Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Daraa – Tentara Suriah meningkatkan pengeboman ke daerah-daerah yang dikuasai oleh oposisi di barat daya Suriah. Di saat bersamaan, pasukan pemerintah juga memobilisasi pasukan dalam persiapan mengambil alih wilayah yang berbatasan dengan Yordania dan Dataran Tinggi Golan.

Sejumlah sumber yang dilansir Reuters pada Rabu (20/06) mengatakan bahwa kekerasan meletus di kota Kafr Shams yang terletak di faris depan dekat dengan wilayah Suriah dari Dataran Golan. Pertempuran juga melus ke timur di kota Basr Al-Harir. Kota itu mengalami gempuran mortar dari pasukan darat Suriah.

Media pemerintah mengklaim, gerilyawan (baca: pejuang Suriah) meningkatkan serangan terhadap warga sipil di daerah “zona de-eskalasi” yang dicapai oleh AS dan Rusia tahun lalu, yang bertujuan untuk mencegah konflik di barat daya.

Serangan di barat daya dapat mengancam pertempuran besar yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh tahun. Wilayah ini memiliki kepentingan strategis bagi Israel, yang sangat khawatir dengan pengaruh Iran di Suriah. Washington telah memperingatkan akan mengambil “tindakan tegas dan tepat” sebagai tanggapan atas pelanggaran perjanjian “zona de-eskalasi”.

Situasi ini membuat Yordania khawatir akan meletusnya kekerasan daerah yang dekat perbatasannya itu. Amman yang menjadi sekutu utama AS dalam menjaga stabilitas di wilayah selatan Suriah.

Pejuang oposisi mengatakan bahwa milisi yang didukung Iran bersekutu dengan Presiden Bashar Al-Assad meningkatkan kehadiran mereka di Suriah selatan.

Pasukan elit Suriah yang dikenal Pasukan Tiger juga dikerahkan untuk wilayah tersebut. Pasukan itu yang memimpin pertempuran merebut Ghouta Timur di pedesaan Damaskus.

Al-Watan, surat kabar pro-Damaskus, mengatakan ada “indikasi yang semakin meningkat tentang persiapan untuk meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk membebaskan suriah selatan dari para teroris.” Kiblat.net

0 komentar: