Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Al-Hodeidah – Pertempuran jalanan pecah antara pasukan pendukung pemerintah Yaman dan pemberontak Syiah Hutsi, yang mengendalikan kota tersebut, di kota Hodeidah pada Ahad (11/11). Pertempuran yang sudah memasuki pusat kota ini menyebabkan para pekerja medis meninggalkan tugas mereka untuk menyelamatkan diri.

Warga mengatakan, seperti dilansir Reuters Arabic, mereka melihat tujuh mayat sipil di lingkungan di selatan Hodeidah yang dikendalikan oleh Hutsi. Kedua belah pihak menggunakan mortir, senjata anti-pesawat dan senapan.

“Kami mendengar suara tembakan keras dan mereka menggunakan semua jenis senjata dan ini mengerikan … Di lingkungan timur, pesawat Apache membom posisi Hutsi sepanjang hari,” kata seorang warga, Abdullah Mohammed.

Sumber medis di Rumah Sakit Al Thawra di Hodeidah mengatakan kepada Reuters bahwa sejumlah staf rumah sakit dan pasien yang masih bisa lari meninggalkan pusat pelayanan medis itu untuk menyelamatkan diri. Tak diketahui berapa pasien masih masih bertahan di rumah sakit tersebut.

“Pemberontak Hutsi memperkuat posisi mereka di dekat rumah sakit, yang membuat orang takut,” kata seorang pekerja rumah sakit.

Sementara itu, juru bicara rumah sakit, Khalid Attiyah, mengatakan bahwa dokter dan perawat melanjutkan pekerjaan mereka di ruang perawatan intensif, luka bakar dan darurat di rumah sakit meskipun dalam kondisi panik dan khawatir.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan, pekan lalu, pemberontak Hutsi menyerang rumah sakit 22 Mei di timur Hodeidah. Mereka menempatkan pasukannya di atap rumah sakit sehingga membahayakan nyawa dokter dan pasien.

PBB dan kelompok bantuan memperingatkan bahwa serangan besar-besaran terhadap Hodeidah dapat menyebabkan kelaparan di negara miskin itu. Delapan puluh persen pasokan makanan dan bantuan untuk warga Yaman masuk melalui kota tersebut.

Makanan dan bantuan tersebut biasa dipasok melalui pelabuhan Hodeidah. Koalisi Arab menuduh Hutsi memanfaatkan pelabuhan itu untuk mendapat pasokan senjata dari luar Yaman. Merebut Hodeidah berarti memutus pasokan logsitik bagi pemberontak, menurut koalisi. Kiblat.net

0 komentar: