Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, BANDUNG – Pakar Hukum Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf mengatakan jika perpolitikan di Indonesia rentan disusupi oleh paham yang menyimpang, salah satu adalah syiah.

“Kontek NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) kan partai politik, dalam kaitannya ada dua prinsip pada syiah yaitu yang bahaya pada NKRI, yang pertama, sistem imamah dan sistem kewilayahan,” katanya usai menghadiri acara peletakan batu pertama Gedung Dakwah Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) di Jln. Martanegara No.30, Kota Bandung, Minggu (01/04/2018).

Menurutnya, paham syiah merupakan sebuah bahaya besar dan ancaman serius bagi aqidah umat muslim dan NKRI. Maka dari itu untuk menangkal hal tersebut perlu mendapatkan perhatian dari semua stakeholder.

“Ketika subtansinya ke politik, maka kita harus mempunyai strategi untuk menangkal strategi politik mereka. Ini penting bagaimana politik dalam konteks syiah ini dilawan dengan politik lagi,” tuturnya.

Selain itu, sehubungan dengan momentum berjalan kampanye di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, sarana dakwah sangat berperan penting untuk mengingatkan masyarakat dalam berhati-hati untuk memilih calon pemimpin.

“Kita harus memastikan semua aktor-aktor politik kita baik itu Pilkada, Pilpres, dan Pileg harus memastikan mereka terbebas dari syiah itulah pentingnya kita berdakwah untuk memastikan terhadap umat bahwa mereka sadar dan berhati-hati dalam memilih pemimpin,” terangnya.

Dengan adanya rencana pembangunan Gedung Dakwah ANNAS, Asep berharap masyarakat dapat mendaya gunakan hal tersebut menjadi sarana dan prasarana yang efektif dalam menangkal paham-paham syiah. (Jabarnews.com)

0 komentar: