Syiahindonesia.com - Sejarah kegemilangan Islam tidak akan pernah bisa dilepaskan dari lembaran perjuangan para sahabat Nabi Muhammad ﷺ. Merekalah generasi istimewa yang dibina langsung di bawah bimbingan wahyu dan keteladanan Rasulullah ﷺ. Dari pengorbanan harta benda kaum Muhajirin hingga ketulusan pembelaan kaum Ansar, para sahabat telah mengukir jasa yang luar biasa dalam menjaga eksistensi Islam di masa-masa awal, mengodifikasi mushaf Al-Qur'an, hingga menyebarkan dakwah yang luhur ini ke seluruh penjuru dunia. Penghormatan terhadap jasa kolektif mereka merupakan bagian tidak terpisahkan dari akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Sunni).
Namun, di dalam konseptual teologi sekte Syiah, khususnya Syiah Dua Belas Imam (Itsna Asyariyah), terdapat upaya sistematis untuk menghapus, mereduksi, dan mendistorsi peran besar para sahabat dalam panggung sejarah Islam. Demi meloloskan doktrin Imamah—yang mengunci hak kepemimpinan hanya pada trah keturunan tertentu—para rabi Syiah memformulasikan narasi sejarah tandingan. Di dalam sejarah versi Syiah, peran heroik para sahabat dalam perluasan dakwah dan pembelaan Islam sengaja dihapuskan, lalu digantikan dengan dongeng pengkhianatan massal.
1. Menghapus Peran Sahabat dalam Perluasan Dakwah Islam (Futuhat)
Salah satu jasa terbesar Khulafaur Rasyidin dan para sahabat adalah melakukan ekspansi dakwah (Futuhat Islamiyah) yang berhasil membebaskan wilayah-wilayah tertindas dari cengkeraman imperium besar dunia, seperti Romawi di Syam dan Mesir, serta Persia di timur.
Klaim Distorsif Syiah: Sekte Syiah menolak memberikan apresiasi terhadap perluasan wilayah Islam ini. Dalam pandangan teologi mereka, seluruh pertempuran dan perluasan wilayah (Futuhat) yang dipimpin oleh Khalifah Abu Bakar, Umar, dan Utsman dinilai sebagai tindakan ilegal, batil, dan tidak bernilai pahala jihad karena tidak dipimpin langsung oleh Imam maksum mereka.
Fakta Sejarah yang Benar: Perluasan dakwah pada masa tiga khalifah pertama adalah puncak kejayaan politik dan spritual Islam. Melalui ekspansi ini, jutaan manusia keluar dari kegelapan paganisme menuju cahaya tauhid. Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. sendiri mendukung penuh kebijakan militer ini dan mengirimkan putra-putranya serta memberikan nasihat-nasihat taktis militer kepada Khalifah Umar bin Khattab r.a. dalam menaklukkan Persia.
2. Mendistorsi Peran Kodifikasi Al-Qur'an oleh Sahabat
Upaya paling berbahaya dari sekte Syiah dalam menghapus peran besar sahabat adalah dengan meragukan, menuduh, dan memfitnah proses kodifikasi (pengumpulan) Al-Qur'an yang dipelopori oleh Abu Bakar r.a. dan disempurnakan oleh Utsman bin Affan r.a.
Klaim Distorsif Syiah: Karena para sahabat dinilai telah murtad pasca-wafatnya Nabi, Syiah meyakini bahwa Al-Qur'an yang ada di tangan umat Islam hari ini telah mengalami pengurangan, penambahan, atau manipulasi (Tahrif). Mereka mengeklaim para sahabat sengaja menghapus ayat-ayat yang secara eksplisit menyebutkan nama Ali r.a. sebagai khalifah.
Dampak Kerusakan: Penolakan terhadap peran kodifikasi para sahabat ini adalah pintu masuk untuk merusak otoritas kitab suci umat Islam. Allah SWT secara tegas menjamin keaslian Al-Qur'an di dalam Surah Al-Hijr ayat 9:
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami pula yang memeliharanya."
Dengan menuduh para sahabat memanipulasi Al-Qur'an, Syiah secara tidak langsung telah mendustakan jaminan penjagaan Allah atas kitab suci-Nya sendiri.
3. Matriks Upaya Syiah dalam Menghapus Peran Agung Sahabat
Untuk memetakan bagaimana sistematisnya upaya penghapusan sejarah ini dilakukan oleh teolog Syiah, berikut adalah matriks perbandingan peranan tokoh:
4. Menafikan Jasa Sahabat dalam Transmisi Hadits
Sekte Syiah juga berupaya keras memutus mata rantai periwayatan hadis nabi (As-Sunnah) dari jalur para sahabat utama. Mereka menolak seluruh hadis yang diriwayatkan oleh tokoh-tokoh besar seperti Abu Hurairah r.a., Abdullah bin Umar r.a., Anas bin Malik r.a., dan Ibunda Aisyah r.a.
Sebagai gantinya, Syiah hanya menerima hadis yang diriwayatkan lewat jalur eksklusif keluarga mereka (Ahlul Bait). Pemutusan jalur periwayatan ini berakibat pada hilangnya sebagian besar khazanah hukum Islam yang sahih di dalam sekte mereka. Akibatnya, untuk mengisi kekosongan hukum, para rabi Syiah terpaksa memabrikasi hadis-hadis palsu dan menyandarkannya kepada para Imam mereka secara sepihak.
Kesimpulan
Upaya sekte Syiah dalam menghapus peran besar para sahabat nabi merupakan sebuah gerakan pengaburan sejarah yang sangat berbahaya bagi keberlangsungan akidah umat Islam. Dengan menghapus jasa-jasa para sahabat dalam perluasan dakwah, kodifikasi Al-Qur'an, dan transmisi hadis, Syiah berupaya meruntuhkan kredibilitas seluruh fondasi ajaran Islam yang telah sampai kepada kita saat ini.
Bagi umat Islam di Indonesia, kewaspadaan terhadap gerakan propaganda ini harus terus ditingkatkan. Mempelajari sejarah para sahabat secara jujur, objektif, dan bersumber pada referensi Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah benteng kokoh untuk menyelamatkan ingatan kolektif umat dari upaya distorsi sejarah yang dilancarkan oleh kaum Syiah. Menghormati dan mencintai para sahabat adalah bagian dari pembelaan terhadap keutuhan risalah Islam itu sendiri.
(albert/syiahindonesia.com)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: