Breaking News
Loading...

Syiah dan Penyimpangan Konsep Akidah Islam

 


Syiahindonesia.com –
Dalam sejarah pemikiran Islam, kelompok Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariah merupakan salah satu kelompok yang paling banyak menyimpang dari konsep akidah Islam yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dan dipahami para sahabat. Penyimpangan mereka tidak hanya bersifat cabang (furū‘), tetapi menyentuh inti agama (ushūl), sehingga menjadikan akidah mereka berbeda secara fundamental dari Islam yang murni. Artikel ini memaparkan secara rinci bagaimana Syiah telah merusak, memutarbalikkan, dan menyimpangkan prinsip-prinsip dasar akidah Islam.


1. Penyimpangan dalam Konsep Ketuhanan

1.1. Menjadikan Imam sebagai makhluk setara “Tuhan kecil”

Dalam banyak riwayat Syiah, imam dianggap memiliki kekuatan ghaib, mengetahui perkara-perkara yang tidak diketahui manusia biasa, bahkan mampu mengatur semesta. Padahal Allah berfirman:

﴿ وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ﴾
“Kunci-kunci ghaib itu hanya diketahui oleh Allah.” (QS. Al-An‘am: 59)

Menisbatkan pengetahuan ghaib kepada manusia adalah bentuk syirik.

1.2. Doktrin “Wilayah Takwiniyah”

Syiah meyakini imam memiliki kekuasaan untuk mengatur alam semesta. Ini jelas bertentangan dengan tauhid rububiyah, yang menetapkan hanya Allah satu-satunya pengatur jagat raya.


2. Penyimpangan dalam Konsep Kenabian

2.1. Menyerupakan Imam dengan Nabi

Syiah mengklaim imam lebih tinggi derajatnya daripada para nabi kecuali Nabi Muhammad ﷺ. Bahkan ada riwayat mereka yang menyatakan imam lebih mengetahui agama dibandingkan para rasul.

Padahal Allah berfirman:

﴿ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ ﴾
“Kami tidak membeda-bedakan para rasul.” (QS. Al-Baqarah: 285)

Menempatkan imam pada posisi kenabian atau lebih tinggi dari kenabian adalah pelecehan terhadap wahyu.

2.2. Menyatakan Nabi ﷺ tidak menyampaikan seluruh agama

Syiah menuduh para sahabat menyembunyikan sebagian ajaran Nabi, sehingga agama tidak sempurna kecuali melalui imam.

Ini bertentangan dengan ayat penyempurnaan agama:

﴿ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ ﴾
“Hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian.” (QS. Al-Mā'idah: 3)


3. Penyimpangan terhadap Al-Qur’an

3.1. Klaim bahwa Al-Qur’an mengalami tahrif

Banyak ulama Syiah klasik berkeyakinan Al-Qur’an telah hilang sebagian isinya. Mereka juga menuduh mushaf yang asli berada pada Imam Mahdi yang ghaib.

Padahal Allah berfirman:

﴿ إِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ ﴾
“Sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9)

Menyatakan Al-Qur’an berubah berarti menuduh Allah gagal menjaga wahyu-Nya.


4. Penyimpangan terhadap Konsep Kenabian dan Para Sahabat

4.1. Menuduh sahabat murtad

Syiah mengklaim mayoritas sahabat kafir setelah wafatnya Nabi.

Ini bertentangan dengan pujian Al-Qur’an:

﴿ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ﴾
“Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada-Nya.” (QS. At-Taubah: 100)

Mengatakan mereka murtad berarti menuduh Al-Qur’an berbohong.


5. Penyimpangan dalam Konsep Iman

5.1. Syiah menambahkan “Imamah” sebagai rukun iman

Dalam ajaran Syiah, iman tidak sah tanpa meyakini 12 imam.

Padahal Allah hanya menyebut:

﴿ آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ ﴾
“Rasul beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya…”
(QS. Al-Baqarah: 285)

Tidak ada satu ayat pun yang menyebut wajibnya mengimani imam tertentu.

5.2. Iman bagi Syiah tidak cukup dengan syahadat

Mereka menganggap syahadat tidak sah tanpa tambahan:
“Wa ‘Aliyyun waliyyullah.”

Ini adalah bid’ah yang tidak pernah diajarkan Nabi ﷺ.


6. Penyimpangan terhadap Takdir

6.1. Kekuatan Imam atas takdir

Syiah meyakini imam bisa mengubah takdir dan memiliki kontrol terhadap alam. Dalam Islam, takdir sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah.

﴿ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴾
“Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 284)


7. Penyimpangan dalam Konsep Hari Akhir

7.1. Keyakinan Raj‘ah

Syiah meyakini bahwa imam dan musuh-musuh mereka akan dibangkitkan kembali ke dunia sebelum kiamat.

Tidak ada satu ayat atau hadis sahih yang mendukung konsep ini.

7.2. Menjadikan Imam sebagai penyelamat pada hari kiamat

Menurut Syiah, seseorang tidak akan selamat kecuali dengan syafaat imam, bukan tauhid dan amal saleh.


8. Penyimpangan dalam Konsep Syariat

8.1. Mut’ah dianggap ibadah

Syiah mengajarkan nikah mut’ah sebagai ibadah, bahkan dikatakan lebih tinggi pahalanya daripada amal saleh lainnya. Padahal Nabi ﷺ telah mengharamkannya:

« إِنِّي قَدْ كُنْتُ أَذِنْتُ لَكُمْ فِي الاسْتِمْتَاعِ، أَلَا وَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ »
“Allah telah mengharamkannya sampai hari kiamat.”
(HR. Muslim)

8.2. Ritual Asyura yang penuh kesesatan

Menangis, meratap, melukai tubuh, dan ritual berdarah merupakan warisan budaya Persia, bukan Islam.


9. Kesimpulan: Mengapa Penyimpangan Syiah Berbahaya?

Syiah menyimpang dari akidah Islam dalam:

  • konsep ketuhanan,

  • konsep kenabian,

  • kedudukan sahabat,

  • kemurnian Al-Qur’an,

  • konsep iman,

  • konsep syariat,

  • konsep hari akhir.

Ini bukan perbedaan kecil, tetapi perbedaan akar agama, yang menjadikan Syiah berada di luar jalur Islam yang benar.

Umat Islam wajib memahami penyimpangan ini agar tidak terjebak dalam propaganda Syiah yang sering dibungkus dengan narasi cinta Ahlul Bait dan keadilan sosial.


(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: