Slider

Syiah Indonesia

Events

Data dan Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokument Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Video Kejahatan Kaki Tangan Iran di Musim Haji

Ss video
Syiahindonesia.com - Pada tahun 1437 H tidak akan ada jamaah haji dari Iran sebab negara Iran tidak mau menandatangi syarat ibadah haji yaitu tidak boleh melakukan demo dan longmars di musim haji.

Berikut ini adalah laporan tentang kejahatan-kejahatan yang sudah dilakukan oleh kaki tangan syiah selama musim-musim haji yang membawa korban nyawa tidak sedikit. silakan simak:


(gensyiah)

Badai Pasir Mengubur 16 Desa di Iran

Illustrasi, badai pasir
Syiahindonesia.com - Situs islammemo menurunkan berita bahwa harian Iran menyebutkan bahwa 16 desa di Rijan di sebelah tenggara Propinsi Kirman telah terkubur pasir, dan ditinggalkan oleh para penduduknya.

Harian Teheran Times mengutip pernyataan Gubernur Kirman Amin Baqiri bahwa badai pasir yang besar dan terus menerus menyebabkan terkuburnya desa-desa di bawah pasir, sebagaimana diberitakan oleh IRIB (radio Iran)

Baqiri menambahkan bahwa pertanian, dan kekayaan hewan hancur total, hingga kerugian mencapai 320 miliar Real Iran.

Baqiri memperingatkan bahwa derasnya badai pasir ini juga mengancam 80 desa lainnya, jika badai pasir ini tidak berhenti. (gensyiah)

Ulama Syiah ini Berikan Trik Agar Terhindar dari Kewajiban-Kewajiban Bulan Ramadhan

Ss Ulama Syiah ini Berikan Trik Agar Terhindar dari Kewajiban-Kewajiban Bulan Ramadhan
Syiahindonesia.com - Mendekati bulan suci Ramadhan umat Islam bersuka cita, mengingat pahala dan manfaat puasa yang begitu besar. Para ulama Ahlussunnah sibuk mengajarkan fikih Ramadhan agar tujuan madrasah Ramadhan yaitu meraih gelar takwa dapat diraih.

Lain halnya dengan Syiah yang memang secara akidah sudah rusak,  maka  banyak dari mereka tidak mengajarkan dengan benar. Salah satunya adalah seorang ulama Syiah dan video berikut ini.
Ulama Syiah ini mengajarkan beberapa kesesatan:

1. Menyebut puasa Ramadhan sebagai problem
2. Mengajak orang untuk tidak puasa Ramadhan selama sebulan, dengan cara, setiap hari keluar 25 km dengan niat ingin lari dari puasa.

Simak ucapannya:
“Aku jelaskan kepada kamu, bagaimana cara melarikan diri dari problem puasa di bulan Ramadhan. Ada beberapa cara, salah satunya adalah safar. Seseorang musafir, saya musafir di bulan Ramadhan supaya saya tidak puasa. Setiap hari aku pergi sejauh 25 km, aku makan kemudian kembali ke rumah. Setiap hati saya menempuh jarak tersebut – baguskan- supaya aku tidak puasa . ini boleh-boleh saja. Lari dari puasa Ramadhan, walau safarnyanya dengan tujuan lari dari puasa maka tidak masalah. Ini yang dinyatakan oleh para ahli fikih.”

Video :






(gensyiah)

Bumi Syam Neraka Bagi Syiah, Ratusan Tentara Iran Tewas

Kematian tentara Syiah Iran
Syiahindonesia.com - Konflik Suriah telah menarik Iran dalam pusaran, yang telah mengerahkan pasukan untuk mendukung rezim Assad terhadap kekuatan oposisi (mujahidin) bersenjata berat.

Menurut laporan media Iran, lebih dari 400 tentara Iran telah tewas dalam pertempuran di Suriah sejak konflik dimulai pada tahun 2011.

Konflik enam tahun ini juga menarik kelompok Syiah Lebanon Hezbullat, yang didukung oleh Syiah Iran.
Menurut perkiraan, setidaknya 10.000 pejuang syiah ini diyakini berperang bersama pasukan Assad di Suriah.

Ribuan pejuang Hezbullat juga diyakini telah tewas dalam konflik itu. Kelompok Syiah tidak mengkonfirmasi korban tersebut.

Milisi Syiah Irak juga mengikuti Hezbullat sebagai kelompok yang paling berpengaruh berjuang bersama rezim Assad di Suriah.

Milisi ini, yang diambil dari daerah yang didominasi Syiah Irak seperti Baghdad, Najaf dan Basra, yang diperkirakan berjumlah hampir 5.000.

Ada juga milisi Syiah lain seperti Pakistan Zaynabiyyun Brigade, yang memiliki lebih dari 500 anggota dan berjuang di utara Aleppo, dan Afghanistan Fatimiyun Brigade, yang memiliki sekitar 2.000 pejuang di selatan Aleppo, Damaskus dan Daraa.

Begitulah Tentara/Milisi Syiah di berbagai penjuru dunia telah dikerahkan di Suriah untuk menopang rezim Assad. Sebagian diantara mereka sudah bertemu Malaikat Izrail. (tebarsuara)

Rezim Syiah Assad Rampok Bantuan Kemanusiaan

Bashar Assad
Syiahindonesia.com - Rezim Syiah Nusyairiyah Bashar Assad di Suriah tidak hanya mengepung kota-kota dan menyebabkan kelaparan ribuan warga sipil Muslim di negara itu, tetapi juga memeras lembaga bantuan kemanusiaan dan menipu mereka. Rezim kriminal itu merampok bantuan makanan dan menjualnya atau memberikannya untuk loyalis mereka.

Hal yang aneh tentang masalah ini adalah diamnya badan-badan bantuan atas praktek kejahatan tersebut. Dalam banyak kasus, konvoi bantuan dihadang dan dilarang masuk ke daerah-daerah yang dikepung oleh pos-pos pemeriksaan rezim.

Dalam kasus lain, hanya vaksin dan obat-obatan sederhana yang diizinkan untuk memasuki wilayah yang terkepung seperti Madaya, Darayya dan Muadamiyat As-Syam sementara warga setempat yang kelaparan menunggu makanan. Dalam beberapa kasus, tentara rezim menembak dan membombardir Muslimah dan anak-anak yang mengantri untuk bantuan yang diizinkan masuk.

Salah satu contoh mengerikan adalah ketika milisi pro-Assad memblokir misi kemanusiaan untuk warga yang kelaparan di Darayya, hanya karena alasan bahwa bantuan tersebut membawa susu bayi. Namun, beberapa badan-badan bantuan tetap menutup-nutupi informasi tentang hal tersebut serta turut menutupi soal penyalahgunaan bantuan. Alasan mereka adalah karena badan-badan bantuan harus mentolerir praktek rezim agar dapat memasukkan beberapa bantuan pangan ke daerah-daerah yang terkepung.

Salah satu pejabat PBB membenarkan praktek mereka dengan mengatakan bahwa sejarah akan membuktikan apakah mereka benar atau salah, menambahkan bahwa tujuan mereka adalah untuk memungkinkan bantuan pangan masuk ke daerah-daerah yang dilanda kelaparan.

Namun, New York Times menerbitkan sebuah laporan yang menunjukkan bahwa sebagian besar bantuan kemanusiaan yang disampaikan PBB berakhir di wilayah pesisir, yang merupakan benteng rezim. Laporan itu juga menyebutkan bahwa lebih dari 85% dari bantuan pangan dan 70% dari bantuan medis dibagikan di dalam daerah rezim selama tiga bulan pertama 2014.

Menjadi jelas bahwa mayoritas badan-badan bantuan menghindari kesalahan apapun terhadap rezim dengan menggunakan bahasa yang tidak jelas atau sangat netral di mana pelaku utama tindakan tidak manusiawi tersebut tetap tersembunyi. Melalui intimidasi dan prosedur yang sewenang-wenang, praktek-praktek jahat oleh rezim jagal Assad menargetkan siapa saja yang berpikir untuk membantu rakyat Suriah. (antiliberalnews)