Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Jakarta - Sekitar 85 ribu balita tewas akibat menderita kelaparan parah di Yaman sejak pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi terlibat perang sipil di negara itu tahun 2015.

Save the Children yang mengeluarkan data berbasiskan laporan PBB merinci sebanyak 84,700 balita menderita gizi buruk yang sangat parah. Mereka tewas dalam periode April 2015 hingga Oktober 2018.

"Kami terkejut bahwa sekitar 85 ribu anak-anak di Yaman tewas karena menderita kelaparan parah sejak perang dimulai. Setiap anak tewas oleh bom dan peluru, puluhan sekarat akibat kelaparan dan penyakit yang semua ini dapat dicegah," kata Save the Children dalam pernyataannya seperti dikutip dari Reuters, 21 November 2018.

Dalam foto 25 Agustus 2018 ini, bayi yang kekurangan gizi, Zahra, digendong oleh ibunya, di desa al-Mashraqah, Aslam, Haji, Yaman. Perang saudara Yaman telah menghancurkan kemampuan negara yang sudah rapuh itu untuk memberi makan penduduknya. Sekitar 2,9 juta wanita dan anak-anak mengalami kekurangan gizi akut, 400.000 anak lainnya berjuang untuk hidup dari kelaparan. (Foto AP / Hammadi Issa)

Sejak pasukan militer koalisi Arab Saudi mengintervensi perang melawan milisi Houthi di Yaman pada Maret 2015, impor pangan melalui pelabuhan Hodeidah telah berkurangn lebih dari 55 ribu ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan 4,4 juta orang termasuk 2,2 juta anak-anak.

Badan Pangan Dunia menyebutkan lebih dari 14 juta warga Yaman saat ini beresiko menderita kelaparan parah akibat pertempuran di Hodeida. Tempo

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: