Breaking News
Loading...

Bagaimana Syiah Berusaha Mengubah Identitas Islam?

Syiahindonesia.com - Islam adalah agama yang telah sempurna sejak masa Rasulullah SAW. Identitasnya tegak di atas Al-Qur'an yang terjaga, Sunnah yang otentik, dan teladan para Sahabat yang diridhai Allah. Namun, melalui berbagai strategi dan doktrin penyimpangan, kelompok Syiah berusaha melakukan dekonstruksi terhadap fondasi tersebut. Mereka berupaya mengubah identitas Islam yang murni menjadi sebuah ideologi yang berbasis pada pengkultusan individu, dendam sejarah, dan manipulasi syariat. Artikel ini akan membedah metode-metode yang digunakan Syiah dalam mengubah identitas Islam.


1. Mengubah Sumber Otoritas Keagamaan

Identitas Islam sejati menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai rujukan tertinggi. Syiah berusaha mengubah ini dengan memperkenalkan doktrin Imamah.

Pergeseran Identitas: Dalam Syiah, otoritas tertinggi bukan lagi terletak pada nash (teks) yang dipahami secara kolektif oleh umat, melainkan pada perkataan "Imam Maksum". Mereka mengajarkan bahwa Al-Qur'an tidak bisa dipahami tanpa penjelasan Imam, dan Sunnah Nabi hanya sah jika lewat jalur Imam. Dengan cara ini, identitas Islam diubah dari agama yang berpusat pada wahyu Allah menjadi agama yang berpusat pada otoritas mutlak manusia (Imam).


2. Menciptakan "Sejarah Kelam" untuk Mengganti Kemuliaan

Identitas Islam dibangun di atas rasa bangga terhadap generasi terbaik (Sahabat). Syiah berusaha menghancurkan identitas ini dengan menyebarkan narasi sejarah yang penuh dengan air mata dan pengkhianatan.

Strategi Dekonstruksi:

  • Mereka menggambarkan masa Khulafaur Rasyidin sebagai masa kegelapan dan perampasan hak.

  • Dengan mengubah persepsi sejarah ini, Syiah ingin umat Islam merasa malu terhadap leluhurnya dan beralih kepada identitas baru yang berbasis pada "perlawanan" dan "ratapan" (seperti ritual Asyura).

  • Identitas Muslim yang seharusnya gagah dan penuh optimisme diubah menjadi identitas yang penuh dendam dan duka abadi.


3. Infiltrasi Budaya dan Ritual Bid’ah

Identitas sebuah umat terlihat dari cara mereka beribadah. Syiah menyusupkan ritual-ritual asing yang tidak pernah dikenal dalam Islam untuk menciptakan identitas visual yang berbeda.

  • Ziarah yang Melampaui Haji: Mereka mempromosikan ziarah ke makam Karbala atau Najaf dengan keutamaan yang diklaim melebihi ibadah Haji ke Makkah.

  • Ritual Menyakiti Diri: Praktik Tatbir (melukai diri) saat Asyura menciptakan citra Islam yang mengerikan dan tidak berakal di mata dunia, jauh dari identitas Islam yang moderat dan penuh rahmah.

  • Tanda Lahiriyah: Penggunaan batu tanah Karbala (Turba) saat sujud shalat adalah upaya fisik untuk menegaskan bahwa identitas mereka berbeda dari mayoritas Muslim.


4. Manipulasi Bahasa dan Istilah Syar’i

Syiah sering meminjam istilah-istilah Islam yang mulia namun memberikan isi yang sepenuhnya berbeda.

  • Ahlul Bait: Istilah ini dalam Islam mencakup istri-istri Nabi dan keluarga dekat beliau. Syiah mempersempitnya hanya pada keturunan Ali-Fatimah demi kepentingan politik.

  • Taqwa vs Taqiyyah: Jika Islam mengajarkan Taqwa sebagai kejujuran, Syiah sering kali membungkus kedustaan dengan istilah Taqiyyah yang dianggap sebagai bagian dari agama.


5. Politik "Wilayatul Faqih"

Secara global, Syiah berusaha mengubah identitas politik umat Islam yang seharusnya mandiri dan berdaulat menjadi tunduk pada satu komando kepemimpinan teokrasi di pusat kekuasaan Syiah dunia. Melalui konsep Wilayatul Faqih, loyalitas umat Islam di berbagai negara berusaha dialihkan dari kesetiaan pada bangsa dan ukhuwah Islamiyah lokal menuju kesetiaan mutlak pada agenda politik sektarian asing.

Dampak Bagi Umat Islam

Upaya mengubah identitas ini bertujuan agar umat Islam kehilangan akar aslinya. Jika seorang Muslim sudah ragu pada Sahabatnya, ragu pada keaslian Al-Qur'annya, dan lebih mencintai ritual ratapan daripada Sunnah, maka ia telah kehilangan identitas Islamnya dan masuk ke dalam perangkap ideologi Syiah.

Kesimpulan

Mengubah identitas Islam adalah agenda jangka panjang Syiah untuk menciptakan sebuah agama baru dengan label "Islam" namun berisi doktrin yang menyelisihi prinsip-prinsip dasar yang dibawa Rasulullah SAW. Sebagai benteng pertahanan, kita harus memperkuat identitas diri dengan mempelajari akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah secara mendalam dan tetap bangga pada warisan mulia yang ditinggalkan oleh generasi para Sahabat Nabi.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: