Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Sebuah serangan terhadap seorang remaja pengungsi Suriah di Inggris, yang tertangkap dalam video yang dibagikan secara luas, telah memicu kemarahan global dan mendorong kampanye pengumpulan dana hingga lebih dari $ 175.000 untuk keluarga korban, Kamis (29/11/2018).

Video yang diposting pada Selasa (27/11), menunjukkan anak berusia 15 tahun, dengan cedera di lengan, dicekik oleh remaja lain, dan kemudian bergulat ke tanah di Almondbury Community School di kota Huddersfield.

Si penyerang tampak mencekik remaja itu dengan menuangkan air ke wajahnya, sambil menjepitnya, berkata, “Aku akan menenggelamkanmu.”

Video berakhir dengan remaja Suriah berjalan pergi, tanpa bereaksi, dan penyerang serta yang lainnya terdengar secara verbal melecehkannya.

Berbicara kepada saluran TV lokal, remaja itu kemudian mengatakan dia takut pergi ke sekolah.

“Saya terbangun di malam hari dan mulai menangis,” katanya kepada ITV Inggris pada Rabu (28/11).

“Mereka pikir saya berbeda, berbeda dari mereka. Saya tidak merasa aman di sekolah. Kadang-kadang saya berkata kepada ayah saya: Saya tidak ingin pergi ke sekolah lagi.”

Seorang remaja berusia 16 tahun telah dituduh melakukan “serangan rasial” dan sedang diinterogasi, kata polisi Inggris, Rabu (28/11).

“Insiden itu terjadi pada 25 Oktober dan telah menjalani penyelidikan menyeluruh,” kata Kepolisian West Yorkshire dalam sebuah pernyataan.

Anggota parlemen Huddersfield, Barry Sheerman, mengatakan video itu “benar-benar mengejutkan”.

“Saya telah mendukung keluarga sejak pertama kali menjadi perhatian saya,” tulisnya di Twitter.

Media Inggris melaporkan bahwa halaman Facebook dari penyerang berisi banyak posting yang dibagikan dari halaman pemimpin ekstrim kanan, Tommy Robinson.

Robinson adalah pendiri English Defence League, sebuah kelompok yang telah mengorganisir protes terhadap imigran Muslim di Inggris.

Sejak Selasa (27/11), ketika video serangan pertama kali muncul, pengguna media sosial di seluruh dunia telah mengumpulkan uang untuk keluarga sang korban, dengan penyelenggara mengatakan bahwa mereka telah mendekati tujuan mereka hampir $ 192.000.

Mohammed Tahir, sang penggagas pengumpulan dana, menulis di Twitter bahwa bocah laki-laki berusia 15 tahun dan saudara perempuannya telah mengalami banyak kekerasan beberapa bulan sejak pindah ke Huddersfield.

Dia merujuk pada video lain yang muncul menunjukkan seorang gadis, yang mengenakan hijab, dilecehkan dan didorong oleh segerombolan orang, kata laporan setempat. Gadis itu diyakini sebagai adik perempuan remaja tersebut.

Tasnime Akunjee, seorang pengacara yang mewakili keluarga, mengatakan kepada Guardian bahwa keluarga itu sedang mempertimbangkan untuk pindah tempat tinggal dan dilaporkan telah menawarkan untuk menetap di Oxford.

Laporan media mengatakan keluarga remaja itu telah melarikan diri dari kota Homs di Suriah, yang dikepung antara 2011 dan 2014 menyusul pemberontakan bersenjata terhadap Presiden Bashar Asad.

Perang Suriah, yang dimulai pada tahun 2011, telah merenggut lebih dari 465.000 jiwa dan menelantarkan sekitar 12 juta orang, lebih dari setengah populasi pra-perang di negara itu, mendorong krisis pengungsi besar-besaran. (Althaf/arrahmah.com)

0 komentar: