Breaking News
Loading...

Oleh: Anasz *

Upaya Syiah Houthi untuk meluncurkan serangan rudal balistik ke Mekah menunjukkan bahwa Syiah Houthi bukanlah satu kumpulan yang mempunyai batas dalam peperangan.

Tindakan mereka tidak ubah seperti perbuatan Abrahah (turut datang dari Yaman) yang mahu menghancurkan Ka'bah di Makkah.

Perlu dicatat bahwa,

1. Syiah Houthi adalah kelompok ekstremis yang merebut administrasi pemerintah Yaman yang sah pada tahun 2015 yang menyebabkan ibukota Yaman, Sana'a berada di bawah kendali mereka.

2. Syiah Houthi menerima bantuan teknis dan senjata dari Iran serta peperangan taktis melalui Hizbullah dari Lebanon.

3. Perang yang diluncurkan oleh Aliansi Nasional Arab pada posisi Syiah Houthi bukanlah perang terhadap penduduk Yaman. Sebaliknya, itu adalah pertempuran yang berlangsung untuk mengembalikan pemerintahan Sunnah di Bumi Yaman.

4. Tidak dapat disangkal laporan berita yang menyatakan bahwa puluhan juta orang Yaman disiksa karena perang adalah fakta, tetapi menunjuk pada penyebab keseluruhan Angkatan Darat Arab Pakatan adalah tuduhan yang bias.

5. Sebagian besar area bantuan kemanusiaan yang terkena dampak adalah area yang dikendalikan oleh Syiah Houthi. Mereka memblokir masuknya bantuan kemanusiaan di samping melancarkan serangan terhadap konvoi bantuan sebagai cara untuk mencegah Yaman yang terperangkap mendapatkan bantuan kemanusiaan.

6. Tujuan mereka hanya satu: Gambar. Gambar-gambar penderitaan yang digunakan digunakan oleh Syiah Houthi untuk menciptakan persepsi masyarakat internasional bahwa Tentara Arab Pakatan bertindak kejam. Intinya, tirani berasal dari mereka sendiri.

7. Faktanya, semua bantuan kemanusiaan telah dilakukan oleh Pakta Tentara Arab untuk membantu menyelamatkan orang-orang Yaman yang menjadi korban kekejaman Shiah Houthi.

8. Tindakan Aliansi Militer Arab yang menghambat masuknya bantuan kemanusiaan melalui Sana'a tidak lain merupakan sarana untuk memastikan bahwa bantuan kemanusiaan yang ditujukan untuk Yaman tidak disesatkan oleh Syiah Houthi.

9. Media Internasional jarang melaporkan bagaimana Syiah Houthi merebut kebutuhan sehari-hari yang dipasok oleh agen-agen internasional dan menjadikan barang-barang sebagai 'milik mereka'.

10. Perlu dicatat bahwa Syiah Houthi adalah kelompok kelompok yang tidak bisa diajak bicara. Jika mereka dapat membunuh mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh yang pernah menjadi sekutu mereka dalam upaya untuk merebut seluruh Yaman, itu bukan tantangan bagi mereka untuk menyiksa orang-orang Yaman di bawah kendali mereka untuk kepentingan politik mereka.

11. Hanya orang bodoh (tidak mempelajari dan melakukan penelitian terperinci dan terlalu mengandalkan laporan media) hanya akan percaya bahwa Aliansi Nasional Arab membunuh orang-orang Yaman, sedangkan pada kenyataannya itu sebaliknya.

Artikel ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.


************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: