Syiahindonesia.com - Pada Jumat dini hari (28/11/2025), satuan militer ‘Israel’ melakukan penyusupan ke desa Beit Jinn di pedesaan Damaskus. Meskipun penggerebekan semacam ini kerap terjadi di selatan Suriah, kali ini warga setempat melawan, memicu serangan udara berkepanjangan.
Sekitar pukul 03.00 waktu setempat, unit pasukan cadangan ‘Israel’ melakukan operasi yang digambarkan media ‘Israel’ sebagai “penyapuan” wilayah. Namun operasi itu segera berubah menjadi bentrokan sengit setelah pasukan ‘Israel’ disergap secara mendadak.
Radio militer ‘Israel’ awalnya melaporkan 6 tentara terluka, tiga di antaranya dalam kondisi kritis. Media lokal Suriah menyatakan ketiganya tewas. Laporan media ‘Israel’ berikutnya menyebut total 13 tentara mengalami luka.
Insiden tersebut diikuti operasi penyelamatan selama dua jam, melibatkan drone, helikopter, dan, menurut sejumlah laporan, jet tempur. Pasukan ‘Israel’ kemudian membombardir Beit Jinn dengan serangan udara dan tembakan tank, menewaskan setidaknya 20 warga Suriah, termasuk perempuan dan anak-anak. Puluhan lainnya terluka.
Berbagai versi kemudian muncul dari media ‘Israel’ mengenai tujuan operasi. Awalnya diberitakan sebagai operasi penyapuan, kemudian digambarkan sebagai misi penangkapan yang berubah menjadi penyergapan. Pada akhirnya, militer ‘Israel’ menyatakan telah menahan sejumlah militan Suriah, yang dituduh merencanakan serangan dan menembakkan roket, tanpa memberikan bukti atau identitas mereka.
Salah satu pejuang Suriah Hassan Mohammed Abdul Razzaq al-Saadi dipastikan gugur dalam bentrokan bersenjata, pada hari yang bertepatan dengan hari pernikahannya. Sumber-sumber Suriah juga melaporkan bahwa para pejuang menggunakan senjata ringan dan berhasil menghancurkan sebuah Humvee lapis baja ‘Israel’ dari jarak dekat. ‘Israel’ mengklaim kendaraan itu kemudian dibombardir oleh angkatan udaranya, namun tidak ditemukan kawah yang biasanya muncul akibat serangan udara.
Media ‘Israel’ juga menyebut bahwa pertarungan jarak dekat membuat angkatan udara tidak dapat segera turun tangan, klaim yang dipertanyakan sejumlah analis, mengingat laporan awal menunjukkan kekhawatiran tentara ‘Israel’ akan disandera, yang biasanya memicu penerapan Hannibal Directive.
Setelah bentrokan, Israel’Israel’ mengepung Beit Jinn, menutup akses layanan darurat ke wilayah tersebut. Menara masjid setempat dihantam serangan dan sebuah bangunan runtuh, mengubur warga di bawah puing-puing. (zarahamala/arrahmah.id)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: