Breaking News
Loading...

Pengungsi Syiah Sampang di rumah susun sewa (rusunawa)
Jemundo Sidoarjo Jawa Timur
Syiahindonesia.com - Tidaklah seorang mendapatkan hidayah kecuali Allah menghendakinya, dan tidaklah seorang mendapatkan kesesatan kecuali Allah menghendakinya pula.

Pasca eksekusi kaum muslimin terhadap kelompok sesat Syiah di Sampang beberapa tahun lalu, warga Syiah Sampang mengalami kondisi yang terbilang cukup buruk. Sekitar 200-an orang Syiah hingga sekarang terusir dari kampung halamannya dan menjadi pengungsi lebih dua tahun lamanya.

Selama mengungsi mereka tinggal di emperan lantai ubin gedung olah raga Sampang. Sebagian mereka kehilangan rumah dan ladang mereka sebagai sumber nafkah. Seterusnya mereka disuruh mengungsi lebih jauh lagi di Rusunawa Sidoarjo. Anak-anak Syiah Sampang kesulitan sekolah, orang tua mereka kesulitan memberi mereka makan.

Mereka tidak diizinkan pulang ke kampung halaman karena keyakinan yang berbeda. Sebagian pengungsi memberanikan diri pulang untuk ziarah, namun segera aparat desa dan polisi mengusir mereka keluar dari kampung.  Mereka diicampakkan dan diusir dari tanah dan kerabat mereka sendiri.

Yang mengherankan, dalam keterpurukan yang mereka alami, Syiah Sampang ini belum juga sadar dan bertobat atas keyakinan mereka yang sejatinya menyimpang dari jalan yang Rasulullah dan para sahabatnya anuti. Mereka masih keukeuh teradap kepercayaan agama Syiah meski kaum muslimin mengasingkan mereka, dan memilih untuk mengusir mereka dari kampung halaman mereka setelah beberapa kerusuhan yang terjadi akibat orang-orang Syiah Sampang yang mulai membuat onar. Ustadz-ustadz mereka meracuni pola pikir masyarakat setempat melalui doktrin-doktrin sesat Syiah, mereka mencela para Sahabat Rasulullah, sampai pada tindakan kekeraasan berupa perlawanan terhadap kaum muslimin hanya untuk memeluk erat keyakinan Syiah mereka. Hingga pada akhirnya, MUI daerah Jawa Timur mengeluarkan fatwa akan kesesatan Syiah.

Semoga Allah membuka mata dan hati kepada kaum Syiah Sampang agar mereka mau meniti jalan yang Allah ridhai, yaitu jalan lurus yang Rasulullah ajarkan kepada para sahabat beliau. Semoga Allah memberi mereka hidayah, dan agar lekas segera bertaubat dari keyakinan menyimpang mereka. Allahumma amin. (Nisyi/Syiahindonesia.com)

0 comments: