Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Basra – Elemen penjaga keamanan di kantor cabang organisasi paramiliter Syiah dukungan Iran, Badr, menembak mati seorang demonstran pada Jumat (20/07) di Basra. Insiden itu terjadi saat anggota Badr berupaya membubarkan demonstran di luar markas mereka.

Demonstran yang marah melempari kantor Badr dengan batu. Bentrokan itu juga menyebabkan dua demonstran luka-luka.

Seorang dokter di rumah sakit Diwaniya, yang berada tak jauh dari lokasi, mengatakan bahwa pihaknya menerima jasad salah satu demonstran dengan luka tembak di kepala.

Dengan demikian, korban tewas akibat bentrokan antara pendemo dan pasukan keamanan pemerintah serta keamanan milisi bertambah menjadi empat orang. Demontrasi di wilayah selatan dipicu buruknya pelayanan publik dan banyaknya pengangguran.

Puluhan petugas keamanan terluka dalam unjuk rasa di pintu masuk ladang minyak. Para pejabat mengatakan produksi minyak mentah belum terpengaruh.

Para demonstran juga membuat marah kelompok paramiliter seperti Organisasi Syiah Badr, yang mana hal itu tidak biasa terjadi.

Ribuan orang berdemonstrasi di ibukota Baghdad dan di dua kota di wilayah selatan pada Jumat dan meneriakkan slogan-slogan anti-politik dalam eskalasi demonstrasi mereka yang didukung ulama rujukan Syiah Iraq.

Di Basra, yang telah mengalami pengabaian bertahun-tahun oleh pemerintah pusat, sekitar 3.000 pemrotes berdemonstrasi di luar markas provinsi. Basra sendiri dikenal wilayah basis pengikut Syiah.

Mereka meneriakkan,”rakyat ingin menggulingkan partai-partai.” Slogan itu mirip dengan aksi demonstrasi di negara-negara lainnya yang lebih dikenal revolusi Musim Semi Arab pada tahun 2011 untuk menuntut penggulingan rezim yang berkuasa. Namun yang berbeda, di Iraq terjadi ketika politisi Iraq menghadapi kesulitan dalam membentuk pemerintahan baru.

Perdana Menteri Haider al-Abadi, yang ingin kembali menjabat, mengatakan bahwa pemerintahan Syiahnya berjanji memenuhi tuntutan demonstran dan memperbaiki pelayanan di selatan. Namun warga sudah tidak percaya.

“Semua janji mereka adalah kebohongan. Kami tidak akan diam,” kata Khalid Hassan (42), seorang pekerja kesehatan di Basra. Kiblat.net

0 komentar: