Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Setidaknya lima bus yang dikirim menuju kota Al-Fu’ah dan Kufreya di wilayah Idlib, Ahad (18/12), dibakar oleh orang tak dikenal. Bus-bus itu akan mengevakuasi ratusan orang di dua desa Syiah tersebut menuju wilayah kontrol rezim Assad.

Seperti diketahui, rezim Assad dan pendukungnya milisi Iran meminta barter dalam proses evakuasi warga dari Aleppo Timur. Teman-teman mereka di dua kota yang terkepung tersebut diminta dibukakan jalan untuk dievakuasi.

Faksi-faksi di Aleppo, dalam pernyataan bersama, menegaskan bahwa pembakaran bus-bus tersebut merupakan tindakan tidak bertanggung jawab. Mereka mengungkapkan bahwa hal itu mencederai revolusi Suriah dan mengabaikan keselamatan warga Aleppo Timur yang masih terkepung.

Pernyataan itu memperingatkan bahwa upaya mengagalkan proses evakuasi terakhir oleh kedua pihak (oposisi dan rezim) akan mengancam keselamatan 50 ribu sipil yang masih terperangkap di Aleppo Timur.

Qadhi aliansi Jaisyul Fath, Syaikh Abdullah Al-Muhaisini juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, pembakaran bus-bus evakuasi pengikut rezim di Idlib hanya mengakibatkan bahaya bagi warga Aleppo.

Sampai saat berita ini dibuat, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas sabotase kesepakatan tersebut. Sementara itu, Rezim Bashar Assad lebih dulu menuduh pejuang melakukan pembakaran itu.

Di sisi lain, komandan pejuang sekaligus pendiri Ahrar Al-Syam, Khalid Abu Anas, menegaskan bahwa sel-sel ISIS dan agen rezim Assad di balik pembakaran bus-bus tersebut. Dalam pandangannya, hal tersebut dilakukan untuk mencederai puluhan warga yang masih di Aleppo Timur.

Sementara itu, sebagian di lapangan mengatakan bahwa pelaku pembakaran merupakan perorangan dari kalangan warga sipil. Ini bagian dari kemarahan mereka yang sudah memuncak atas pembantaian rezim Assad dan pendukungnya di Aleppo Timur.

Dalam kesepakatan yang ditandangani oposisi dan rezim, sebanyak 1200 pengikut Syiah di kota Al-Fu’ah dan Kufreya dibolehkan dievakuasi dengan imbalan separuh warga yang terkepung di Aleppo Timur, dalam sesi pertama.

Sesi kedua, rezim meminta barter separuh dari warga Aleppo Timur yang tersisa dengan 1200 pengikut Syiah. Sementara sesi terakhir, rezim meminta ratusan pengikut mereka dengan ratusan warga Aleppo sisanya. (kiblat)

0 comments: