Breaking News
Loading...

Syiah dan Kedustaan tentang Imam Mahdi

Syiahindonesia.com - Keyakinan akan kedatangan seorang pemimpin akhir zaman yang adil, yakni Al-Mahdi, merupakan bagian dari akidah Islam yang diimani oleh seluruh umat Islam, baik dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah maupun berbagai sekte lainnya. Di dalam khazanah Islam yang sahih, Imam Mahdi dipahami sebagai seorang manusia biasa dari keturunan Ahlulbait (melalui jalur Fatimah az-Zahra RA) yang akan lahir di akhir zaman, menegakkan keadilan, dan memimpin umat Islam. Namun, sekte Syiah—khususnya golongan Imamiyn Itsna Asyariah (Syiah 12 Imam)—telah memutarbalikkan konsep ini dengan membangun doktrin fiktif, mitos gaib, dan berbagai kedustaan teologis seputar sosok Imam Mahdi versi mereka yang sarat dengan unsur mistis dan kontradiksi sejarah.

Konsep Imam Mahdi dalam Pandangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah

Sebelum menelaah penyimpangan dan kedustaan yang dibangun oleh Syiah, penting untuk memahami akidah Ahlus Sunnah terkait Imam Mahdi yang bersumber dari hadis-hadis mutawatir maknawi. Rasulullah SAW bersabda:

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدَّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رَجُلًا مِنِّي أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ، يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِي، يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

“Seandainya dunia tidak tersisa kecuali satu hari saja, niscaya Allah akan memperpanjang hari tersebut hingga Dia mengutus seorang laki-laki padanya dari ku atau dari Ahlulbaitku, yang namanya serupa dengan namaku dan nama ayahnya serupa dengan nama ayahku. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejatahan sebagaimana bumi telah dipenuhi dengan kezaliman dan kelaliman.” (HR. Abu Dawud no. 4282 & At-Tirmidzi no. 2230)

Dalam pandangan Ahlus Sunnah:

  1. Imam Mahdi adalah manusia biasa yang lahir di akhir zaman, menjalani hidup, menikah, memimpin, lalu wafat seperti manusia pada umumnya.

  2. Beliau tidak memiliki sifat maksum (ma'shum), bukan nabi, dan tidak membawa syariat baru.

  3. Kedatangannya adalah rahmat di akhir zaman untuk menegakkan keadilan di muka bumi.

Kedustaan dan Mitos Syiah Seputar Imam Mahdi (Imam ke-12)

Sebaliknya, kelompok Syiah Itsna Asyariah merumuskan doktrin Imam Mahdi yang sangat berbeda, bahkan berakar dari keputusasaan sejarah akibat terputusnya garis keturunan kepemimpinan imam mereka. Berikut adalah bentuk-bentuk kedustaan dan mitos utama yang mereka sebarkan:

1. Mitos "Imam Ghaib" (Ghaib Ash-Shughra dan Ghaib Al-Kubro)

Menurut doktrin Syiah, Imam Mahdi mereka adalah Muhammad bin Hasan al-Askari (Imam ke-12), yang diklaim lahir pada tahun 255 Hijriah. Ketika ayahnya wafat, anak kecil ini diklaim masuk ke dalam sebuah gua (Sardab) di Samarra pada usia sekitar 4 atau 5 tahun, lalu menghilang secara gaib (ghaib).

Syiah membagi masa kegaiban ini menjadi dua fase:

  • Ghaib Ash-Shughra (Kegaiban Kecil): Berlangsung sekitar 69 tahun, di mana sang imam diklaim masih berkomunikasi dengan para pengikutnya melalui perantara yang disebut Safir atau Nawib (wakil).

  • Ghaib Al-Kubro (Kegaiban Besar): Berlangsung sejak abad ke-4 Hijriah hingga hari ini, di mana tidak ada seorang pun yang bisa melihat, berkomunikasi, atau mengetahui keberadaannya secara fisik.

Klaim ini merupakan kedustaan sejarah yang sangat nyata. Berdasarkan catatan sejarah para sejarawan muktabar dan ahli nasab, Hasan al-Askari wafat tanpa meninggalkan keturunan (aqim). Doktrin "anak ghaib" diciptakan oleh para pemimpin spiritual Syiah saat itu untuk menyelamatkan kelangsungan doktrin Imamah 12 agar mazhab mereka tidak runtuh setelah kematian Hasan al-Askari.

2. Penantian Abad-Abad yang Fiktif dan Doktrin Muntazhar

Karena sang imam diklaim bersembunyi di dalam gua selama lebih dari 1.150 tahun, pengikut Syiah hidup dalam penantian abadi (Al-Muntazhar). Mereka mempercayai bahwa imam mereka hidup abadi dengan usia super panjang (panjang umur secara mukjizat di luar sunnatullah), menanti waktu yang tepat untuk keluar membawa pedang pembalasan. Keyakinan ini melumpuhkan akal sehat dan menciptakan budaya fatalisme dalam tubuh sekte mereka.

3. Mitos Kemunculan yang Disertai Balas Dendam Ekstrem

Dalam literatur Syiah, kedatangan Imam Mahdi versi mereka tidak semata-mata untuk menegakkan keadilan universal, melainkan membawa misi balas dendam kesumat. Kitab-kitab rujukan mereka menyebutkan bahwa saat Imam Mahdi keluar, ia akan membongkar makam Abu Bakar dan Umar RA, menyalib keduanya, serta menghukum mati sebagian besar umat Islam dari kalangan Ahlus Sunnah yang dianggap sebagai musuh Ahlulbait. Narasi ini sengaja dipelihara untuk menanamkan kebencian mendalam antargenerasi.

Perbandingan Konsep Imam Mahdi

+-----------------------------------------------------------------------------------+
|               PERBANDINGAN KONSEP IMAM MAHDI DALAM ISLAM & SYIAH                  |
+------------------------------------+----------------------------------------------+
|     Ahlus Sunnah wal Jama'ah       |               Sekte Syiah                    |
+------------------------------------+----------------------------------------------+
| 1. Lahir di akhir zaman secara     | 1. Lahir abad ke-3 H, lalu masuk ke dalam    |
|    normal dari garis keturunan Nabi.|    gua dan menghilang secara gaib (ghaib).   |
|                                    |                                              |
| 2. Manusia biasa yang akan wafat   | 2. Diyakini hidup abadi selama ribuan tahun  |
|    setelah menunaikan tugasnya.    |    di dalam gua (*Sardab*) Samarra.           |
|                                    |                                              |
| 3. Misi menegakkan keadilan dan    | 3. Misi utama dibumbui balas dendam historis |
|    menyebarkan ajaran Islam murni. |    terhadap para sahabat Nabi SAW.           |
+------------------------------------+----------------------------------------------+

Pertentangan Doktrin "Imam Ghaib" dengan Sunnatullah

Keyakinan tentang adanya manusia yang hidup bersembunyi di dalam gua selama lebih dari seribu tahun bertentangan secara frontal dengan sunnatullah dan hukum alam (physic laws) serta dalil syariat:

  1. Batasan Usia Manusia: Allah SWT menetapkan batas kewajaran umur manusia di bumi. Tidak ada dalil sahih dalam Al-Qur'an maupun Sunnah yang menyatakan bahwa ada manusia selain Nabi Isa AS dan Nabi Khidir (menurut sebagian ulama) yang diberikan usia ribuan tahun untuk bersembunyi di dalam gua.

  2. Ketiadaan Manfaat ('Adamul Faidah): Jika seorang imam diangkat oleh Allah untuk memimpin umat, membimbing manusia, dan menegakkan hukum, namun ia disembunyikan selama lebih dari 11 abad tanpa bisa diakses, dilihat, atau dimintai fatwa oleh umatnya, maka keberadaan imam tersebut menjadi sia-sia dan tidak memberikan manfaat apa pun bagi agama maupun kemanusiaan. Hal ini bertentangan dengan sifat hikmah Allah SWT.

Bahaya Penyebaran Mitos Imam Mahdi Syiah di Indonesia

Penyebaran doktrin eskatologis sesat ini membawa dampak buruk bagi tatanan masyarakat di Indonesia:

  • Menciptakan Ketergantungan Mistik yang Sesat: Pengikut diajarkan untuk menanti "penyelamat gaib" yang diyakini memegang kunci keselamatan mutlak, sehingga mengabaikan amal saleh nyata berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah.

  • Menyebarkan Kebencian dan Paranoia Sektarian: Narasi bahwa kemunculan Imam Mahdi mereka akan diiringi dengan penghancuran simbol-simbol sejarah Islam Suni memupuk mentalitas permusuhan terhadap sesama warga bangsa.

  • Eksploitasi Spiritual oleh Otoritas Agama: Doktrin kegaiban imam sering kali dimanfaatkan oleh para elite agama Syiah (seperti konsep Wilayatul Faqih) untuk mengatasnamakan mandat sang Imam Ghaib guna mengeruk loyalitas mutlak dan finansial dari para pengikutnya.

Langkah Antisipasi dan Perlindungan Akidah Umat

Guna membentengi masyarakat Indonesia dari infiltrasi mitos dan kedustaan seputar Imam Mahdi versi Syiah, langkah-langkah strategis berikut harus terus diperkuat:

  1. Mengajarkan Akidah Ahlus Sunnah tentang Hari Akhir: Menjelaskan hadis-hadis sahih mengenai ciri-ciri kedatangan Imam Mahdi secara proporsional dan ilmiah di masjid-masjid, pesantren, dan lembaga pendidikan.

  2. Membongkar Akar Sejarah Fiktif Sardab Samarra: Mengedukasi umat bahwa kisah "Imam Ghaib di dalam gua" adalah mitos teologis yang diciptakan untuk menutupi jalan buntu kegagalan suksesi internal mazhab Syiah di masa lampau.

  3. Memperkuat Peran Ulama dan Lembaga Keagamaan: Mendorong ormas-ormas Islam di Indonesia untuk aktif memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh literatur eskatologis yang menyimpang.

Memahami hakikat Imam Mahdi yang benar sesuai petunjuk Nabi Muhammad SAW adalah perisai ampuh untuk menjaga umat Islam di Indonesia dari tipu daya dan kedustaan doktrin sektarian.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 komentar: