Breaking News
Loading...

Bagaimana Syiah Menjadikan Iran Sebagai Pusat Ajaran Sesat?

 


Syiahindonesia.com –
Iran dikenal dunia sebagai negeri dengan mayoritas penganut Syiah Itsna Asy’ariyah (Imamiyah). Dominasi ini bukan terjadi secara alami, tetapi melalui proses panjang yang penuh rekayasa politik, penindasan, propaganda, dan pemalsuan sejarah. Sejak berdirinya Dinasti Safawi pada abad ke-16, Iran berubah dari negeri Sunni yang kuat menjadi pusat terbesar penyebaran ajaran Syiah yang menyimpang dari Islam yang murni. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana perubahan besar itu terjadi dan bagaimana Iran terus menjadi mesin penyebaran ideologi Syiah ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.


1. Iran Awalnya Negeri Sunni, Bukan Syiah

Banyak orang tidak mengetahui bahwa Iran selama lebih dari 900 tahun adalah negeri Sunni. Ulama besar seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan puluhan imam hadis lain berasal dari wilayah Persia.

Namun, perubahan besar terjadi pada masa Syah Ismail Safawi (1501 M) yang memaksakan Syiah sebagai mazhab negara.

Metode Safawi Mengubah Negeri Sunni Menjadi Syiah:

  • Pemaksaan akidah Syiah melalui pedang.

  • Pembantaian ulama-ulama Sunni.

  • Penghancuran masjid, madrasah, dan karya-karya Sunni.

  • Penciptaan doktrin-doktrin baru untuk membangun identitas Syiah.

Sejarawan mencatat lebih dari 1 juta kaum Sunni tewas, dan ratusan ribu lainnya melarikan diri. Proses ini menjadi fondasi Iran sebagai “negara Syiah”.


2. Iran Mengganti Struktur Agama dengan Wewenang Imam Syiah

Dalam ajaran Syiah Imamiyah, otoritas agama bukan pada Qur’an dan Sunnah, melainkan pada “Wilayah al-Faqih”, yaitu kekuasaan mutlak ulama Syiah (marja').

Itu sebabnya Iran dibangun di atas konsep:

“الولاية الفقيه” – Kekuasaan Mutlak Imam/Ulama Syiah

Konsep ini tidak pernah dikenal dalam Islam. Al-Qur’an menegaskan:

﴿ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ﴾
"Hukum itu hanyalah milik Allah." (QS. Yusuf: 40)

Sementara Syiah mengangkat ulama mereka sebagai pemilik otoritas ilahi.

Akibatnya, Iran menjadi negara agama yang dikendalikan oleh ulama Syiah ekstrem, bukan hukum Islam yang sahih.


3. Mesin Propaganda: Syiah Menyebarkan Pahamnya Lewat Lembaga Resmi Negara

Iran tidak menyebarkan ajaran Syiah secara individu, tetapi lewat sistem negara:

Lembaga Propaganda Syiah Iran:

  • Al-Majma’ al-‘Alami li Ahl al-Bayt

  • Wilayah al-Faqih International Network

  • ICRO (Islamic Culture and Relations Organization)

  • Yayasan Al-Mustafa International University

Tujuan lembaga-lembaga ini adalah:

  • mengirim dai Syiah ke seluruh dunia,

  • infiltrasi ke negara muslim melalui beasiswa,

  • menyebar literatur dan kitab Syiah berbahasa lokal,

  • membangun masjid dan pusat kajian Syiah.

Ini menunjukkan Iran tidak hanya negara, tetapi pabrik ideologi Syiah global.


4. Iran Menggunakan Jalur Politik untuk Menanamkan Pengaruh di Negara Muslim

Iran aktif menggunakan kekuatan politik demi meluasnya paham Syiah.

Cara Iran Menguatkan Pengaruh Politik:

  • Mendanai kelompok milisi Syiah di berbagai negara (Houthi, Hizbullah, Hashd al-Shaabi).

  • Mengintervensi konflik Timur Tengah agar tetap menjadi “pelindung kaum Syiah”.

  • Melobi pemerintah negara lain melalui hubungan diplomatik.

  • Mendanai LSM, jurnalis, dan akademisi untuk menyebarkan narasi pro-Iran.

Ini bukan dakwah, melainkan ekspansi ideologi dan politik.


5. Industri Film, Media, dan Drama: Propaganda Syiah yang Masif

Iran memiliki industri film terbesar di Timur Tengah setelah Turki. Namun film yang dihasilkan banyak berisi propaganda Syiah:

Tema Propaganda:

  • Mengagungkan imam 12 Syiah.

  • Menonjolkan kesyahidan Husain secara politis.

  • Merendahkan sahabat Nabi.

  • Menyisipkan dogma “kezaliman Sunni”.

Media-media yang digunakan:

  • Televisi internasional Iran (Press TV, Al-Alam TV).

  • Ribuan channel YouTube Syiah.

  • Film dan serial sejarah palsu.

Ini membuat Iran menjadi pusat produksi narasi sesat tentang Islam.


6. Iran Menjadikan Ritual Karbala sebagai Identitas Nasional dan Alat Politik

Syiah menjadikan tragedi Karbala sebagai ritual tahunan penuh dramatisasi:

  • arak-arakan penuh darah,

  • pemukulan diri,

  • ratapan berlebihan,

  • lakon teater “Ta’ziyah”,

  • dan tangisan massal.

Ritual itu digunakan untuk:

  • menanamkan kebencian terhadap sahabat Nabi,

  • membentuk identitas Syiah yang seolah tertindas,

  • memobilisasi massa untuk kepentingan politik Iran.

Padahal Nabi ﷺ bersabda:

« لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ »
“Bukan dari golongan kami orang yang menampar pipinya dan merobek bajunya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


7. Beasiswa Syiah: Cara Halus Iran Menyebarkan Ideologi

Iran setiap tahun memberikan ribuan beasiswa gratis kepada pemuda dari Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa untuk belajar di Qom.

Setelah kembali ke negara asal, para lulusan ini:

  • menjadi dai Syiah,

  • membuka pusat kajian,

  • menerjemahkan kitab-kitab Syiah,

  • membuat konten media yang membela Iran.

Indonesia bahkan menjadi sasaran utama karena penduduk muslimnya sangat besar.


8. Pembiayaan Masjid dan Aliran Dana yang Mencurigakan

Iran secara rutin mengirim dana untuk:

  • renovasi masjid,

  • pendirian yayasan,

  • kegiatan sosial,

  • pembangunan sekolah agama.

Tetapi di balik itu terdapat syarat:

  • pemateri harus Syiah,

  • kurikulum mengikuti Iran,

  • kegiatan diisi ritual-ritual Syiah.

Ini adalah penyusupan terstruktur.


9. Mengubah Sejarah dan Menyebarkan Fitnah Terhadap Para Sahabat

Iran dan ideologi Syiah sangat bergantung pada narasi sejarah yang dipelintir:

  • Menggambarkan Abu Bakar, Umar, dan Utsman sebagai pengkhianat.

  • Menyatakan Ahlus Sunnah sebagai musuh Ahlul Bait.

  • Menyusun riwayat palsu untuk menguatkan kebohongan mereka.

  • Menuduh sahabat mencuri hak Ali.

Tujuan akhirnya adalah:
menghancurkan Sunni dari akarnya.


10. Kesimpulan: Iran Bukan Sekadar Negara, tetapi Pusat Produksi Ajaran Syiah

Melalui kekuasaan politik, militer, pendidikan, media, ekonomi, beasiswa, dan propaganda, Iran telah menjadikan dirinya pusat penyebaran ajaran Syiah global.

Bagi umat Islam Indonesia, kewaspadaan sangat penting karena:

  • infiltrasi Syiah terjadi secara sistematis,

  • mereka menggunakan diplomasi lembut,

  • dan targetnya adalah mengubah akidah masyarakat.

Islam mengajarkan untuk mengikuti kebenaran Al-Qur’an dan Sunnah, bukan doktrin-doktrin sesat yang dibuat untuk kepentingan politik dan sektarian.


(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 komentar: