Breaking News
Loading...




 Zulkarnain El Madury

Ketersinggungan tokoh-tokoh Syiah mendengar ucapan seorang ulama sunni yang menyatakan seandainya Imam Mahdi melakukan mut'ah, membuat tokoh-tokoh di amarah tidak terkendali dalam sebuah diskusi di YouTube.
Salah satu tuduhan paling jahat mereka adalah, tak pernah tersinggung kalau istri-istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang notabene sangat dicintai oleh Beliau, difitnah sebagai pelacur murahan. Yang bermakna pula Nabi Muhammad tidur seranjang dengan pelacur, buah tuduhan busuk mereka terhadap Rasulullah Shallallahu Alaihi Salam yang terbimbing oleh Wahyu. Bagaimana mungkin seorang yang dibimbing oleh Wahyu dan Maksum lagi harus meniduri pelacur, sudah jelas sekali bahwa tuduhan Syiah ini sangat ngawur dan membabi buta

Teganya menuduh Nabi Muhammad tidur dengan perempuan perempuan lacur seperti Aisyah dan Hafshah, luar biasa tuduhan- tuduhan Syiah dalam menyebarkan ujaran kebencian terhadap Sunni.
Kalau Imam Mahdi saja mereka tersinggung, padahal kisah Imam Mahdi ada yang beranggapan adalah kisah fiktif sengaja diada-adakan Syiah agar bisa menjadi pembawa petunjuk baru dalam ketokohan di dunia Syiah. Imam Mahdi bukanlah Hadits yang bisa dipertanggungjawabkan dari sisi sana, melainkan dongeng yang diada-adakan oleh kelompok anti Sunni yang bernama pendukung dan pencinta Ali, mereka disebut Syiah.

Semisal Alquran tidak satupun ayat yang akan menunjukkan datangnya seorang yang bernama Al Mahdi, kalaupun ada hadis tidaklah termasuk kepada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, mainkan dalam bentuk hadits yang masih dipertanyakan keberadaannya dan status hadisnya.

Al Qoim istilah Syiah, lebih pada nuansa Persia daripada nuansa Islami karena yang dibawa dalam bentuk tulisan Syiah, adalah Imam Mahdi yang membawa dendam dan kebencian, tujuan mencincang Dua Sahabat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, Abu Bakar dan Umar. Di samping usaha mengkremasi Aisyah dan Hafshah setelah dicincang di pintu Ka'bah. Jelas merupakan kisah yang bertolak belakang dengan kebenaran agama.


Kepercayaan kepada Imam Mahdi dalam dunia ini merupakan kepercayaan yang paling spektakuler di dalam hatinya tersimpan Dendam Kebencian atas nama Husein Putra muda dari Ali bin Abi selama berkeluarga dengan Fatimah binti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Husein di mata Syiah meskipun menerima secara bentuk taqiyah kepercayaan kepada Husein itu, dipandang sebagai cikal bakal lahirnya Imam Mahdi. Beda dengan versi Syiah adalah Imam Mahdi versi Sunni yang tentu saja masih perlu di komputer lebih jauh kebenarannya berdasarkan ilmu hadits  sehingga nyata bahwa masalah Imam Mahdi itu benar adanya. Tetapi tidak ada bukti yang konkret dan diterima berdasarkan sanad sanad Hadits, mainkan sebatas penilaian parsial tentang keabsahan hadisnya.

Kalau saja tersinggung orang-orang Syiah dengan perkataan sunni yang mengatakan bahwa Imam Mahdi melakukan mut'ah, hanyalah sebuah gaya kucing yang sedang membayangkan ikan, sedangkan di sisinya masih ada orang yang menjaganya. Begitulah sikap  Syiah, terhadap Nabi Muhammad lebih berpandangan rendah sedangkan terhadap Husein sebagai cucu Rasulullah Shallallahu salam berlebihan atau yang disebut dengan terlalu dan membabi buta menyanjungnya

0 komentar: