Breaking News
Loading...



Oleh Zulkarnain El Madury

Sering kita lihat dan membaca tulisan-tulisan dari orang-orang Syiah untuk memposisikan agama Syiah
sebagai agama alternatif yang wajib menjadi pilihan Sunni. Cita-cita Syiah ini tertuang dalam artikel yang berisi konten hadis-hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Salam yang tidak diketahui pasti apakah itu hadis nabi atau hanya kumpulan cerpen dari orang-orang yang diduga Syiah. Misalnya seperti menukil kitab hilyatul Auliya karya Abu Naim, kitab usudul ghabah Ibnu Atsir, Al mustadrak Hakim dan kitab Kunuzul Haqsiq al Manawi.

Tulisan mereka sangat menyedihkan hanya karena ingin membuktikan kebenaran Syiah harus bersusah payah menampilkan temuan-temuan Hadits kaum Sunni dengan maksud untuk merendahkan kaum Sunni, tanpa memiliki disiplin ilmu terkait permasalahan hadits di dalam sunni. Ini kesekian kalinya dari orang-orang Syiah copas kitab-kitab sunni dengan membabi buta, buktinya bisa dilihat sebagaimana berikut ini:

*APAKAH NASH-NASH INI MENJADIKAN ASWAJA JUGA TAKFIRI?*

قال رسول الله ( صلى الله عليه و آله و سلم ) : " من سره أن يحيى حياتي و يموت مماتي و يسكن جنة عدن غرسها ربي فليوالي علياً من بعدي و ليوال وليه ، و ليقتد بالأئمة من بعدي ، فإنهم عترتي خلقوا من طينتي رزقوا فهماً و علماً ، و ويل للمكذبين بفضلهم من أمتي ، القاطعين لهم صلتي لا أنالهم الله شفاعتي " . 
حلية الأولياء لأبي نعيم .

Rasul saw bersabda:
Barang siapa yang mau hidup seperti hidupku dan mati seperti matiku, dan tinggal di surga yang telah disiapkan oleh Tuhanku, maka hendaknya ia mengikuti Ali setelahku dan mengikuti walinya (pengganti Ali); dan hendaknya ia mengikuti para imam setelahku, karena mereka adalah itrahku, diciptakan dari tanahku; mereka telah dianugerahi pemahaman dan ilmu. Celakalah yang mendustakan keutamaan mereka dari umatku; yaitu g-orang yang memutuskan tali shilah mereka (itrah) denganku. Semoga Allah tidak menjadikan mereka dapat meraih syafaatku.

(Hilyatul Auliya', karya Abu Naim)

قال رسول الله ( صلى الله عليه و آله و سلم ) :
 " عادى الله من عادى علياً " . أسد الغابة لإبن الأثير .

Rasul saw bersabda:
Semoga Allah memusuhi siapa pun yang memusuhi Ali.

(Usudul Ghabah, Ibnu Atsir)


قال رسول الله ( صلى الله عليه و آله و سلم ) : " من أطاعني فقد أطاع الله ، و من عصاني فقد عصى الله ، و من أطاع علياً فقد أطاعني ، و من عصى علياً فقد عصاني " . مستدرك الصحيحين للحاكم النيسابوري .

Rasul saw bersabda:

Barang siapa yang mentaati aku, maka ia telah mentaati Allah; dan barang siapa yang tidak taat padaku, maka ia telah bermaksiat kepada Allah; dan barang siapa yang tidak taat pada Ali, maka ia sama dengan tidak taat padaku.

(Mustadrak Shahihain, Hakim Naisyaburi)

قال رسول الله ( صلى الله عليه و آله و سلم ) : " من فارق علياً فارقني ، و من فارقني فقد فارق الله " . كنز العمال للمتقي .

Rasul saw bersabda:
Barang siapa yang berpisah dari Ali, maka ia telah berpisah dariku; dan barang siapa yang berpisah dariku, maka ia telah berpisah dari Allah.

(Kanzul Ummal, al -Muttaqi al -Hindi)

قال رسول الله ( صلى الله عليه و آله و سلم ) : "حب علي براءة من النفاق " . كنوز الحقائق للمناوي .

Rasul saw bersabda:
Cinta kepada Ali adalah keterjauhan dari kemunafikan.
(Kunuzul Haqa'iq, al-Manawi)

Padahal kalau mau memperhatikan penukilan yang dilakukan oleh misionaris Syiah ini terasa sangat membabibuta sekali, atau asal tulis saja yang mencerminkan ketidak hati-hatian mereka di dalam menukil kitab Sunni. Bisa dilihat dalam paragraf dari hadits-hadits yang ditampilkan oleh penulisnya Syiah ini, alias asal jeplak tidak memenuhi standar ilmiah untuk memastikan keabsahan dalil-dalil yang dikemukakannya. Sedangkan dalam studi ilmiah untuk diakui sebagai hadis pertama harus menampilkan susunan sanad dan kedua takhrij hadits secara lengkap di samping menggunakan ilmu jarh wa ta'dil untuk memastikan keabsahan hadis yang di dalil kan tersebut.


Dengan di dalam Kitab Syiah sulit kita untuk menentukan kedudukan Apakah hadist itu sahih dan apakah hadits itu lemah atau palsu, karena di dalam ilmu sanad mereka hadis itu yang diriwayatkan dari orang yang sama atau dari rawi-rawi yang sama bisa jadi sore dan bisa jadi tidak sesuai dengan keinginan orang-orang syiah di dalam berdalih, tanpa ada usaha mengetahui kedudukan hadits yang sebenarnya tetapi penilaian hadits hanya berdasarkan kepentingan kapan digunakan atau kapan dibuang bukan berangkat dari studi sanad sebagaimana selalu dilakukan oleh kaum Sunni di dalam paradigma hadis nabi.

Hadis-hadis yang ditampilkan sebagai dalil oleh syiah, sebenarnya tidak memiliki bobot atau kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya, lama karena tidak ditampilkan sanad Hadits, kedua tidak ada takhrij hadits ketiga tidak ada jarah wa ta'dil nya hadis tersebut. Sehingga tidak memungkinkan bisa diterima secara ilmiah bahwa hadis itu dapat digunakan sebagai pedoman yang hal ini tidak pernah ada dalam kitab-kitab Syiah. Penggunaan sia semata-mata berdasarkan feeling mereka dalam usaha pembenaran penilaian syiah tersebut terhadap Sunni.

0 komentar: