semua imam masjid menolak, namun sayang ada satu masjid yg mengizinkan yaitu masjid Takwa di Naikoten Kota Kupang.




Safari Ramadhan Syiah di Kupang tidak mendapat izin dari pihak kepolisian dan MUI setempat

Alhamdulillah, kordinasi umat islam dengan pihak kepolisisan (Polda NTT) dan MUI Provinsi NTT membuahkan hasil :- Bahwa rencana Kajian Ilmiah Al Quran, Al Hadits dan Tausiah yang akan dilaksanakan Panitia Majelis Taklim Nurul Islam Timor di Kupang, Prov. NTT tidak mendapat ijin dari Polda NTT serta mendapat penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov. NTT, sedangkan jadwal rencana pelaksanaan kegiatan sudah ada, sehingga perlu dilakukan komunikasi untuk menghindari terjadinya konflik.

Tepatnya , tanggapan pihak kepolisisan dan MUI didapatkan pada 18 Juni 2015:

1. Pihak Kepolisian NTT:

Dir Intelkam Polda NTT (AKBP Musa Tampubolon) mengatakan antara lain :
a. Kepada Pengurus Masjid yang akan dikunjungi dihimbau agar tidak mengeluarkan ijin penggunaan tempat untuk pelaksanaan Kajian Ilmiah Al Quran, Al Hadits dan Tausiah yang akan dilaksanakan Panitia Majelis Taklim Nurul Islam Timor pada 20-24 Juni 2015.
b. Polda NTT juga tidak akan mengeluarkan ijin terkait rencana pelaksanaan kegiatan tersebut, pihaknya masih menunggu jawaban dari Kementerian Agama yang sudah disurati resmi untuk memperoleh tanggapan terkait rencana kegiatan tersebut.
c. Bahwa Syiah bagi umat islam dianggap menyimpang ajaranya, sehingga sebagian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak, dikhawatirkan terjadi kasus seperti di Sampang Madura yang mana ajaran tersebut dianggap sesat karena tidak mencerminkan islam yang berpedoman kepada Nabi Muhamalmad SAW.

2. Pihak MUI NTT
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov. NTT (H.Abdul Makarim) mengatakan antara lain :
a. Bahwa pada prinsipnya MUI keberatan terhadap rencana Kajian Ilmiah Al Quran, Al Hadits dan Tausiah yang akan dilaksanakan Panitia Majelis Taklim Nurul Islam Timor di Kupang, Prov. NTT karena mendatangkan penceramah dari luar (Syiah Iran).
b. Pihaknya masih menunggu Panitia untuk bertemu, sehingga dapat menyampaikan keberatan terhadap rencana pelaksanaan kegiatan Kajian Ilmiah Al Quran, Al Hadits dan Tausiah di Kupang, Prov. NTT. Kepada beberapa Imam pihaknya juga sudah menyampaikan dan sepakat untuk tidak menerima rencana kegiatan tersebut.

Alhamdulillah, akhirnya acara syiah bisa dibatalkan dan diganti dengan acara ahlussunnah yang menjelaskan kesesatan syiah.

Para tokoh Kupang bertindak tepat, dalam melindungi wilayahnya jangan sampai terjadi konflik seperti Sampang, Jember, Bangil dll.

Maka ini pelajaran berharga bagi Kupang sendiri dan bagi daerah manapun di Indonesia.
Disini diperlukan informasi yang cepat dan valid.
Serta keputusan pemimpin yang tepat dan tegas.
Berikut foto pengajian ahlussunnah tentang kesesatan syiah:



0 comments: