Breaking News
Loading...

Syiah dan Konspirasi Mereka terhadap Islam Sejak Zaman Kuno

Syiahindonesia.com - Memahami sejarah Islam secara utuh menuntut kita untuk bersikap kritis terhadap berbagai gerakan yang muncul di tengah umat, baik yang bersifat internal maupun infiltrasi dari luar. Salah satu fenomena yang paling konsisten dalam sejarah panjang umat ini adalah kemunculan kelompok Syiah Rafidhah. Sejak fajar Islam menyingsing hingga hari ini, kelompok ini telah mencatatkan jejak hitam melalui berbagai upaya yang oleh para ulama disebut sebagai konspirasi untuk merusak sendi-sendi agama dari dalam. Di Indonesia, kesadaran akan sejarah konspiratif ini menjadi sangat penting sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi penyebaran ajaran yang tidak hanya menyimpang secara akidah, tetapi juga memiliki akar politik yang destruktif terhadap stabilitas ukhuwah Islamiyah.


1. Akar Konspirasi: Sosok Abdullah bin Saba’

Sejarah mencatat bahwa embrio gerakan Syiah tidak terlepas dari peran seorang Yahudi dari Yaman yang berpura-pura masuk Islam bernama Abdullah bin Saba’. Ia adalah aktor intelektual di balik munculnya pemahaman ekstrem yang menuhankan Ali bin Abi Thalib atau menganggap Ali sebagai penerima wasiat kenabian.

Strategi yang digunakan bin Saba’ adalah strategi klasik penyusupan: masuk ke dalam barisan Muslim, memuji keluarga Nabi secara berlebihan (ghuluw), namun di saat yang sama menghasut umat untuk membenci para pemimpin Islam yang sah. Inilah titik awal konspirasi "pecah belah" yang mengakibatkan fitnah besar di masa Khalifah Utsman bin Affan RA. Gerakan Sabaiyyah inilah yang menjadi cikal bakal ideologi Rafidhah yang terus berevolusi hingga sekarang.

2. Konspirasi Penjatuhan Khalifah Utsman bin Affan

Konspirasi kuno Syiah pertama yang sangat berdampak sistematis adalah fitnah terhadap Khalifah Utsman bin Affan RA. Kelompok penyusup ini menyebarkan berita bohong (hoaks) mengenai kebijakan sang Khalifah, memprovokasi penduduk di berbagai wilayah (seperti Mesir dan Kufah), hingga akhirnya berujung pada pengepungan dan pembunuhan Khalifah yang mulia di rumahnya sendiri.

Pembunuhan Utsman adalah "pintu fitnah" yang tidak pernah tertutup hingga hari ini. Konspirasi ini bertujuan untuk menghancurkan wibawa kepemimpinan Islam dan menciptakan luka permanen dalam tubuh umat. Rasulullah SAW telah memperingatkan tentang fitnah ini dalam sabdanya:

إِنَّاللَّهَعَزَّوَجَلَّسَيُلْبِسُكَقَمِيصًا،فَإِنْأَرَادُوكَعَلَىخَلْعِهِفَلَاتَخْلَعْهُ

"Sesungguhnya Allah akan memakaikanmu sebuah pakaian (kekhalifahan). Jika mereka menginginkanmu untuk melepaskannya, maka janganlah engkau melepaskannya." (HR. Tirmidzi).

3. Khianat Karbala: Mengundang Lalu Meninggalkan

Tragedi Karbala sering kali digunakan Syiah sebagai alat propaganda untuk menarik simpati. Namun, jika kita melihat catatan sejarah yang jujur, terdapat konspirasi pengkhianatan yang dilakukan oleh penduduk Kufah (yang mengaku Syiah Ali) terhadap Sayyidina Husain bin Ali.

Mereka mengirimkan ribuan surat janji setia agar Husain datang ke Kufah untuk memimpin mereka. Namun, begitu pasukan musuh datang mengancam, mereka justru berkhianat, bersembunyi di rumah-rumah mereka, bahkan sebagian ikut serta dalam pasukan yang mengepung Husain. Konspirasi pengkhianatan internal inilah yang menjadi sebab utama syahidnya cucu Rasulullah SAW. Syiah hari ini menutupi konspirasi pengkhianatan nenek moyang mereka dengan ritual meratap dan mencaci sahabat lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan peristiwa tersebut.

4. Peran dalam Keruntuhan Khilafah Abbasiyah

Salah satu konspirasi kuno yang paling tragis adalah peran tokoh-tokoh Syiah dalam membantu tentara Mongol (Hulagu Khan) menghancurkan Baghdad pada tahun 656 H. Tokoh seperti Ibnu Al-Alqami (seorang menteri Syiah di pemerintahan Abbasiyah) dan Nashiruddin At-Thusi melakukan pengkhianatan dari dalam.

Ibnu Al-Alqami membocorkan rahasia pertahanan Baghdad dan melemahkan pasukan Muslim agar tentara Mongol bisa masuk dengan mudah. Akibat konspirasi ini, ratusan ribu umat Islam dibantai, perpustakaan dihancurkan, dan kekhalifahan Islam runtuh. Sejarah membuktikan bahwa dalam momen-momen genting, kelompok ini sering kali bekerja sama dengan musuh luar untuk menghancurkan kekuatan Ahlussunnah.


Pola Konspirasi yang Masih Berlanjut di Era Modern

Pola konspirasi yang dilakukan sejak zaman kuno tersebut ternyata masih dipraktikkan hingga hari ini dengan penyesuaian media:

  • Infiltrasi Melalui Pendidikan: Memasukkan paham Syiah ke dalam kurikulum atau buku-buku sejarah dengan narasi yang memojokkan sahabat.

  • Penciptaan Konflik Horisontal: Mengadu domba sesama Muslim dengan isu-isu khilafiyah agar umat Islam sibuk bertikai secara internal sementara agenda mereka berjalan lancar.

  • Konspirasi Politik Global: Menggunakan kekuatan negara (seperti Iran) untuk melakukan ekspansi ideologi ke negara-negara berpenduduk Muslim Sunni, termasuk Indonesia.

Allah SWT mengingatkan kita untuk waspada terhadap tipu daya orang-orang yang ingin merusak agama dari dalam:

وَإِذَارَأَيْتَهُمْتُعْجِبُكَأَجْسَامُهُمْۖوَإِنْيَقُولُواتَسْمَعْلِقَوْلِهِمْۖكَأَنَّهُمْخُشُبٌمُسَنَّدَةٌۖيَحْسَبُونَكُلَّصَيْحَةٍعَلَيْهِمْۚهُمُالْعَدُوُّفَاحْذَرْهُمْ

"Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira setiap teriakan keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka..." (QS. Al-Munafiqun: 4).


Cara Mengantisipasi Konspirasi Syiah di Indonesia

Agar sejarah kelam pengkhianatan dan konspirasi ini tidak terulang di tanah air, umat Islam perlu:

  1. Memperkuat Literasi Sejarah Sahih: Mempelajari sejarah dari sumber yang otoritatif seperti karya Al-Hafizh Ibnu Katsir atau Imam At-Thabari (dengan filter ulama hadits).

  2. Mewaspadai Tokoh-Tokoh "Bermuka Dua": Berhati-hati terhadap oknum yang mengaku Sunni namun selalu membela kepentingan Syiah atau gemar mencaci sahabat Nabi secara halus.

  3. Mempererat Ukhuwah Ahlussunnah: Persatuan di atas akidah yang benar adalah obat paling mujarab untuk menangkal segala bentuk konspirasi penyusupan.

Kesimpulan

Konspirasi Syiah terhadap Islam bukanlah isapan jempol, melainkan fakta sejarah yang berulang sejak zaman Abdullah bin Saba' hingga runtuhnya Baghdad. Mereka bergerak di balik bayang-bayang, menggunakan kedok cinta Ahlul Bait untuk menghancurkan fondasi Islam. Sebagai Muslim di Indonesia, kita harus cerdas membaca tanda-tanda zaman. Jangan sampai kita menjadi korban dari konspirasi yang sama yang telah menghancurkan generasi-generasi sebelum kita. Tetaplah istiqamah di atas manhaj para sahabat, karena di sanalah keselamatan dan kemenangan umat berada.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 komentar: