Breaking News
Loading...

Sumber: http://www.alarabiya.net/ar/iran/2015/01/09/الصلاة-تكشف-الفرقة-بين-الشيعة-والسنة-بمؤتمر-الوحدة-.html
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dengan adanya banyak peristiwa di timur tengah dan sekitarnya, masyarakat menjadi mulai sadar, siapakah syiah yang sebanarnya. Dulu ketika posisi mereka masih sangat tertutup, kini sudah kelihatan aslinya.

Di Iraq, invasi militer amerika dibuka karena ulah syiah. Hingga as-Sistani – tokoh syiah – memberkahi keberadan tentara Amerika di Iraq, karena telah membantai ribuan kaum muslimin.

Di Lebanon, gerakan Hizbullaat syiah, telah menewaskan banyak muslim ahlus sunah. Di Yaman, Syiah Houtsi membantai banyak kaum muslimin, bahkan merebut pemerintahan. Dan terutama di Suriah, korban kebiadaban rezim Syiah, yang bekerja sama dengan Iran, Rusia, dan Cina, luar biasa. Tidak ada yang tahu jumlahnya kecuali Allah.. Menurut laporan Database Syrian Revolution Martyrs, jumlah kaum muslimin yang meninggal mencapai 147.130. dalam rantang waktu konflik selama 1.780 hari. Artinya, dalam sehari, rata-rata jumlah kaum muslimin yang wafat mencapai 83 orang.

Belum lagi dengan pembantaian terselubung yang dilakukan kaum syiah di Iran, baik dalam bentuk eksekusi gantung di depan umum, atau hukum bunuh lainnya.

Anda bisa pelajari di: Eksekusi Iran Selama 2015, Ada 1000 yang Digantung

Melihat semua ini, masyarakat mulai sadar, Syiah itu berbahaya. Tidak hanya bagi aqidah, tapi juga bagi kesatuan NKRI. Karena semua konflik dari negara muslim, syiah menjadi pemeran utamanya.
Ketika JIL Membela Syiah

Namun sangat disayangkan, pemahaman masyarakat ini berusaha untuk dirusak oleh kaum liberal. Bagi mereka, kejahatan syiah harus ditutupi, agar syiah kembali diterima di masyarakat. Makanya syiah demikian berterima kasih dengan komunitas hasil didikan yahudi, karena jasa JIL, mereka lebih berani bersikap.

Anda bisa pelajari selengkapnya di: Mengapa JIL Membela Syiah

Upaya yang  sama juga dilakukan oleh orang-orang sufi. Karena mereka memiliki kepentingan yang sama untuk menghadapi dakwah tauhid dan sunah, akhirnya mereka melakukan pendekatan dengan syiah.

Sudah ada beberapa muktamar yang diselenggarakan. Pertemuan tokoh sufi dan syiah, atas nama taqrib (pendekatan) antara syiah dan suni. Padahal mereka bukan suni. Dari pertemuan semacam inilah muncul pernyataan: Sunny dan Syiah Adalah Saudara. Meskipun yang benar, syiah dan sufi adalah saudara. Karena kehadiran mereka mewakili kelompok sunny dan bukan kelompok sufi.

Ada satu yang lucu, di tahun 2015 diadakan muktamar taqrib (pendekatan) antara syiah dan suni (baca: sufi) di Teheran selama 3 hari, antara 15 -17 Rabiul Awal, bertepatan dengan 7 – 9 Januari.

Yang menarik, ketika melaksanakan shalat jamaah, ternyata mereka tidak satu imam, tapi 2 imam.

Kelompok syiah shalat jamaah sendiri dan kelompok sufi shalat jamaah sendiri.

Sumber: http://www.alarabiya.net/ar/iran/2015/01/09/الصلاة-تكشف-الفرقة-بين-الشيعة-والسنة-بمؤتمر-الوحدة-.html

Sekalipun lisan mereka mengaku satukan syiah, hakekatnya hati mereka menginkarinya…

Allahu a’lam.

(konsultasisyariah)

0 comments: