Breaking News
Loading...

Bagaimana Syiah Mengubah Doa dan Dzikir dalam Islam?


Syiahindonesia.com - Dalam ajaran Islam, doa dan dzikir merupakan ibadah yang memiliki kedudukan sangat tinggi. Melalui doa, seorang Muslim memohon langsung kepada Allah ﷻ, sedangkan dzikir menjadi sarana untuk selalu mengingat-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah ﷺ telah mengajarkan berbagai bentuk doa dan dzikir yang diriwayatkan secara sahih oleh para sahabat. Ahlus Sunnah wal Jama’ah memegang teguh ajaran tersebut sebagai pedoman dalam beribadah. Namun dalam beberapa kajian ulama, ditemukan bahwa dalam tradisi Syiah terdapat sejumlah perubahan dalam praktik doa dan dzikir yang tidak dikenal dalam sunnah Rasulullah ﷺ. Perubahan ini kemudian menjadi salah satu aspek yang sering dibahas dalam perbedaan antara Ahlus Sunnah dan Syiah.


Kedudukan Doa dan Dzikir dalam Islam

Doa dan dzikir memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Allah ﷻ memerintahkan hamba-Nya untuk selalu berdoa dan mengingat-Nya.

Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Dan Tuhanmu berfirman: berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan bagi kalian.”
(QS. Ghafir: 60)

Selain itu, dzikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ.

Beliau bersabda:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dan yang tidak berdzikir seperti orang hidup dan orang mati.”
(HR. Bukhari)

Karena itu, doa dan dzikir dalam Islam harus mengikuti tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.


Prinsip Doa dalam Ahlus Sunnah

Dalam ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah, doa memiliki prinsip yang sangat jelas, yaitu:

  1. Berdoa langsung kepada Allah tanpa perantara makhluk.

  2. Menggunakan doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan hadits.

  3. Tidak berlebihan dalam memuji makhluk.

  4. Tidak menjadikan manusia sebagai objek permohonan doa.

Allah berfirman:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
“Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kalian menyembah siapa pun selain Allah.”
(QS. Al-Jinn: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa doa hanya ditujukan kepada Allah semata.


Doa-doa Khusus dalam Tradisi Syiah

Dalam tradisi Syiah terdapat beberapa doa yang tidak dikenal dalam sunnah Nabi, di antaranya:

  • Doa Kumayl

  • Doa Tawassul

  • Doa Nudbah

Doa-doa ini sering dibaca dalam berbagai ritual keagamaan Syiah.

Sebagian ulama Ahlus Sunnah mengkritik doa-doa tersebut karena mengandung ungkapan yang dianggap berlebihan dalam memuji imam-imam tertentu.


Tawassul kepada Imam

Dalam sebagian praktik Syiah, doa sering kali disertai dengan permohonan melalui perantara imam-imam yang dianggap memiliki kedudukan spiritual tinggi.

Contohnya adalah doa yang memohon bantuan melalui Ali bin Abi Thalib atau imam lainnya.

Padahal dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa manusia harus berdoa langsung kepada-Nya.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.”
(QS. Al-Baqarah: 186)

Ayat ini menunjukkan bahwa tidak diperlukan perantara dalam berdoa kepada Allah.


Dzikir yang Tidak Diajarkan Nabi

Dalam beberapa tradisi Syiah terdapat bentuk dzikir yang tidak dikenal dalam sunnah Nabi, misalnya:

  • Penambahan kalimat tertentu yang berkaitan dengan imam.

  • Dzikir yang berisi pengagungan ekstrem terhadap tokoh tertentu.

  • Ritual dzikir yang dikaitkan dengan peristiwa Karbala.

Padahal Rasulullah ﷺ telah mengajarkan dzikir yang sangat banyak kepada para sahabat.

Beberapa dzikir yang diajarkan Nabi antara lain:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Dzikir ini termasuk dzikir yang paling sering dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ.


Bahaya Mengubah Ibadah

Dalam Islam, ibadah tidak boleh diubah atau ditambah tanpa dasar yang jelas.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barang siapa mengada-adakan dalam urusan agama kami sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi kaidah penting dalam menjaga kemurnian ibadah dalam Islam.


Pentingnya Mengikuti Sunnah Rasulullah

Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam doa dan dzikir.

Allah berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kalian.”
(QS. Al-Ahzab: 21)

Karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk mengikuti doa-doa yang diajarkan oleh Nabi dan menghindari praktik yang tidak memiliki dasar dalam sunnah.


Kesimpulan

Doa dan dzikir merupakan ibadah yang sangat penting dalam Islam dan harus dilakukan sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ. Ahlus Sunnah wal Jama’ah berusaha menjaga kemurnian ibadah ini dengan mengikuti doa-doa yang diajarkan oleh Nabi.

Dalam beberapa tradisi Syiah terdapat praktik doa dan dzikir yang berbeda dari sunnah Rasulullah ﷺ, termasuk penggunaan doa-doa khusus serta permohonan melalui perantara imam.

Karena itu, umat Islam perlu memahami ajaran doa dan dzikir yang benar berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah agar ibadah yang dilakukan tetap sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: