Breaking News
Loading...


Untuk memastikan Siapa di antara mereka yang manusia dan siapa binatang, mana yang muslim dan mana yang musyrikin anda cukup menonton video antara sunni Syiah ini

Oleh Zulkarnain El Madury

Ini soal mendasar yang membedakan antara anak-anak Syiah dengan anak-anak Sunni. Dalam praktek kehidupan beragama terdapat perbedaan yang jauh orang yang beragama Islam Sunni dan beragama Syiah, terjamin dalam perbuatan mereka dalam memahami ajaran agamanya. Dalam pandangan Syiah yang mengasaskan dasar-dasar keyakinan pada sikap taqlid atau fanatik buta, Memandang kehidupan agama wajib menurut imam imam mereka, dengan aktualisasi Husein sebagai simbol keagamaan nya, dengan menunjukkan sikap berlebihan dalam memuliakan Husein hingga menyentuh wilayah ketuhanan.


Dalam hal ini anak-anak syiah dididik dengan penuh kekerasan seperti melukai badan dan kepala sebagai bentuk Kerinduan terhadap Perintis agama mereka yang disandarkan kepada Husein radhiallahu an, tentunya atas peran orang tua yang merubah gaya hidup anak-anaknya sesuai dengan cara mereka dalam menatap masa depan agamanya seperti menuangkan dan membocorkan kepala dan tubuhnya dengan benda tajam, sambil memandikan mereka dengan kebencian kepada mereka yang di duga duga sebagai pembunuh Husein. Sejak kecil sudah ditanamkan dendam dan kebencian kepada putra-putri Syiah dengan pisau atau pedang terhunus yang melukai tubuhnya sendiri. Itu profile dari kehidupan anak-anak Syiah, lebih buas lagi dari binatang buas yang hanya menerkam mangsanya, sedangkan ajaran syiah menjadikan anak-anaknya lebih rendah dan terhina dari sekedar binatang buas. Dan mereka tidak akan mengakhiri tradisi jahat tersebut melainkan sampai Imam Mahdi mereka turun dengan kata lain setelah Persia kembali kepada nenek moyang orang-orang Persia dahulu kala.

Bandingkan dengan kehidupan putra-putri Sunni, mereka hidup di bawah payung naungan petunjuk petunjuk allah, didekatkan kepada Quran dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Sallam, dibina sebagai seorang anak yang dekat dengan Allah melalui hafalan hafalan Qur'an. Mereka dibina ramah lingkungan dengan senandung ayat-ayat suci Alquran melalui hafalan Hafalan di bawah bimbingan guru-gurunya. Keseriusan di dalam memahami agama menjadi landasan utama di dalam kehidupannya tanpa menghilangkan komunikasinya dengan umat di sekitarnya. Terlebih ulama-ulama Sunni mengarahkan putra-putranya menjadi generasi penerus dan pelanjut dari ilmu-ilmu yang diamalkannya sebagai ulama. Itulah yang membedakan dari sisi yang paling dasar dari kehidupan anak-anak kambing Syiah dan anak-anak muslim Sunni.



0 komentar: