Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Ketua Ormas Pembela Ahlus Sunnah (PAS), Ustaz Muhammad Roinul Balad berharap seluruh elemen pemangku kebijakan di Jawa Barat, mulai dari Kapolda, Kapolres, Kemenag, MUI, hingga gubernur dapat menyatakan sikap terhadap Syiah.

“Saya berharap pada gubernur yang baru dilantik ini dapat mengawal akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Dan tidak memberikan fasilitas dan keleluasaan kepada Syiah yang telah mencederai dan menistakan agama Islam, karena menafsirkan Islam tidak sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri.” jelasnya sebagaimana dilansir Jurnalislam.com, (13/9/18).

Untuk mengantisipasi perayaan-perayaan yang akan digelar oleh Syiah, Ustaz Roin meminta aparat dan segenap elemen pemerintahan untuk ikut berperan menghadang kegiatan tersebut. Karena sudah jelas ada penistaan terhadap agama Islam.

Terlebih, kata Ustaz Roin, jika acara-acara Syiah tersebut dipaksakan untuk digelar, tentu akan memicu konflik SARA. “Jika acara-acara tersebut diadakan, mengundang banyak orang, ini memancing konflik yang sangat besar. Contohlah kasus Sampang, Madura, kan sudah jelas, karena mereka memaksakan, ingin melakukan ritual-ritual itu akhirnya justru memancing konflik SARA yang selama ini berusaha kita redam agar tidak terjadi konflik SARA tersebut.” (albert/syiahindonesia.com)

0 komentar: