Breaking News
Loading...

Syiah dan Kebiasaan Mengkafirkan Muslim di Luar Mazhabnya

Syiahindonesia.com - Persatuan umat Islam (ukhuwah islamiyah) merupakan salah satu pilar utama yang dijaga ketat oleh syariat Islam. Di dalam ajaran Ahlus Sunnah wal Jama'ah, seorang Muslim yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, serta menghadap kiblat tidak boleh dikafirkan begitu saja kecuali jika ia melakukan pembatal keimanan yang telah disepakati secara qath'i (pasti) berdasarkan dalil yang sahih. Namun, dalam realitas teologis dan literatur historis kelompok Syiah—khususnya golongan Imamiyn Itsna Asyariah—terdapat doktrin destruktif yang menjadi ciri khas mereka, yakni kebiasaan mengkafirkan atau menyesatkan kaum Muslimin di luar mazhab mereka, khususnya mayoritas umat Islam dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Akar Doktrin Takfir (Pengkafiran) dalam Literatur Syiah

Praktik pengkafiran (takfir) di dalam kelompok Syiah bukanlah sekadar fenomena sosiologis yang bersifat insidental, melainkan telah berakar kuat di dalam kitab-kitab rujukan utama mazhab mereka. Dalam doktrin teologi Syiah, konsep keimamaan (imamah) ditempatkan sebagai rukun iman yang paling pokok, bahkan disejajarkan atau diletakkan di atas rukun Islam itu sendiri.

Kitab-kitab induk hadis mereka, seperti Al-Kafi karya Al-Kulaini, memuat berbagai riwayat yang menyatakan bahwa barangsiapa yang tidak mengakui kekhalifahan dan keimamaan 12 imam Syiah, maka ia dihukumkan sebagai kafir, murtad, atau anak zina (walad zinah), meskipun ia mendirikan shalat, berpuasa, dan mengaku sebagai seorang Muslim. Pemahaman ini menciptakan jurang pemisah yang sangat tajam antara penganut Syiah dengan seluruh umat Islam di dunia yang tidak sejalan dengan akidah keimamaan mereka.

Bentuk-Bentuk Pengkafiran Syiah terhadap Kaum Muslimin

Kebiasaan mengkafirkan ini termanifestasi dalam beberapa bentuk doktrin dan sikap operasional yang merusak tatanan keislaman:

1. Mengkafirkan Para Sahabat Utama Nabi SAW

Sasaran utama dari doktrin takfir Syiah adalah para sahabat Nabi Muhammad SAW yang mulia, seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin al-Khaththab, Utsman bin Affan, Aisyah binti Abu Bakar, dan mayoritas sahabat besar lainnya RA.

ÙˆَالسَّابِÙ‚ُونَ الْØ£َÙˆَّÙ„ُونَ Ù…ِÙ†َ الْÙ…ُÙ‡َاجِرِينَ ÙˆَالْØ£َنصَارِ Ùˆَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُÙ… بِØ¥ِØ­ْسَانٍ رَّضِÙŠَ اللَّÙ‡ُ عَÙ†ْÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَرَضُوا عَÙ†ْÙ‡ُ

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah...” (QS. At-Taubah: 100)

Meskipun Al-Qur'an secara tegas menyatakan keridhaan Allah kepada para sahabat, literatur Syiah justru menghukum mereka telah murtad pascawafatnya Rasulullah SAW karena dianggap merampas hak kepemimpinan Ali bin Abi Thalib RA.

2. Mengkafirkan Ahlus Sunnah (An-Nashibah)

Dalam kamus teologi Syiah, umat Islam dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah sering kali dilabeli dengan istilah Nashibah (orang yang memusuhi Ahlulbait). Konsekuensi logis dari pelabelan ini adalah bahwa darah, harta, dan kehormatan kaum Muslimin di luar mazhab Syiah dinilai tidak terlindungi dalam hukum fikih ekstrem mereka, kecuali jika berada dalam kondisi tertib di bawah aturan taqiyyah.

3. Menganggap Seluruh Pemerintahan Muslim sebagai Thaghut

Karena sistem pemerintahan dalam sejarah Islam (selain masa kekhalifahan singkat Ali RA) tidak didasarkan pada konsep 12 Imam Syiah, maka seluruh Dinasti Islam masa lalu—seperti Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, hingga pemerintahan-pemerintahan Muslim modern yang tidak tunduk pada otoritas Wilayatul Faqih—dianggap sebagai pemerintahan yang batil, thaghut, dan kafir.

Perbandingan Pandangan Terhadap Status Keimanan Sesama Muslim

+-----------------------------------------------------------------------------------+
|               PERBANDINGAN SIKAP TERHADAP SESAMA MUSLIM                           |
+------------------------------------+----------------------------------------------+
|     Ahlus Sunnah wal Jama'ah       |               Sekte Syiah                    |
+------------------------------------+----------------------------------------------+
| 1. Menjaga ukhuwah; mengharamkan   | 1. Mengkafirkan atau menyesatkan seluruh     |
|    mengkafirkan ahli kiblat.       |    Muslim yang tidak meyakini 12 imam.       |
|                                    |                                              |
| 2. Menilai sah shalat, sembelihan, | 2. Menilai Muslim non-Syiah sebagai pihak    |
|    dan pernikahan sesama Muslim.   |    yang berada di luar keimanan sejati.      |
|                                    |                                              |
| 3. Menghormati seluruh sahabat     | 3. Melaknat (*la'nah*) dan mengkafirkan      |
|    dan istri-istri Nabi SAW.       |    sebagian besar sahabat utama Nabi SAW.    |
+------------------------------------+----------------------------------------------+

Bahaya Praktik Pengkafiran Terhadap Keutuhan Bangsa dan Negara

Kebiasaan Syiah yang gemar mengkafirkan kaum Muslimin di luar mazhabnya membawa ancaman destruktif yang sangat nyata bagi stabilitas sosial dan keamanan nasional, khususnya di Indonesia:

  • Memicu Konflik Sektarian Horizontal: Doktrin takfir menanamkan benih kebencian dan permusuhan mendalam di tengah masyarakat. Ketika suatu kelompok memandang mayoritas warga negaranya sebagai orang kafir atau sesat, potensi terjadinya gesekan sosial dan disintegrasi bangsa menjadi sangat tinggi.

  • Merusak Kerukunan Beragama: Di Indonesia yang menjunjung tinggi semangat Pancasila dan kebhinekaan, infiltrasi paham pengkafiran ini mencederai harmoni kehidupan beragama yang selama ini terjalin damai di bawah naungan Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

  • Manipulasi Lewat Taqiyyah: Untuk mengaburkan watak asli doktrin pengkafiran ini, para pengikut Syiah sering kali menggunakan kedok moderasi atau pendekatan dialog (taqiyyah) di hadapan publik awam, sementara di ruang tertutup mereka tetap menanamkan keyakinan bahwa umat Islam di luar mazhab mereka adalah sesat.

Langkah Strategis Antisipasi Umat Islam di Indonesia

Guna membentengi masyarakat dari bahaya doktrin takfir yang disebarkan oleh kelompok Syiah, langkah-langkah preventif berikut harus terus diperkuat:

  1. Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah Ahlus Sunnah: Senantiasa mempererat persatuan di antara ormas-ormas Islam (seperti NU, Muhammadiyah, dan seluruh elemen umat) di atas fondasi akidah yang bersih dari unsur sektarian ekstrem.

  2. Edukasi Kritis Terhadap Masyarakat: Mengedukasi umat agar mengenali hakikat ajaran Syiah secara utuh melalui literatur ilmiah yang objektif, sehingga tidak terkecoh oleh retorika manis di permukaan semata.

  3. Penguatan Peran Negara dan Ulama: Mendorong kewaspadaan institusi keagamaan dan penegak hukum untuk memantau pergerakan organisasi atau yayasan yang terbukti menyebarkan paham kebencian dan pengkafiran terhadap sesama Muslim di bumi Nusantara.

Menolak dan mewaspadai kebiasaan mengkafirkan sesama Muslim merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kemurnian akidah sekaligus merawat keutuhan NKRI. Dengan tetap berpegang teguh pada manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah, umat Islam di Indonesia akan senantiasa terlindungi dari fitnah pemikiran yang menyesatkan.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: