Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Damaskus – Organisasi pengawas HAM PBB, Human Rights Watch (HRW), melaporkan bahwa rezim Suriah mencegah pengungsi yang pulang dari wilayah oposisi mengambil kembali barang-barang milik mereka. Rumah-rumah mereka dihancurkan dan properti di dalamnya dijarah.

Laporan tersebut seperti tertuang dalam laporan rutin HRW yang terbir bernomor 10 tahun 2018, lansir Anadolu Agency (AA) pada Rabu (17/10). Rezim membenarkan laporan itu. Mereka mengakui mengambil alih pemilikan warga yang mengungsi tanpa ada kompensasi.

Organisasi itu menganalisis citra satelit di lingkungan Qaboun (di ibukota Damaskus). Terlihat pembongkaran missal terhadap rumah-rumah warga yang mengungsi, yang dimulai pada akhir Mei 2017, setelah pertempuran berakhir di san.

“Rusia dan Suriah, menyerukan warga pengungsi pulang dan mengambil dana rekonstruksi. Tapi seperti yang selalu dilakukan pemerintah Suriah, kenyataannya sangat berbeda. Di bawah kedok hukum hak milik terkenal, pemerintah Suriah dalam praktiknya mencegah warga pulang,” kata Wakil direktur divisi Timur Tengah HRW, Lama Faqih.

Dengan menghancurkan rumah-rumah warga dan membatasi akses ke pemilikan mereka, lanjut Faqih, pemerintah Suriah menegaskan bahwa meskipun surat resmi menyurukan pengungsi pulang namun dalam praktiknya rezim tidak ingin kepulangan mereka.

Seorang warga Qabun mengatakan, ia memiliki 3 rumah di Qabun. Rumah pertama dihancurkan oleh rezim pada 2012. Pada 2013, rezim berhasil mengontrol Qabun. Tak boleh seorang pun warga kembali ke rumah mereka.

“Rumah-rumah di Qabun tak terkena serangan udara namun sengaja dihancurkan dan diratakan dengan tanah,” ujar sumber tersebut. Kiblat.net

0 komentar: