Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Kasi Penyuluhan Agama Islam Kemenag Parepare Hartati mengatakan, informasi terkait keberadaan kelompok warga penganut ajaran Syiah sudah diterima pihaknya sejak lama.
Pengikut Syiah di Parepare membangun pesantren

“Kami banyak mendapat laporan warga dan memang sudah mendeteksi keberadaannya. Tapi sejauh mana pertumbuhannya di Parepare, belum kami tahu persis jumlahnya. Karena sementara masih kami telusuri,” ujarnya.

Kemenag, kata dia, dalam manngkal dan mempersempit ruang gerak agar ajaran tersebut tidak semakin meluas, intens dilakukan penyuluhan terkait bahaya ajaran sesat yang mengatasnamakan Islam.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, jika sudah ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat perkumpulan penganut Syiah. Salah satunya, di kawasan Kecamatan Bacukiki Barat. Sebuah bangunan Pondok Pesantren tempat belajar ajaran tersebut.

Seorang warga setempat yang minta namanya tidak disebut mengatakan, kawasan tersebut bahkan menyerupai perkampungan. Tak ada larangan untuk memasuki kawasan tersebut. Disebutkan jika tiap orang yangt masuk ke kawasan itu, awalnya akan dibiarkan menjalankan keyakinan sesuai agamanya.
“Nanti setelah berbaur dengan orang-orang Syiah yang ada di sana, barulah calon pengikut pelan-pelan diajak ikut bergabung,” katanya.

Sementara Anggota Komisi III DPRD Parepare Minhajuddin Ahmad mengemukakan, jika telah lama mengetahui dan mendengar pergerakan terkait keberadaan ajaran Syiah di Parepare. Pengikutnya bahkan dari berbagai golongan. Sasarannya, adalah masyrakat dari yang pehamamannya berafiliasi dengan Syiah. “Tapi pergerakan mereka memang terbilang rapi. Secara kelembagaan juga belum terbentuk,” ujarnya.

Minhajuddin memaparkan, setidaknya ada lima poin yang membedakan antara ajaran Islam dan Syiah yang kerap mencatut Islam. Diantaranya, kata dia, konsep Imamah, menganggap Al Quran telah diotak-atik, menghalalkan nikah mut’ah atau nikah kontrak dan membolehkan para pengikutnya berbohong bahkan mengingkari akidahnya demi menyamarkan identitas keSyiahnnya.

“Tentu jika dibiarkan tumbuh, Syiah akan menjadi ancaman keutuhan NKRI. Karena dinegara manapun Syiah pasti membuat keonaran. Ini bisa saja seperti fenomena gunung es, tentunya harus segera ditangkal. Kami minta pemerintah dan penegak hukum, untuk mencermati isu ini. Yang jelas jumlahnya di Parepare sudah banyak,” paparnya.

Terpisah, Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir mengungkapkan jika bukan kali ini saja isu keberadaan kelompok beraliran Syiah berhembus. Bahkan, kata dia, beberapa tahun lalu, warga Kampung Mandar melalui KPPSI mengajukan aspirasi terkait perkampungan Syiah yang meresahkan.
“Kami pernah mempertemukan tokoh-tokoh agama dengan Kemenag terkait hal itu. Termasuk pihak yang disebut-sebut sebagai pimpinan Syiah di Parepare,” ujarnya.

Namun untuk penanganannya, kata Kaharuddin lagi, tentu betul-betul harus dilakukan secara hati-hati karena menyangkut soal agama, yang menurutnya sangat sensitif. DPRD, kata dia, menginginkan persoalan munculnya ajaran Syiah di Parepare bisa diselesaikan tanpa menimbulkan riak maupun reaksi keras di tengah masyarakat. Sulselekspres.com

0 komentar: