Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Negara Lebanon memang terkenal sebagai rumah bagi berbagai macam sekte agama. Bahkan bisa dikatakan berbagai sekte agama yang ada di kawasan Timur Tengah, hampir semuanya bisa kita jumpai di negara sekecil Lebanon ini. Oleh karenanya kemudian disepakatilah sistem politik yang dikenal dengan konfesionalisme.

Yaitu sebuah sistem politik yang membagi jabatan politis tertinggi secara proporsional untuk setiap perwakilan sekte agama yang berbeda-beda. Itulah sebabnya mengapa di Lebanon, presiden pasti dijabat oleh Kristen Maronit, perdana menteri dari Sunni, dan kepala parlementer dari Syiah. Itulah cara Lebanon untuk hidup berdampingan. Dari semua itu, prosentase umat Islam sekitar 60%.

Dari berbagai sekte ini, Sunni dan Syiah bersama-sama menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Menariknya, waktu azan maghrib mereka berbeda. Sehingga bagi saya yang asrama kampusnya dekat dengan pemukiman Syiah, saya terkadang harus mencermati, apakah ini azan masjid Sunni atau Syiah?

Kenapa demikian? Ya, jadi Syiah itu azannya sekitar 15 menit setelah azan Sunni, baik untuk azan subuh maupun maghrib. Sehingga waktu memulai puasa dan berbuka puasa bagi kedua sekte ini berbeda. Inilah pengalaman unik bagi saya yang belum pernah mengenal dan bersinggungan langsung dengan Syiah sewaktu di Indonesia.

Tapi membedakan kedua azan tersebut tidaklah sulit. Azan Sunni sebagaimana yang familiar kita dengarkan di Indonesia. Sedangkan Syiah menambahkan beberapa kalimat yang berbeda di pertengahan azannya. Di samping itu, masjid Sunni dan Syiah juga terpisah. Sehingga saya bisa dengan mudah menentukan apakah azan ini dari masjid Sunni atau masjid Syiah. Detik.com

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: