Syiahindonesia.com - Organisasi kemasyarakatan GENPAR ( Gerakan Nasional Pembela Rakyat) melaporkan dua orang berinisial SH dan D ke pihak kepolisian (Polda Metro Jaya/PMJ) atas dugaan penghinaan terhadap sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar As-Siddiq. Laporan ini disampaikan langsung oleh perwakilan ormas tersebut, Nurdin, beserta sejumlah warga dari Jawa Barat, Polda Metro Jaya, Senin (18/5/2026). Laporan termaktub LP/B/3558/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Menurut Nurdin, kedua terlapor diduga melaknat Abu Bakar As-Siddiq secara terang-terangan melalui sebuah video yang kemudian diunggah dan viral di media sosial Instagram. “Dia menyinggung langsung, melaknat Abu Bakar Siddiq, laknatullah Abu Bakar Siddiq,” ungkap Nurdin saat ditemui usai menyampaikan laporan.
Kejadian tersebut diperkirakan berlangsung sekitar sepekan sebelum laporan dibuat, yakni di awal bulan. Pihak pelapor telah menyertakan video dan tangkapan layar dari media sosial sebagai barang bukti, termasuk dokumentasi kegiatan ritual yang disebut turut diposting oleh para terlapor.
Adapun lokasi kegiatan para terlapor diduga berada di daerah Pulogadung, Jakarta Timur dan ICC Pejaten, Jakarta Selatan. Hingga laporan dibuat, kedua terlapor belum berhasil ditemui. “Kami pernah datang tapi dia tidak ada di TKP,” ujar Nurdin. Ia menambahkan bahwa belum ada komunikasi antara pihak pelapor dan terlapor sebelum laporan ini diajukan.
GEMPAR menduga kedua terlapor memiliki afiliasi dengan kelompok beraliran Syiah, mengingat lokasi kegiatan mereka disebut berada di pusat kegiatan yang diidentifikasi sebagai milik komunitas tersebut.
Dalam laporannya, GEMPAR meminta aparat penegak hukum menerapkan pasal penistaan agama. Nurdin menyebut pasal yang dimaksud merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku, yakni terkait penodaan agama (pasal 156/pasal 300 KUHP baru). Ia mendesak polisi bertindak cepat dengan alasan situasi ini berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan di tengah masyarakat. “Kalau ini tidak diselesaikan, akan terjadi huru-hara,” tegasnya.
Kendati demikian, Nurdin menegaskan bahwa aporan ini disampaikan secara perorangan oleh sejumlah warga yang mengaku merasa terhina sebagai umat Islam. (Ris/jaksat)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: