Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com -  Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Solo Raya menggelat Tabligh Akbar bertajuk Menjalin Ukhuwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah di Masjid At Taqwa Komplek SMA Al Islam Surakarta pada Sabtu (4/8/2018). Dalam acara tersebut yang dihadiri ribuan umat Islam itu,  ANNAS meluncurkan Kajian Islam ‘Ihya’us Sunnah’.

Selain peluncuran kajian Islam ‘Ihya’us Sunnah, tabligh akbar tersebut juga membedah buku ‘Syiah Menurut Syiah Ancaman Nyata NKRI’ karya anggota Divisi Advokasi ANNAS pusat Dr Abdul Chair Ramadhan.

Moderator acara, ustaz Mas’ud Izzul Mujahid menjelaskan bahwa diadakannya tabligh akbar Ihya’us Sunnah tersebut, sebagai bentuk menyelamatkan akidah kaum muslimin dari paham sesat syiah dan mengokohkan akidah ahlus sunnah waljamaah (aswaja).

Rencananya, kedepan kajian Ihya’us Sunnah akan diadakan tiap pekan sekali. “Untuk menjelaskan kepada kaum muslimin tentang siapa yang harus kita bela, meski ada sedikit perbedaan dan mana musuh serta mana yang harus dihindari,” kata moderator tabligh akbar ustaz Mas’ud Izzul Mujahid dihadapan jamaah.

Sementara itu, Dr Abdul Chair mengatakan, bahwa syiah yang bersumber dari negara Iran, akan terus berusaha untuk menyebarkan doktrin-doktrinnya kepada umat Islam di Seluruh dunia, dan saat ini, katanya, Indonesia sedang dijadikan sasaran kaum syiah untuk menjadikan ideologinya Syiah.

“Ideologi pancasila tidak akan bisa dipertemukan dengan ideologi syiah, maka apabila ideologi pancasila ini tergantikan dengan ideologi mereka (itsna asyariah) maka sudah syiahlah negara kita,” ungkap Dr Chair.

Lebih lanjut, Dr Abdul Chair menjelaskan, bahwa ada beberapa cara yang digunakan kaum syiah untuk menjadikan umat Islam menjadi Syiah, selain dengan kekuatan ekonomi, menurut Dr Abdul Chair, kemudahan dalam ibadah dan nikah mu’tah adalah salah satu cara mendoktrin orang untuk dapat masuk syiah.

“Yang pertama Bantuan Ekonomi, sumbernya adalah dari yayasan amal yang disahkan oleh Khomeni, dan bagi siapa yang menjadi syiah di Indonesia wajib khumus 20 persen, uang dari khumus itulah yang menjadikan orang syiah,” ujarnya.

“Lalu, Kemudahan ibadah, dengan hanya 3 kali, subuh tetap 2 rekaat, zuhur dan asar dijamak, tiap hari walaupun tidak ada udzur, magrib dan isya juga di jama’ jadi cuma 3 waktu aja, dan shalat jum’at pun tidak wajib, selanjutnya adalah nikah mut’ah, yakni nikah hanya dengan waktu tertentu saja,” pungkasnya. Jurnalislam.com

0 komentar: