Breaking News
Loading...

by M Rizal Fadillah *)

Umat Syi'ah yang mengaku pengikut dan pecinta ahlul bait mengalami benturan sewaktu berziarah ke Kota Nabi Madinah Munawarah.  Disinilah mereka menjadi bingung. "Ahlul bait"nya berantakan. Sulit menemukan sejarah pasti keberadaannya.

Syi'ah sangat gemar berziarah kubur.  Makam imam imam di hormati bahkan dikeramatkan. Berziarah ke makam Imam Reza sama dengan ibadah haji. Tapi sangat ironi dan tragis di Madinah jamaah haji syiah tidak bisa berziarah ke makam Nabi. Mereka tidak mau karena di belakang atau berdampingan dengan Rosulullah SAW justru makam shahabat Abubakar Shiddiq dan  Umar Ibnul Khattab. Dua orang yang paling dibenci dan dilaknat dalam ajaran Syi'ah.

Pilihan ziarah adalah Baqi al Gharghad. Disana  ada makam Fatimah Az Zahra. Kesanalah tujuan utama untuk berdoa dan melantunkan kesedihannya. Akan tetapi problem juga ada, di area makam itu justru juga terdapat makam Siti Aisyah dan istri istri Nabi yang lain. Itu juga orang orang yang mereka benci dan dilaknat. Belum lagi ada shahabat Usman bin Affan yang juga "dimusuhi" Syi'ah.

Ketika orang berburu Raudhoh, Syi'ah bingung lagi karena di dalam Raudhoh ada "Ustuwanah Aisyah" tiang dimana dahulu adalah tempat ditunjuk Siti Aisyah sebagai tempat yang biasa Rosulullah SAW shalat.
Akhirnya Syiah memburu Masjid Ijabah. Celakanya lagi satu do'a Nabi yang tidak dikabul adalah soal perpecahan dan Syi'ah adalah biang perpecahan umat tersebut. Golongan yang tidak mau bersatu dengan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Lalu terlihat sekelompok mendatangi "Tsaqifah Bani Sa'idah" tempat hijau kebun dahulu Rosulullah SAW gemar berkumpul dengan shahabat shahabatnya. Namun celaka lagi bagi Syi'ah, ternyata di tempat itu justru menjadi monumen penting dalam sejarah umat Islam. Disinilah proses pemilihan Khalifah terjadi. Abubakar Shiddiq terpilih menjadi Khalifah pertama pengganti Nabi Muhammad SAW . Sementara Syi'ah hanya mengakui Ali Ra. Pukulan berat bagi umat Syi'ah adalah "Tsaqifah Bani Saidah" ini.

Lalu ada di sekitar Masjid Nabawi, masjid yang dikenal dengan nama Masjid Ali. Orang Syi'ah mendatanginya. Mereka tertipu Masjid ini tak ada hubungan dengan Ali Ra.  Itu hanya nama yang diberikan melengkapi Masjid Abubakar dan Umar yang ada di dekatnya. Dahulu masa Rosulullah SAW di lokasi Masjid Ali merupakan tempat Nabi berkhutbah saat shalat Ied. Lokasi tersebut adalah lapang terbuka (manakhoh). Hingga sekarang shalat Iedul Fitri maupun Adha dilaksanakan di lapang terbuka.

Terakhir klaim soal Khandak yang ide Salman "orang Persia". Dipuja sebagai "minni wa min ahlul bait". Namun benturan kaum Syiah muncul lagi sebab meski urusan tsaqifah Salman awal berbeda pendapat soal Khalifah namun akhirnya ia berbaiat juga pada Khalifah Abubakar Shiddiq. Lalu di masa Umar bin Khattab  Salman menjadi kepercayaan Amirul Mu'minin dengan diangkat menjadi Gubernur di Madain hingga wafatnya.

Madinah Munawarah Kota Rosulullah beserta "ahlul bait" nya ternyata membuat tak nyaman dan bingung umat Syi'ah. Memang kebingungan mesti melanda orang menganut ajaran kebencian dan laknat. Penuh kedengkian pada Shahabat Rosulullah dan istri istri Nabi. Akidahnya menyimpang. Pantas sebagian ulama  menetapkan bahwa  Syi'ah itu bukan Islam.

*) Pemerhati Politik & Keagamaan



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: