Breaking News
Loading...





Oleh *Zulkarnain El-Madury*  

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam diangkat oleh Allah subhanah, dengan membawa Risalah kepada hamba-hamba-Nya. Kesempurnaan sebagai nabi dijamin langsung oleh Allah subhanahu wa ta'ala dari segala kekurangan sebagai manusia yang memiliki sifat-sifat kurang. Keliru atau salah yang terdapat pada nabi Muhammad sallallahu alaihi salam dalam kontrol Allah subhanahu wa ta'ala dan langsung diluruskan pada waktu itu juga. Kema'shuman Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam juga berdasarkan kehendak Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebagai orang yang Ma'shum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam senantiasa dalam kontrol Allah, dan ketika sedikit keteledoran misalnya menimpa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Salam, Allah langsung memperingatkan dan meluruskan sesuai dengan kehendak-Nya.

Tidaklah seperti yang ditulis oleh pendeta Syiah,  Khomainiy yang menyebut Rasulullah Sallallahu Alaihi Salam banyak melakukan kelalaian dan sebagai bentuk kecerobohan dan kegagalan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam menegakkan risalah Islam. Khomainiy memandang Nabi Muhammad gagal paham tentang wahyu Allah.
Inilah perkataan Dajjal Khomainiy terhadap Nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.

Al-Khomainiy berkata :

لو كانت مسألة الإمامة قد تم تثبيتها في القرآن، فإنَّ أولئك الذين لا يعنون بالإسلام والقرآن إلَّا لأغراض الدنيا والرئاسة، كانوا يتخذون من القرآن وسيلة لتنفيذ أغراضهم المشبوهة، ويحذفون تلك الآيات من صفحاته، ويسقطون القرآن من أنظار العالمين إلى الأبد.....

_“Seandainya perkara imaamah telah ditetapkan dalam Al-Qur’an secara sempurna, maka mereka yang tidak memberikan perhatian kepada Al-Qur’an dan Islam kecuali keinginan memperoleh dunia dan kepemimpinan; akan mengambil Al-Qur’an sebagai wasilah (perantara) untuk melaksanakan keinginan-keinginan mereka yang tersembunyi. Mereka juga membuang ayat-ayat dari lembar-lembar Al-Qur’an dan menggugurkannya dari pandangan alam semesta untuk selama-lamanya…..”_ [Kasyful-Asraar, hal. 131].

Dapat diperhatikan tulisan ayatullah Khomeini tersebut sebagai tulisan yang meyakinkan Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak mengatur Imamah, namun kemudian menuduh para sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah orang-orang yang culas dan khianat terhadap risalah seandainya Imamah itu memang benar-benar ada dan sempurna. Jadi ayatullah Khomeini memberikan tuduhan yang jelas dan ini diaminkan oleh seluruh pengikutnya yang lebih kasar lagi yang mengucilkan sahabat.

وواضح أنَّ النبي لو كان بلغ بأمر الإمامة طبقاً لما أمر به الله، وبذل المساعي في هذه المجال، لما نشبت في البلدان الإسلامية كل هذه الإختلافات....

“Dan telah jelas bahwasannya Nabi jika ia menyampaikan perkara imaamah sebagaimana yang Allah perintahkan (padanya) dan mencurahkan segenap kemampuannya dalam permasalahan ini, niscaya perselisihan yang terjadi di berbagai negeri Islam tidak akan berkobar…..” [idem, hal. 155].

Tuduhan keculasan Rasulullah bisa dibaca dari tulisan ayatullah Khomeini tersebut di atas, dia menggambarkan bahwa Rasulullah sebagai orang yang tidak amanah di dalam menyampaikan perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan memandang sikap Nabi Muhammad tidak memperhatikan firman Allah yang seharusnya diimani oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Nyata sekali homini membuat tuduhan tidak bermoral kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.

لقد جاء الأنبياء جميعاً من أجل إرساء قواعد العدالة في العالم؛ لكنَّهم لم ينجحوا حتَّى النبي محمد خاتم الأنبياء، الذي جاء لإصلاح البشرية وتنفيذ العدالة وتربية البشر، لم ينجح في ذلك....

*Sungguh semua Nabi telah datang untuk menancapkan keadilan di dunia,akan tetapi mereka tidak berhasil. Bahkan termasuk Nabi Muhammad, penutup para Nabi, dimana beliau datang untuk memperbaiki umat manusia, menginginkan keadilan, dan mendidik manusa – tidak berhasil dalam hal itu….”* [Nahju Khomainiy, hal 46].


Akibat politik busuk ayatullah Khomeini Bagaimana menerangkan bahwasannya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam termasuk manusia yang gagal melaksanakan perintah Allah dan membiarkan anak cucunya menderita, ini versi Syiah yang bener-bener membuat tuduhan kasar terhadap Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wasallam sebagai nabi yang tidak jujur dan amanah melaksanakan perintah Allah. Kekejian otak Khomainy tercemin Dalam tulisannya yang merendahkan Nabi Muhammad sebagai nabi yang tidak amanah.

إِنَّ النبي أحجم عن التطرق إلى الإمامة في القرآن؛ لخشيته أن يُصاب القرآن من بعده بالتحريف، أو أن تشتد الخلافات بين المسلمين، فيؤثر ذلك على الإسلام...

“Sesungguhnya Nabi menahan diri dari menyinggung permasalahan imaamah dalam Al-Qur’an karena beliau khawatir Al-Qur’an akan mengalami perubahan (tahriif) sepeninggalnya, atau semakin hebatnya perselisihan di antara kaum muslimin sehingga berpengaruh terhadap Islam…” [Kasyful-Asraar, hal 149].
Ini yang disebut peramal masa depan adalah ayatullah Khomeini yang beranggapan Nabi Muhammad adalah nabi yang penakut dan tidak berani menyampaikan kebenaran kepada umatnya, seolah-olah Nabi Muhammad adalah nabi yang tidak mampu menyampaikan pesan-pesan Allah yang seharusnya dilaksanakan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: