Syiahindonesia.com - Doktrin Imamah (kepemimpinan ketuhanan) merupakan pilar paling krusial di dalam teologi sekte Syiah, khususnya Syiah Dua Belas Imam (Itsna Asyariyah). Mereka mengeklaim bahwa bumi tidak boleh kosong dari seorang Imam maksum (suci dari dosa) yang ditunjuk langsung oleh Allah SWT melalui teks suci (Nash). Puncak dari silsilah kepemimpinan ini bermuara pada sosok Al-Mahdi, yang mereka klaim sebagai Imam ke-12 yang saat ini sedang berada dalam persembunyian gaib (Ghaibah).
Namun, jika membedah literatur internal dan lembaran sejarah perkembangan sekte ini, umat Islam akan menemukan tabir kontradiksi yang sangat tajam, membingungkan, dan saling bertubrukan. Klaim mereka tentang kejelasan silsilah Imam Mahdi hancur berantakan ketika dihadapkan pada fakta sosiologis dan historis internal mereka sendiri. Alih-alih serasi, sekte Syiah justru terpecah-pecah menjadi puluhan faksi karena mereka sendiri saling berselisih dan bingung dalam menentukan siapa sebenarnya Imam Mahdi yang asli.
1. Kebingungan Massal Pasca-Wafatnya Imam Ke-11 (Masa Al-Hairah)
Kontradiksi terbesar dalam penentuan Imam Mahdi muncul secara dramatis pada tahun 260 Hijriah, ketika Imam ke-11 Syiah, Hasan Al-Askari, wafat di Samarra, Irak. Peristiwa ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan teolog Syiah yang kemudian dicatat dalam sejarah mereka sebagai masa Al-Hairah (Masa Kebingungan yang Akut).
Kontradiksi ilmiah yang terjadi saat itu meliputi:
Fakta Ketiadaan Anak: Hasan Al-Askari wafat tanpa meninggalkan anak laki-laki maupun perempuan. Harta warisannya secara hukum syariat dan keputusan pengadilan khalifah saat itu jatuh ke tangan ibunya dan saudaranya yang bernama Ja'far, karena sang Imam terbukti tidak memiliki keturunan.
Terpecahnya Syiah Menjadi 14 Faksi: Akibat wafatnya Imam ke-11 tanpa penerus, komunitas Syiah seketika pecah menjadi sekitar 14 sekte yang saling mengafirkan satu sama lain. Ada faksi yang mengeklaim Hasan Al-Askari tidak mati melainkan gaib (dialah Mahdi), ada yang mengeklaim tampuk imamah pindah ke saudaranya (Ja'far), dan ada faksi kecil yang mengarang cerita bahwa sebenarnya ada anak rahasia yang disembunyikan di ruang bawah tanah. Faksi terakhir inilah yang di kemudian hari menjadi cikal bakal Syiah Dua Belas Imam.
2. Kontradiksi Klaim Nama dan Nasab dengan Hadis Nabi ﷺ
Untuk menjustifikasi keberadaan "anak gaib" yang tidak pernah terlihat oleh publik tersebut, para rabi Syiah terpaksa menabrak dan memanipulasi hadis-hadis sahih yang telah disabdakan oleh Rasulullah ﷺ mengenai ciri-ciri Al-Mahdi yang asli.
Di dalam khazanah hadis Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Sunni), Rasulullah ﷺ telah memberikan kisi-kisi yang sangat klir mengenai nama dan ayah dari Imam Mahdi:
لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رَجُلاً مِنِّي أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِي
"Sore hari tidak akan kiamat sampai Allah mengutus seorang pria dari keluargaku (Ahlul Bait), namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Hadis mutawatir ini menegaskan bahwa nama Imam Mahdi adalah Muhammad bin Abdullah. Di sinilah letak kontradiksi fatal Syiah: mereka bersikeras bahwa Mahdi mereka bernama Muhammad bin Hasan Al-Askari. Demi meloloskan doktrin imamah 12 Imam, mereka dengan sengaja menolak teks hadis yang menyebutkan nama ayah Mahdi adalah Abdullah.
3. Matriks Sektarian: Perebutan Klaim Status "Al-Mahdi" di Internal Syiah
Ketidakpastian konsep Mahdi dalam teologi Syiah menyebabkan gelar "Al-Mahdi" sering kali dijadikan komoditas politik dan spionase spiritual oleh berbagai tokoh dan sub-sekte Syiah sepanjang sejarah untuk meraih kekuasaan.
4. Inkonsistensi Fungsi Imam: Antara Luthf dan Kenyataan Hidup Gaib
Secara filsafat teologi, Syiah merumuskan bahwa keberadaan seorang Imam di tengah masyarakat hukumnya adalah wajib (Luthf atau rahmat tuhan) untuk membimbing umat manusia, menegakkan keadilan, dan menjelaskan hukum syariat secara maksum. Tanpa adanya Imam yang eksis memimpin, maka tuhan dianggap tidak adil kepada hamba-Nya.
Namun, teori filsafat ini langsung rontok dan berbalik menjadi kontradiksi internal yang menggelikan ketika mereka menerapkan konsep Ghaibah Kubra (persembunyian panjang) pada Imam ke-12 mereka selama ribuan tahun.
Pertanyaan Logis: Jika Imam ke-12 bersembunyi di dalam keghaiban dan tidak bisa ditemui, tidak bisa dimintai fatwa, serta tidak bisa memimpin pasukan untuk membela umat, lalu di mana fungsi Luthf (bimbingan nyata) yang digembar-gemborkan oleh teologi Syiah?
Solusi Instan Wilayatul Faqih: Karena menyadari ketidakhadiran sang Imam yang terlalu lama merugikan peta politik mereka, kelompok Syiah modern di Iran menciptakan doktrin baru bernama Wilayatul Faqih (kepemimpinan para rabi/ulama mutlak). Doktrin ini secara tidak langsung merupakan pengakuan terselubung bahwa konsep Imam ke-12 yang bersembunyi itu gagal total dalam menjawab kebutuhan umat, sehingga fungsinya harus digantikan oleh manusia biasa (Khomaini dan penerusnya) yang anehnya diklaim memiliki otoritas mutlak layaknya Imam maksum.
Kesimpulan
Kontradiksi sekte Syiah dalam menentukan sosok Imam Mahdi menyingkap fakta bahwa konsep esatologi mereka tidak dibangun di atas wahyu yang lurus, melainkan di atas rekayasa politik masa lalu demi menyambung napas sekte yang terputus silsilahnya. Antara satu sub-sekte Syiah dengan sekte Syiah lainnya saling berebut klaim mengenai siapa Mahdi yang asli, dan puncaknya, Syiah Dua Belas Imam mematok sosok fiktif yang melanggar batasan nasab dari hadis-hadis Rasulullah ﷺ.
Sebagai umat Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Indonesia, kita harus bersyukur atas kemurnian akidah Sunni yang memandang Imam Mahdi secara jernih, rasional, dan berdasarkan dalil-dalil sahih: sebagai pemimpin adil dari keturunan Nabi yang akan lahir secara normal di akhir zaman untuk menyatukan kaum Muslimin, bukan sosok supranatural dari dalam gua yang membawa misi dendam sektarian. Menjaga pemahaman yang sahih ini adalah benteng utama dari tipu daya propaganda misionaris Syiah yang penuh kontradiksi.
(albert/syiahindonesia.com)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: