Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Idlib – Evakuasi milisi dan warga pro rezim Assad di kota Al-Foa dan Kufreya di pedesaan Idlib selesai pada Kamis (19/07). Dengan demikian, provinsi Idlib di Suriah utara sepenuhnya di bawah kontrol pejuang oposisi.

Koresponden Al-Jazeera melaporkan bahwa bus-bus yang dikirim telah mengangkut sebanyak 6.500 orang milisi pro rezim dan keluarga mereka dari kota Kufreya dan Al-Foa ke titik pertukaran di pedesaan Aleppo selatan. Dari dalam wilayah kontrol rezim di Aleppo, sebanyak 1500 warga dan pejuang yang ditahan rezim juga menuju titik yang sama. Pejuang dan rezim akan melakukan tukar tawanan sebagaimana perjanjian yang disepakati.

Saluran berita resmi rezim juga menegaskan penyelesaian evakuasi semua penghuni dua kota itu, yang telah dikepung oleh oposisi. Media corong pemerintahi tu mengatakan, saat ini kedua kota tersebut kosong dari sipil.

Di saat bersamaan, dua orang—satu di antaranya sopir truk— terluka akibat ledakan ranjau yang dipasang di pinggir jalan. Insiden itu terjadi saat truk tersebut membuka jalan ke kota Al-Foa setelah penghuninya keluar.

Pada bulan April 2017, ribuan penduduk dari dua desa Syiah tersebut dievakuasi ke daerah-daerah yang dikuasai rezim dalam sebuah kesepakatan yang membolehkan ratusan tawanan dari kota Madaya dan Zabadani di pedesaan Damaskus dibebaskan.

Pada Mei lalu, pejuang kembali memanfaatkan dua kota tersebut untuk menjadi daya tawar membebaskan pejuang dari kamp Yarmouk di pedesaan Damaskus yang terkepung. Rezim menyetujui melepaskan ratusan pejuang dan keluarga mereka di kamp tersebut dengan imbalan ratusan penghuni Al-Foa dan Kufreya juga dibebaskan. Namun kesepakatan itu tidak terlaksana secara sempurna.

Kesepakatan terakhir ini mengharuskan dua kota itu bersih dari keberadaan pendukung rezim. Negosiasi digelar setelah pejuang dikabarkan merencanakan operasi besar menghabisi dua kota itu. Kiblat.net

0 komentar: