Slide

Syiah Indonesia

Events

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Hadirilah! Deklarasi ANNAS "Umat Islam Bekasi Bersatu Menolak Syiah"

Sytiahindonesia.com - Dalam upaya mencegah dan membentengi aqidah Umat Islam dari Kesesatan dan Makar Syi'ah, ANNAS Bekasi akan melakukan Deklarasi & Pengukuhan Pengurus Aliansi Nasional Anti Syi'ah (ANNAS) Bekasi Raya. Berikut susunan acaranya:

Tema: “Umat Islam Bekasi Bersatu Menolak Syi'ah”
Hari/tgl: Ahad, 12 Jumadil Awwal1437H/ 21 Feb 2016
Pukul: 07.30 sd 12.00 WIB
Tempat: Masjid Nurul Islam, Islamic Centre Kota Bekasi. Jl. Ahmad Yani No. 22 Kota Bekasi
Pembicara:

- Al Habib Zein bin Muhammad Al Kaff (Pengasuh Ponpes Al Bayyinat)
- Muhammad Siddik (Ketua Pimpinan Pusat Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia)
- KH. Ahmad Cholil Ridwan* (Pengasuh Ponpes Al Husnayain)
-KH Athian Ali Moh Da'i, Lc (Ketua Pimpinan Pusat Aliansi Nasional Anti Syi'ah)
- KH A. Salimin Dani, MA (Ketua Pimpinan Daerah Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia-Bekasi)
- KH Kosiem Nurseha* (Forum Ukhuwah Islamiyah)
- KH Abdul Rauf HM* (Tokoh Muhammadiyah Bekasi)
- Ustadz Fahmi Salim, MA (Majelis Ulama Indonesia)
- Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA (Islamic Centre Al-Islam)
- Ustadz Ahmad Syuhada (Pimpinan Ponpes Az-Zikra)

*Dalam konfirmasi

Contact Person:
0896-6723-4829 (Ikhwan)
0812-1987-1219 (Akhwat)

Salurkan Infaq anda!
Rekening Sunduqul Umat; Bank Mandiri: 156-00-1090767-5 An. Adam Nurrachman

(headlineislam.com)


Pemahaman Menyimpang Syiah dalam Buku "Perempuan dan Hak-haknya Menurut Pandangan Islam"



Syiahindonesia.com - Berikut kami ulas pemahaman menyimpang Syiah dalam buku berjudul "Perempuan dan Hak-haknya Menurut Pandangan Islam" yang diterbitkan oleh Lentera:

Judul        : Perempuan dan Hak-haknya Menurut Pandangan Islam
Judul Asli    : Women & Her Right in Islam
Penulis     : Murtadha Muthahhari
Penerbit    : Lentera (Jl. Margasatwa No. 12 Jakarta 12450)
Cetakan    : I, Syawal 1430 H/Oktober 2009 M
E-mail        : pentera@cbn.net.id

Buku ini berisi tentang:
1.    Nikah sementara adalah alternatif bagi wanita di zaman ini
2.    Bukti! Gadis Iran yang menganut mazhab Syiah menganggap pernikahan sementara sebagai penghinaan terhadap diri mereka
3.    Larangan mut’ah diyakini oleh syiah dilakukan oleh khalifah kedua sebagai larangan yang bersifat politis
4.    Para imam Syiah mendorong dan menyakinkan orang untuk ingat dan perhatian terhadap mut’ah karena ia bagian dari sunnah
5.    Mut’ah adalah sebuah tradisi dari Ali bin Abi Thalib

Bagi yang ingin menelaah langsung buku Syiah ini, silahkan bisa di melihat dan download gratis resume kami dari buku "Perempuan dan Hak-haknya Menurut Pandangan Islam" pada link berikut:

Lihatbuku: http://www.4shared.com/web/preview/pdf/fcCMrrl7ce?

Download buku: http://download1346.mediafire.com/nu91s7le141g/hrdrd2dp7zdgu0i/PDF+Perempuan+dan+Haknya.pdf

Peneliti: Arham

Marja' Syiah ini Mengaku Bahwa Syiah di Yaman & Iran Bersatu Melawan Sunni

Sayed Rahim Tavakol (khademin)
Syiahindonesia.com - Seorang tokoh senior agama Syiah dan guru besar di provinsi Qom, Sayed Rahim Tavakol, mengatakan, bahwa dikuburkannya empat jenazah kelompok Hutsi Yaman di Iran merupakan bukti semua syiah bersatu.

“Ini adalah salah satu bukti kami (Syiah Iran) bersatu dengan mereka (Hutsi Yaman) dalam melawan arogansi dan musuh bersama (kaum sunni),” katanya beberapa waktu yang lalu dalam sebuah wawancara, seperti diberitakan salah satu kantor berita di Iran, Fars News Agency.

Sayed Rahim yang menghadiri pemakaman empat jenazah kelompok bersenjata Hutsi itu menilai mereka sebagai pejuang Islam yang sebenarnya.

“Mereka telah berjuang untuk membela Islam. Semua kekuatan mereka berasal dari Allah Ta’ala,” ujarnya.

Di samping itu, tokoh Syiah tersebut juga menyampaikan pesannya kepada orang-orang Hutsi.

“Revolusi Islam jangan sampai gagal dan kita tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanan orang-orang yang telah mati ‘syahid’,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sayed Rahim juga mengutip perkataan Sekretaris Jenderal kelompok Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah yang berbunyi, “Iran selalu melindungi kami, seperti halnya Imam Husain.”

Sayed Rahim lalu mengatakan, “Lihatlah, pada saat ini Iran juga melindungi Yaman seperti halnya Imam Husain.”

Sayed Rahim juga meminta para kelompok Hutsi untuk melanjutkan misi mereka membela Islam. Ia mengklaim, kekuatan Allah akan selalu menolong mereka.

Beberapa waktu lalu, pemimpin militer Iran mengumumkan bahwa empat orang yang terluka dalam sebuah operasi tersebut adalah para milisi Hutsi.

Jenazah mereka dikuburkan di kota Amol yang terletak di provinsi Mazandaran, utara Iran, setelah semua usaha untuk mengobati mereka gagal.

Komisi Orang Hilang yang dibentuk Angkatan Bersenjata Iran, melalui ketua umumnya, Brigadir Jenderal Muhammad Bagerzada, mengungkapkan, bahwa korban operasi militer itu tiba dari Yaman beberapa minggu sebelumnya, namun dokter dan paramedis tidak berhasil mengobati mereka.

Sementara itu, sekretaris bidang pers kepresidenan Yaman, Mukhtar Ar-Rahbi mempublikasikan foto-foto empat orang milisi Hutsi yang meninggal tersebut.

Mereka adalah Akram Al-Ghifari, Muhammad Hasan Al-Fakhri, Atif Ali Hizam Al-Basyawil, dan Ali Muhamad Al-Muruni. (bersamadakwah.net)

Keluarga Alumni Lembaga Dakwah Kampus Gelar Diskusi Bedah Syiah

Foto by: kiblat.net
Syiahindonesia.com - Syiah lahir dari gerakan politik yang kemudian dilembagakan dengan seperangkat sistem keyakinan sebagai ideologinya. Selanjutnya hingga kini, Syiah adalah gerakan yang menghalalkan segala cara untuk eksis, merekrut pengikut, melakukan infiltrasi, dan akhirnya meraih serta mewujudkan kekuasaan otoriter.

Demikian sekelumit bahasan diskusi tentang Peta dan Kontra Syiah yang diselenggarakan Keluarga Alumni Lembaga Dakwah Kampus (KA-LDK) di Gedung Global Halal Centre Bogor, Senin (8/2).

Sebanyak limapuluhan orang mengikuti acara yang menghadirkan narasumber Dr Farhat Umar, Hasan Rifai MSi, dan Ir Arif Wibowo tersebut. Para peserta merupakan alumni aktivis LDK Institut Pertanian Bogor, Universitas Nasional Sebelas Maret Solo, Universitas Tadulako Palu, Universitas Brawijaya Malang, dan lain-lain.

Hasan Rifai yang sampai sekarang aktif sebagai da’i di sekitar Kampus IPB Darmaga, memaparkan historis munculnya Syiah.

“Ketika perselisihan di kalangan sahabat Nabi sudah selesai, ada kelompok yang terus berupaya memelihara konflik bahkan melanjutkan perang. Mereka membuat kubu pro-Ali versus pro-Muawiyah. Kelompok inilah yang disebut syi’i atau syiah,’’ papar Hasan.

Dalam perkembangannya, kelompok yang mengklaim sebagai ‘’ahlul bait’’ itu menyusun teori imamah berdasarkan garis keturunan Ali bin Abi Thalib. Awalnya, Syiah berbilang-bilang macamnya sesuai teori politik imamah dan teologi masing-masing.

Farhat Umar dalam paparannya mengatakan, secara teori memang pernah ada Syiah yang dekat dengan Sunni, yaitu Ja’fariyah dan Zaidiyah. Namun dalam kenyataan saat ini, yang eksis di dunia adalah Syiah Rafidhoh atau Syiah Imamah Itsna Asy’ariyah.

Syiah Rafidhoh memiliki perangkat keyakinan yang sesat. Misalnya, bahwa Mushaf Al Qur’an Ustmaniyah yang digunakan umat Islam saat ini hanyalah sepertiga dari aslinya; Shahabat Nabi yang mukmin hanyalah Abu Dzar Alghifary, Salman Alfarisi, dan Miqdad bin Aswad; Kekhalifahan Abu Bakar, Umar, dan Ustman tidak sah.

Mereka juga mengamalkan perkara-perkara salah seperti nikah mut’ah, taqiyah, sholat berkiblat ke Qom, dan sebagainya. Di lapangan, mereka bisa ditemui dalam beragam sosok, mulai dari sekaliber tokoh seperti pentolannya Jalaluddin Rachmat hingga para pengikutnya. Para pengikut ini ada yang masuk kategori mengikuti tataran pemikiran ajarannya dan ada pula yang mengamalkan semua ajaran Syiah.

Farhat yang juga Koordinator KA-LDK mengungkapkan, Syiah menggunakan sejumlah jargon untuk meredam tentangan atas mereka. Misalnya mengatakan, Syiah hanyalah salah satu mazhab dalam Islam sebagaimana mazhab empat; Tidak semua Syiah sesat, misalnya Zaidiyah; Jangan mudah mengkafirkan orang lain; Jangan mau diadu domba dan dipecah-belah, dan sebagainya.

Sedang Arif Wibowo menyebutkan, reaksi umat terhadap perkembangan Syiah seringkali terlalu reaktif dan justru menguntungkan kelompok sesat tersebut. “Ada daerah yang sebenarnya masih bersih dari pengaruh Syiah, tetapi karena para daĆ­ menggembar-gemborkan bahayanya aliran ini, akibatnya malah segelintir masyarakat penasaran dan akhirnya tertarik mengikuti Syiah. Ada pula sekelompok masyarakat, mayoritas para intelektual dan aktivis kampus, secara tidak sadar mengkaji dan menggeluti pemikiran berbau Syiah.

Berdasarkan pergulatannya di dunia pergerakan kampus, Arif menjelaskan bagaimana Syiah merekrut pengikut dari kalangan kampus melalui pesona karya-karya ilmiah Ali Syariati, Murtadha Muthahari, Muhammad Al Baqir, dan lain-lain.

‘’Ali Syariati ini sebenarnya lebih condong sebagai intelektual sosialis ketimbang Syiah. Tapi oleh Syiah dijadikan entry point untuk merekrut pengikut dari kalangan intelektual,’’ kata Direktur Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) Solo itu.

Arif menyarankan, dakwah meng-counter Syiah harus menggunakan pendekatan sesuai level mad’u. Untuk kalangan awam dan anak-anak, ia menyerukan agar internalisasi martabat shahabat Nabi terus digencarkan. Misalnya dengan menyebut lengkap sumber hukum Islam: Al Qur’an, Sunnah, Ijma’ Shahabat, dan Qiyas. Juga mensosialisasikan do’a dan syair-syair tentang Khalifah yang Empat.

Untuk kalangan fans dan newbi, Arif merekomendasikan pendekatan kajian ilmiah. Terutama tentang konteks sejarah suksesi Bani Tsaqifah. ‘’Peristiwa suksesi ini yang dimanipulasi Syiah untuk menyusun teori imamah,’’ ujar peserta Program Kaderisasi Ulama Baznas-Dewan Dakwah tersebut.

Sedang untuk kalangan klothokan (diehard) Syiah seperti Jalaluddin Rakhmat, kiranya tidak perlu ada diskusi (tadrib) lagi. Percuma.

Di akhir diskusi para narasumber berpesan, isyu Syiah ‘digoreng’ oleh intelijen untuk menguras energi dan fokus gerakan Islam. ‘’Dulu kita disibukkan dengan NII, sekarang Gafatar, Syiah…,’’ kata Hasan Rifai.

Ia menambahkan, selain tetap menanggulangi dampak gerakan-gerakan sesat, gerakan Islam juga harus mempunyai agenda untuk diperjuangkan. ‘’Jangan hanya reaktif,’’ tandasnya. Sementara Farhat Umar menegaskan perlunya penguatan jaringan antarkekuatan umat lewat kerjasama dan sinergi untuk meredam ajaran ini. (kiblat.net)

Pemahaman Menyimpang Syiah dalam Novel "Yang Lebih Wangi Dari Bunga"

Syiahindonesia.com - Berikut kami ulas pemahaman menyimpang Syiah dalam buku berjudul "Novel Yang Lebih Wangi Dari Bunga"yang diterbitkan oleh Citra:

Judul        : Yang Lebih Wangi dari Bunga
Judul Asli    : Mohammad: Prophet of Faith and Generous Forgiveness
Penulis        : Ebrahim Hassan Beigi
Penerbit    : Citra
Cetakan    : I, Desember 2013/Safar 1435
E-mail        : penerbit_citra14@yahoo.com
Facebook    : penerbit citra



Novel ini berisi tentang:
1.    Bahira bersumpah atas nama berhala
2.    Nabi Muhammad tahu bahwa ia akan diangkat menjadi Nabi dan pernikahannya dengan Khodijah sudah direncanakan
3.    Ali penerus Rasulullah S.A.W.
4.    Al-Qur’an tidak suci
5.    Ketikami’roj, di langit pertama yang ditemui Rasulullah adalah Nabi Ibrahim, Musa dan
Isa
6.    Mi’raj dimulai sejak waktu maghrib
7.    Abdurrah bin Auf mabuk-mabukan dan salah membaca ayat Al-Qur’an
8.    Kekuatan Ali bagaikan Raksasa
9.    Seperti inikah pelaksanaan baiat terhadap kaum perempuan?
10.    Ali mengetahui hal gaib


Bagi yang ingin menelaah langsung buku Syiah ini, silahkan bisa di melihat dan download gratis resume kami dari novel "Yang Lebih Wangi Dari Bunga" pada link berikut:

Lihat buku: http://www.4shared.com/web/preview/pdf/DViWWT9cce?

Download buku: http://download1521.mediafire.com/l6ot3i1kn0jg/0micd2amt04nq6c/PDF+Novel+Yang+Lebih+Wangi+Dari+Bunga.pdf

Peneliti: Arham