Breaking News
Loading...

10 Orang Tewas oleh Pasukan “Israel” di Suriah Selatan


Syiahindonesia.com -  Setidaknya 10 orang tewas oleh pasukan pendudukan “Israel” di sebuah desa di selatan Suriah semalam, televisi pemerintah Suriah melaporkan pada Jumat (28/11/2025).

“Jumlah korban tewas akibat agresi ‘Israel’ telah meningkat menjadi 10 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, sementara yang lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan,” katanya, seraya menambahkan bahwa puluhan keluarga telah mengungsi dari desa Beit Jin ke tempat yang aman di daerah sekitarnya, seperti dilansir Arab News.

Pasukan “Israel” menangkap tersangka anggota organisasi yang diklaim oleh mereka sebagai Jemaah Islam dalam operasi di desa Beit Jin di Suriah.

Militer pendudukan mengklaim serangan itu dilancarkan oleh pasukan setelah intelijen yang dikumpulkan dalam beberapa pekan terakhir mengindikasikan bahwa kelompok tersebut sedang merencanakan serangan terhadap warga sipil “Israel”.

Menurut klaim mereka, pasukan diserang dan dibalas dengan dukungan udara, menyebabkan enam tentara terluka.

Tentara mengatakan semua tersangka yang menjadi sasaran telah ditahan dan beberapa militan tewas. Pasukan tetap dikerahkan di daerah tersebut dan akan melanjutkan operasi melawan ancaman yang dirasakan, tambahnya.

“Israel” telah melancarkan serangan bertubi-tubi di seluruh Suriah pada 2025, menghantam target-target di pinggiran Damaskus dan di selatan negara itu dalam apa yang disebutnya sebagai upaya untuk menggagalkan ancaman terhadap “Israel” dan melindungi komunitas Druze di dekat perbatasan.

“Israel” menyatakan bahwa mereka bertindak terhadap kelompok-kelompok bersenjata yang dianggapnya bermusuhan, sementara otoritas Suriah mengatakan serangan-serangan tersebut telah menewaskan tentara Suriah.

Setelah jatuhnya pemimpin Suriah Bashar al-Assad pada Desember 2024 dan munculnya kepemimpinan baru di Damaskus, “Israel” telah melancarkan ratusan serangan di Suriah.

“Israel” mengirim pasukan ke zona penyangga yang dipatroli PBB, yang telah memisahkan pasukan “Israel” dan Suriah di Dataran Tinggi Golan sejak 1974.

“Israel” telah menduduki Dataran Tinggi Golan Suriah sejak 1967, dan mencaploknya pada 1981 dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh komunitas internasional.

Dalam sebuah resolusi yang disahkan pada 6 November, Dewan Keamanan PBB menegaskan kembali dukungan kuatnya terhadap “kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah, dan persatuan nasional” Suriah.

Selama musim panas, kontak tingkat tinggi antara pejabat “Israel” dan Suriah berlangsung, dengan bantuan Paris dan Washington.  (haninmazaya/arrahmah.id)




************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: