Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Washington – Amerika Serikat menyerukan kepada pemerintah Bahrain untuk membebaskan pemimpin oposisi Syiah Ali Salman yang ditangkap pada tahun 2014. Ketika itu Salman dijatuhi hukuman empat tahun penjara, kemudian ditingkatkan menjadi sembilan tahun.

Seruan AS datang beberapa jam setelah pemimpin Syiah dibebaskan oleh pengadilan Bahrain pada Kamis (21/06/2018) lalu. Salma didakwa melakukan tindakan makar terhadap kerajaan dan menerima uang dari negara asing sebagai imbalan untuk melewati rahasia militer. Menurut Shaikh Maytham Salman dari Bahrain Center untuk Hak Asasi Manusia, Ali Salman dibebaskan dari dakwaan setelah ditahan sejak November lalu.

Aktivis juga melaporkan pembebasan Salman dan dua pembantu atas dakwaan batu terhadap mereka. Mereka disebut memata-matai Qatar untuk melakukan tindakan permusuhan di Bahrain dan membahayakan status nasional, ekonomi dan politiknya. Penahanan Salman menyebabkan protes luas di seluruh Kerajaan.

Bahrain telah menyaksikan protes dan pemberontakan oleh warga Syiah sejak Februari 2011. Mereka menginginkan perubahan pada sistem pemerintahan, dari absolut menjadi monarki konstitusional. Kiblat.net

0 komentar: