Breaking News
Loading...




Oleh Zulkarnain elMadury

Beda dengan otak jahat kelompok Rofidhah dan Husein radhiallahu'an. Rofidhoh yang selalu mengagung-agungkan Husein dengan konsep Persia, bukan bagian dari cara Islam. Tetapi lebih pada warisan Persia selama masih mengagung-agungkan Dewa Mitra, agama Iran sebelum datangnya pemikiran pemikiran Syiah yang memang dirancang dalam rangka merusak Islam.

Husein sendiri sebagai waris pemikiran dari ayahnya Ali Bin Abi Thalib dan kakeknya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sudah jelas bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sedangkan rofidhoh tidaklah termasuk pada kelompok orang yang baik dalam menghadapi musibah yang menimpa keluarga Islam, sebagaimana Husein yang menampilkan sosok akhlak yang luar biasa terhadap muawiyah radhiyallahu anhu ketika meninggal, sebagaimana dikisahkan dalam sebuah kitab.
Maka betapa kaum Syi’ah adalah kaum pendusta yang mengaku-ngaku pengikut Ahlul Bait, mereka membenci  Mu’awiyyah, melaknat beliau tiap siang dan malam mereka, padahal Imam Husain bin ’Ali sendiri di kitab mereka begitu sharih (jelas) mendoakan RAHMAT kepada beliau radhiyallaahu ’anhum.


فقال حسين كانه لا يظن ما يظن من موت معاوية: الصلة خير من القطيعة، اصلح الله ذات بينكما فلم يجيباه في هذا بشئ، وجاء حتى جلس، فأقرأه الوليد الكتاب ونعى له معاوية ودعاه إلى البيعة، فقال حسين: انالله وانا إليه راجعون ورحم الله معاوية وعظم لك الاجر


Maka Husain berkata, nampaknya beliau tidak menduga mengenai kematian Mu’awiyyah : “Persambungan itu lebih baik daripada perpecahan.” Semoga Allah membuat baik keadaan kalian berdua (Marwan bin Al-Hakam dan Al-Walid bin ‘Utbah). (Tetapi) mengenai hal ini keduanya tidak menjawabi beliau sama sekali, (Lalu) beliau beranjak sehingga terduduk. Kemudian Al-Walid membacakan sebuah kitab kepada beliau dan menceritakan berita tentang kematian Mu’awiyyah serta mengajaknya untuk bai’at. Maka Husain mengucapkan : "INNA LILLAAHI WA INNA ILAIHI RAAJI'UN, SEMOGA ALLAH MERAHMATI MU’AWIYYAH DAN MEMBERIKAN PAHALA YANG BESAR KEPADAMU’’ [Maqtalu Al-Husain oleh Dedengkot Abu Mikhnaf Luth bin Yahya Al-Azdi hal. 32, Darul Mahajjah Al-Baidha']

Sudah pasti kalau ajaran Syiah tidak bersentuhan dengan Islam melainkan bagian dari usaha merendahkan Islam, dengan cara melahirkan sikap antipati terhadap muawiyah yang dianggap musuh bebuyutan Islam oleh kelompok rofidhah. Lain Husen lain kepala tak bisa dibandingkan dengan sikap Syiah Rofidhah pelaknat para sahabat. Secara konsep Syiah, Rofidhah memilih jalan menyimpang dari Husein, sehingga beda penampilan bagaimana menilai Mu'awiyah sampai harus melaknat tiap menit, seolah tidak ada ibadah bagi Rofidhah, melainkan dengan cara melaknat Muawiyah.

Lain Husein lain kepala, Rofidhah memgkafirkan Muawiyah sedangkan Husein justru mendoakan baik Muawiyah. Itu bedanya Syiah dan Islam.

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program Syiahindonesia.com.

Ke No. Rek. an. MASHUDI

Bank Mandiri:

9000009170961

Cantumkan kode unik pada nominal transfer dengan angka 234. Contoh donasi Rp. 1.000.000,-, maka jumlah yang ditransfer adalah Rp.1.000.234,-. Barokallahu fikum wa jazakumullah khairal jaza'

0 komentar: